INDOPOSCO.ID – Di tengah dinamika bencana yang beruntun di sejumlah daerah, satu unit layanan pemerintah kembali menjadi sorotan karena kemampuannya bergerak cepat: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sejak awal, layanan ini memang dirancang bukan hanya sebagai dapur umum, tetapi sebuah sistem yang mampu berdiri tegak di tengah situasi darurat dan menjangkau ribuan warga terdampak.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa konsep SPPG disusun untuk menjawab kebutuhan real di lapangan, kehadiran negara yang benar-benar terasa.
“Dari awal kita sudah memprediksi suatu hari, (SPPG) ini akan bermanfaat ketika darurat terjadi. Ini sudah terbukti ketika banjir di Cikarang. Kemudian BNPB mendirikan tenda. Kemudian Babinsanya bingung harus minta bantuan ke mana? Ke SPPG. Jadi kita ngasih makan yang di Cikarang itu pagi, siang, malam,” kata Dadan dalam keterangannya, Selasa (9/12/2025).
Respons cepat itu bukan kejadian tunggal. Saat Gunung Semeru meletus, SPPG kembali menjadi unit pertama yang membuka layanan makanan siap saji bagi ribuan pengungsi. Dan kini, di tengah bencana besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, SPPG kembali mengisi celah terpenting, memastikan pasokan gizi tidak terputus.
Total 320 SPPG beroperasi di tiga provinsi tersebut, yakni 106 di Aceh, 148 di Sumatera Utara, dan 66 di Sumatera Barat, yang bersama-sama menyajikan lebih dari 600.000 porsi makanan setiap hari. Angka yang menggambarkan betapa masifnya skala operasi ini.
“Alhamdulillah di hari pertama kejadian yang siap melayani pengungsi adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Dan hari ini ada 106 SPPG di Aceh yang melayani pengungsi. Ada 148 yang melayani di Sumatera Utara dan 66 di Sumatera Barat. Jadi sekarang ada 320 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang berperan dan berfungsi melayani para pengungsi. Lebih dari 600.000 porsi setiap hari melayani para pengungsi,” tutur Dadan.
Kecepatan ini, menurutnya, lahir dari desain SPPG sebagai unit semi-industri yang dilengkapi peralatan standar tinggi serta tenaga terlatih. Kerja cepat itu bahkan mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto yang menilai SPPG sebagai bukti nyata kehadiran negara di saat krisis.
“Alhamdulillah Pak Presiden melihat itu dan mengucapkan terima kasih kepada Badan Gizi Nasional. Ketika bencana terjadi maka pemerintah harus hadir di masyarakat. Kebetulan SPPG ini kan siap,” tambahnya.
Ketika situasi mulai stabil, tongkat penanganan kemudian diserahkan ke BNPB, TNI, Polri, dan Kementerian Sosial. Namun fase awal respons bencana kembali menegaskan satu hal, infrastruktur gizi nasional kini mampu bekerja secepat kebutuhan itu muncul. (her)










