INDOPOSCO.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menekankan pentingnya akses informasi pemutakhiran data pemilih bagi sivitas akademika sebagai bagian dari pengawasan partisipatif.
Hal tersebut sesuai dengan peran mahasiswa dalam pemutakhiran daftar pemilih bagi pemilih pemula. Mereka memastikan rekan sesama mahasiswa di lingkungannya sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Keterlibatan mahasiswa sangat efektif untuk meminimalisir kesalahan administratif. Di samping itu, mereka dapat melaporkan jika ada pemilih pemula yang memenuhi syarat namun tidak terdaftar, atau sebaliknya, adanya manipulasi data.
“Ya, terutama kami berharap ya bahwa ke depannya bahwa informasi-informasi berkaitan tentang pemutakhiran data pemilih ini wajib diketahui oleh sivitas akademika,” kata Anggota Bawaslu Puadi di Universitas Mercu Buana saat Sosialisasi Pelanggaran Penanganan Pemutakhiran Daftar Pemilih bagi Pemilih Pemula, Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Pihaknya menyiapkan mahasiswa menjadi kader pengawas Pemilu, yang nantinya bisa mengambil peran sebagai pemantau atau penyelenggara untuk membantu tugas pengawasan secara partisipatif.
“Harapannya agar ke depan ini bahwa mahasiswa ini menjadi satu kader-kader pengawas Pemilu untuk bisa menjadi pemantau atau juga bisa menjadi penyelenggara untuk membantu kami dalam pengawasan partisipasi,” jelas Puadi.
Ia menegaskan pentingnya setiap informasi awal segera ditindaklanjuti, dengan tahapan terbaik demi menjamin keakuratan data pemilih pada masa mendatang.
“Sehingga ketika nanti ada informasi awal, kita cepat merespons untuk mengambil langkah-langkah terbaik dalam keakuratan data pemilih ke depannya,” tutur Puadi.
Upaya itu dilakukan sebagai persiapan Pemilu mendatang guna memastikan persoalan pengawasan yang dicatat Bawaslu dapat segera dibenahi, terutama jika temuan tersebut berasal dari masyarakat. (dan)









