INDOPOSCO.ID – Di tengah genangan yang belum sepenuhnya surut, kepedulian terus mengalir untuk warga Aceh yang terdampak banjir. Pemerintah bersama pelaku industri energi kembali bergerak, memastikan bantuan tak berhenti di tengah jalan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), dan PT Medco E&P Malaka kembali mengirimkan bantuan logistik ke wilayah terdampak. Kali ini, tambahan 5 ton kebutuhan pokok kembali disalurkan sebagai bagian dari total sekitar 40 ton bantuan yang dipersiapkan untuk dikirim secara bertahap.
Bantuan tersebut melengkapi distribusi sebelumnya yang telah dilakukan sejak awal Desember. Dengan skema bertahap, bantuan dipastikan terus mengalir hingga kondisi warga benar-benar pulih.
Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia menyampaikan keprihatinannya atas luasnya dampak banjir yang melanda sejumlah daerah di Provinsi Aceh.
“Pemerintah bergerak cepat untuk membantu masyarakat yang terdampak. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan mendesak warga,” ujar Bahlil dalam keterangannya, seperti dikutip Minggu (7/12/2025).
Dari sisi pengawasan, BPMA menegaskan perannya dalam memastikan bantuan benar-benar diterima warga yang paling membutuhkan.
Kepala BPMA, Nasri Jalal menyebut distribusi logistik terus dipantau agar berjalan tepat sasaran.
“BPMA mengoordinasikan dan memantau proses penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan menjangkau warga yang paling membutuhkan. Kami berharap dukungan ini dapat meringankan beban masyarakat hingga keadaan kembali pulih,” kata dia.
Sementara itu, Medco E&P sebagai bagian dari industri hulu migas turut menunjukkan keterlibatannya dalam penanganan darurat bencana ini.
Direktur Utama Medco E&P, Ronald Gunawan, menegaskan perusahaan tidak hanya fokus pada operasi, tetapi juga pada keberadaan sosial di sekitar wilayah kerja.
“MedcoEnergi selalu berupaya hadir untuk masyarakat di sekitar wilayah operasi kami, terutama dalam situasi darurat seperti banjir ini. Kami bekerja bersama Kementerian ESDM dan BPMA agar bantuan dapat tersalurkan cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Sejak Senin (1/12/2025), bantuan telah disalurkan secara bertahap dengan berbagai kebutuhan pokok, mulai dari beras, air mineral, minyak goreng, mie instan, susu UHT (Ultra High Temperature), sarung, sejadah, mukena, selimut, hingga kebutuhan dasar lainnya yang sangat dibutuhkan warga di tengah situasi darurat.
Banjir yang melanda Aceh disebabkan oleh curah hujan tinggi yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Luapan sungai memutus akses jalan di sejumlah wilayah, melumpuhkan aktivitas warga, serta menghambat distribusi logistik. Kehadiran bantuan ini diharapkan mampu menutup kebutuhan mendesak hingga jalur distribusi kembali normal dan kehidupan warga berangsur pulih. (her)










