• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Riset Vape BRIN Disebut ‘Junk Science’, FKBI: Kajian yang Menyesatkan

Dilianto Editor Dilianto
Jumat, 5 Desember 2025 - 15:31
in Gaya Hidup
WhatsApp Image 2025-12-05 at 15.28.13

Ilustrasi rokok elektrik alias vape. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait tingkat toksisitas rokok elektrik alias vape yang diklaim lebih rendah dibanding rokok konvensional menuai kritik tajam. Temuan yang disebut sebagai penelitian pertama di Indonesia itu justru dinilai cacat metodologi, bermasalah secara etika, dan berpotensi menyesatkan publik.

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi menilai bahwa penelitian BRIN tersebut tidak hanya lemah secara ilmiah, tetapi juga mencerminkan konflik kepentingan yang serius.

BacaJuga:

Gaya Hidup Sehat Anak Muda Meningkat, Taurus Gemilang Suntik Dana ke Produsen Soda Zero Sugar ZOZO

Reza Rahadian dan Dian Sastro Bintangi Film “Descendants of the Sun” Versi Indonesia

Kwon Jin Ah Siap Gelar Tur Konser “SAVE ME”, Hadirkan Format Standing Pertama di Seoul

“Sekilas hasil penelitian ini tampak ilmiah karena dilakukan BRIN, lembaga riset negara. Tapi jika ditelisik lebih dalam, riset ini penuh cacat, bias, dan berkarakter junk science (penelitian melibatkan pihak berkepentingan). Sangat disesalkan lembaga sekelas BRIN melakukan penelitian yang bertendensi pesanan, ini memalukan,” ujar Tulus melalui gawai, Jumat (5/12/2025).

Menurut Tulus, penelitian itu melibatkan Aliansi Vaper Indonesia sebagai pihak kedua. Keterlibatan kelompok yang memiliki kepentingan langsung terhadap produk yang diteliti dinilai melanggar etika penelitian kesehatan.

“Ketika penelitian melibatkan pihak yang berkepentingan, objektivitasnya runtuh. Ini jelas penelitian pesanan. Meminjam istilah almarhum Gus Dur, BRIN telah menjadi ‘tukang’ dalam penelitian ini,” tegasnya.

Ia menilai langkah BRIN bukan hanya tidak etis, tetapi mengabaikan mandat konstitusional lembaga riset pemerintah untuk melindungi masyarakat melalui sains yang independen.

Tulus mengutip data penelitian Departemen Pulmonologi FKU/RS Persahabatan yang menunjukkan temuan berbeda dengan klaim BRIN. Pengguna vape harian memiliki kadar kotinin urin 276,1 ng/mL, lebih tinggi dibanding perokok konvensional lima batang per hari yang hanya 223,5 ng/mL.

“Ini artinya paparan nikotin pengguna vape justru lebih besar. Risiko adiksi, penyakit vaskular, dan gangguan kardiovaskular meningkat, bukan menurun,” ujarnya.

Survei RSUP Persahabatan tahun 2018 menunjukkan bahwa 76,5% pengguna vape laki-laki mengalami ketergantungan nikotin, memperkuat kesimpulan bahwa vape bukan produk yang aman.

Ahli paru, Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), juga mengkritik aspek metodologi riset BRIN. Ia menilai penelitian itu tidak memasukkan nikotin dalam analisis, padahal nikotin merupakan komponen utama yang memicu adiksi dan penyakit serius.

“Tanpa memasukkan nikotin, mustahil memberi kesimpulan bahwa vape lebih aman dari rokok,” tegasnya.

Ruang Untuk Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI) menilai penelitian BRIN memiliki kelemahan mendasar. Jumlah sampel sangat kecil—hanya 60 produk—padahal ada ribuan produk vape yang beredar.

Selain itu, penelitian hanya mengukur 9 senyawa berbahaya, sementara riset lain menemukan ratusan bahan kimia di aerosol vape, termasuk logam berat dari coil pemanas yang tidak ditemukan pada rokok konvensional.

“Peneliti sekelas BRIN seharusnya paham bahwa hasil riset harus menggambarkan kondisi penggunaan nyata. Tapi ketika di belakangnya ada industri, ya begini jadinya,” kata Tulus.

Tulus menegaskan bahwa publik, khususnya anak muda rentan disesatkan oleh narasi keamanan palsu. Penggunaan rokok elektrik di kalangan muda meningkat tajam dari 480 ribu orang (2011) menjadi 6,6 juta orang (2021).

Produk ini dipromosikan melalui influencer, kemasan modern, varian rasa yang menarik remaja, hingga konten digital. Penjualan di e-commerce pun dinilai longgar karena minim verifikasi usia.

“Apa yang terjadi kemudian? Anak muda justru menjadi double smoker, memakai vape sekaligus rokok konvensional. Riset BRIN justru memberi legitimasi palsu bagi industri untuk terus menjerat generasi muda,” pungkas Tulus.

Sebagai lembaga negara, BRIN diminta kembali pada peran fundamentalnya, yakni menghadirkan sains yang independen dan melindungi kepentingan publik, bukan industri.

“BRIN seharusnya berada di garis terdepan dalam menjaga kesehatan bangsa. Bukan malah menghasilkan kajian yang menyesatkan dan meracuni publik dengan informasi sampah,” tambah eks Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) itu. (her)

Tags: BRINFKBIJunk Sciencerisettulus abadiVape

Berita Terkait.

ZOZO
Gaya Hidup

Gaya Hidup Sehat Anak Muda Meningkat, Taurus Gemilang Suntik Dana ke Produsen Soda Zero Sugar ZOZO

Rabu, 9 September 2026 - 17:27
Reza Rahadian dan Dian Sastro Bintangi Film “Descendants of the Sun” Versi Indonesia
Gaya Hidup

Reza Rahadian dan Dian Sastro Bintangi Film “Descendants of the Sun” Versi Indonesia

Rabu, 9 September 2026 - 14:05
Reza Rahadian dan Dian Sastro Bintangi Film “Descendants of the Sun” Versi Indonesia
Gaya Hidup

Kwon Jin Ah Siap Gelar Tur Konser “SAVE ME”, Hadirkan Format Standing Pertama di Seoul

Rabu, 9 September 2026 - 13:05
Konflik Kontrak Memanas, EXO-CBX Layangkan Gugatan Hukum terhadap Agensi INB100
Gaya Hidup

Konflik Kontrak Memanas, EXO-CBX Layangkan Gugatan Hukum terhadap Agensi INB100

Rabu, 9 September 2026 - 12:08
Soyeon i-dle Kembali sebagai Solois, Rilis Album Penuh Pertama “What a Wonderful Life” Setelah Lima Tahun
Gaya Hidup

Soyeon i-dle Kembali sebagai Solois, Rilis Album Penuh Pertama “What a Wonderful Life” Setelah Lima Tahun

Selasa, 8 September 2026 - 23:05
jtbc
Gaya Hidup

Tonton: JTBC Berikan Bocoran Lini Drama 2026-2027

Selasa, 8 September 2026 - 04:40

OLAHRAGA

liga
Olahraga

Jadwal Liga Champions: Liverpool-Arsenal Hadapi Ujian Berat, Barca-PSG Jumpa Lawan “Mudah”

Editor Laurens Dami
Rabu, 9 September 2026 - 18:18

INDOPOSCO.ID - Panggung Liga Champions 2026/2027 matchday pertama fase liga kembali menyuguhkan parade pertandingan kelas berat. Sejumlah klub raksasa Eropa...

SelengkapnyaDetails
menpora

Pesan Menpora Jelang Asian Games 2026: Kejar Emas, Jangan Main-Main dengan Anggaran

Rabu, 9 September 2026 - 18:08
Hasil Liga Champions: Madrid-City Menang, Tim Calvin Verdonk Tumbang

Hasil Liga Champions: Madrid-City Menang, Tim Calvin Verdonk Tumbang

Rabu, 9 September 2026 - 09:57
atlet

Atlet Akuatik Klungkung Borong 5 Medali di Ajang Gajahmada Swimming Competition 2026

Selasa, 8 September 2026 - 11:11
Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Jumat, 4 September 2026 - 15:30

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.