INDOPOSCO.ID – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan, sejumlah rumah sakit masih lumpuh pascabenca banjir dan longsor menerjang tiga provinsi di Pulau Sumatera. Tim gabungan dari Kemenkes, TNI, dan relawan terus berupaya melakukan pembersihan dan perbaikan infrastruktur.
Total ada tujuh fasilitas layanan kesehatan yang belum beroperasi itu berada di wilayah Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langkat Sumatera Utara. Di antaranya RSUD Muda Sedia, RSU Pertamina Rantau, RSU Prima Inti Medika, RS Mulia Raya, RSU Graha Bunda.
Selain itu, RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak, RSUD Tanjung Pura. Sebagian besar bangunan di fasilitas layanan kesehatan itu mengalami kerusakan akibat diterjang banjir bandang.
“Sedang dilakukan pemulihan yang dimulai dengan pembersihan ruangan, fasilitas dan alat kesehatan (alkes) bersama para nakes, TNI dan relawan-relawan,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman kepada INDPOSCO melalui gawai, Jakarta, Senin (8/12/2025).
Untuk layanan kesehatan sementara dialihkan ke pos kesehatan dekat pengungsian atau pemukiman warga. Sebagian menggunakan ruangan dan fasilitas di RSUD yang sudah bisa digunakan, sambil dilakukan pemulihan di bagian lainnya.
“Kami juga kirimkan tenaga elektromedik untuk cek kondisi alkes dan lakukan perbaikan,” ujar Aji.
Ia menambahkan, perbaikan fasilitas layanan kesehatan itu telah dimulai beberapa hari terakhir di tiga provinsi terdampak yakni, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Prioritas penanganan di rumah sakit kemudian ke puskesmas.
“Hingga kemarin ada yang sudah bisa beroperasi, ada yang belum. Kita upayakan percepatan dengan bantuan banyak pihak,” imbuh Aji.
Banjir bandang dan tanah longsor menerjang wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada pekan terakhir November 2025. Bencana itu telah menelan ribuan korban jiwa, rumah dan fasilitas umum rusak. Namun, pemerintah belum menetapkan status bencana nasional. (dan)




















