• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Riset Vape BRIN Disebut ‘Junk Science’, FKBI: Kajian yang Menyesatkan

Dilianto Editor Dilianto
Jumat, 5 Desember 2025 - 15:31
in Gaya Hidup
WhatsApp Image 2025-12-05 at 15.28.13

Ilustrasi rokok elektrik alias vape. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait tingkat toksisitas rokok elektrik alias vape yang diklaim lebih rendah dibanding rokok konvensional menuai kritik tajam. Temuan yang disebut sebagai penelitian pertama di Indonesia itu justru dinilai cacat metodologi, bermasalah secara etika, dan berpotensi menyesatkan publik.

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi menilai bahwa penelitian BRIN tersebut tidak hanya lemah secara ilmiah, tetapi juga mencerminkan konflik kepentingan yang serius.

BacaJuga:

Bomi Apink Kenakan Cincin Emas Pada Penampilan Panggung Pertamanya Setelah Menikah Dengan Rado

Jung Kyung Ho dan Sooyoung Konfirmasi Putus Setelah Menjalin Hubungan Selama 14 Tahun

J&T Connect Preneur Goes to Campus Hadirkan Inspirasi bagi Wirausahawan Muda

“Sekilas hasil penelitian ini tampak ilmiah karena dilakukan BRIN, lembaga riset negara. Tapi jika ditelisik lebih dalam, riset ini penuh cacat, bias, dan berkarakter junk science (penelitian melibatkan pihak berkepentingan). Sangat disesalkan lembaga sekelas BRIN melakukan penelitian yang bertendensi pesanan, ini memalukan,” ujar Tulus melalui gawai, Jumat (5/12/2025).

Menurut Tulus, penelitian itu melibatkan Aliansi Vaper Indonesia sebagai pihak kedua. Keterlibatan kelompok yang memiliki kepentingan langsung terhadap produk yang diteliti dinilai melanggar etika penelitian kesehatan.

“Ketika penelitian melibatkan pihak yang berkepentingan, objektivitasnya runtuh. Ini jelas penelitian pesanan. Meminjam istilah almarhum Gus Dur, BRIN telah menjadi ‘tukang’ dalam penelitian ini,” tegasnya.

Ia menilai langkah BRIN bukan hanya tidak etis, tetapi mengabaikan mandat konstitusional lembaga riset pemerintah untuk melindungi masyarakat melalui sains yang independen.

Tulus mengutip data penelitian Departemen Pulmonologi FKU/RS Persahabatan yang menunjukkan temuan berbeda dengan klaim BRIN. Pengguna vape harian memiliki kadar kotinin urin 276,1 ng/mL, lebih tinggi dibanding perokok konvensional lima batang per hari yang hanya 223,5 ng/mL.

“Ini artinya paparan nikotin pengguna vape justru lebih besar. Risiko adiksi, penyakit vaskular, dan gangguan kardiovaskular meningkat, bukan menurun,” ujarnya.

Survei RSUP Persahabatan tahun 2018 menunjukkan bahwa 76,5% pengguna vape laki-laki mengalami ketergantungan nikotin, memperkuat kesimpulan bahwa vape bukan produk yang aman.

Ahli paru, Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), juga mengkritik aspek metodologi riset BRIN. Ia menilai penelitian itu tidak memasukkan nikotin dalam analisis, padahal nikotin merupakan komponen utama yang memicu adiksi dan penyakit serius.

“Tanpa memasukkan nikotin, mustahil memberi kesimpulan bahwa vape lebih aman dari rokok,” tegasnya.

Ruang Untuk Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI) menilai penelitian BRIN memiliki kelemahan mendasar. Jumlah sampel sangat kecil—hanya 60 produk—padahal ada ribuan produk vape yang beredar.

Selain itu, penelitian hanya mengukur 9 senyawa berbahaya, sementara riset lain menemukan ratusan bahan kimia di aerosol vape, termasuk logam berat dari coil pemanas yang tidak ditemukan pada rokok konvensional.

“Peneliti sekelas BRIN seharusnya paham bahwa hasil riset harus menggambarkan kondisi penggunaan nyata. Tapi ketika di belakangnya ada industri, ya begini jadinya,” kata Tulus.

Tulus menegaskan bahwa publik, khususnya anak muda rentan disesatkan oleh narasi keamanan palsu. Penggunaan rokok elektrik di kalangan muda meningkat tajam dari 480 ribu orang (2011) menjadi 6,6 juta orang (2021).

Produk ini dipromosikan melalui influencer, kemasan modern, varian rasa yang menarik remaja, hingga konten digital. Penjualan di e-commerce pun dinilai longgar karena minim verifikasi usia.

“Apa yang terjadi kemudian? Anak muda justru menjadi double smoker, memakai vape sekaligus rokok konvensional. Riset BRIN justru memberi legitimasi palsu bagi industri untuk terus menjerat generasi muda,” pungkas Tulus.

Sebagai lembaga negara, BRIN diminta kembali pada peran fundamentalnya, yakni menghadirkan sains yang independen dan melindungi kepentingan publik, bukan industri.

“BRIN seharusnya berada di garis terdepan dalam menjaga kesehatan bangsa. Bukan malah menghasilkan kajian yang menyesatkan dan meracuni publik dengan informasi sampah,” tambah eks Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) itu. (her)

Tags: BRINFKBIJunk Sciencerisettulus abadiVape

Berita Terkait.

apink
Gaya Hidup

Bomi Apink Kenakan Cincin Emas Pada Penampilan Panggung Pertamanya Setelah Menikah Dengan Rado

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:05
jung
Gaya Hidup

Jung Kyung Ho dan Sooyoung Konfirmasi Putus Setelah Menjalin Hubungan Selama 14 Tahun

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:04
jnt
Gaya Hidup

J&T Connect Preneur Goes to Campus Hadirkan Inspirasi bagi Wirausahawan Muda

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:22
Febtusia-Puspitasari
Gaya Hidup

Edukasi Jelang Hari Jantung Sedunia, PERKI dan Daewoong Soroti Bahaya Angin Duduk

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:50
Wamendiktisaintek: AI Tak Bisa Gantikan Peran Manusia dalam Pengambilan Keputusan
Gaya Hidup

Sooyoung dan Jung Kyung Ho Dikabarkan Putus Setelah 14 Tahun Berpacaran

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:03
Wamendiktisaintek: AI Tak Bisa Gantikan Peran Manusia dalam Pengambilan Keputusan
Gaya Hidup

Diduga Gunakan Sosok Yeontan Milik BTS V, Video Challenge LE SSERAFIM Tuai Kontroversi

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:43

BERITA POPULER

  • Timnas-U19

    Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2227 shares
    Share 891 Tweet 557
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1158 shares
    Share 463 Tweet 290
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1423 shares
    Share 569 Tweet 356
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Didominasi Berawan, Potensi Hujan di Jakbar dan Kepulauan Seribu

    854 shares
    Share 342 Tweet 214
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.