INDOPOSCO.ID – Kabar duka kembali menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Pada Rabu (3/12/2025) siang, sosok yang selama bertahun-tahun menghidupkan karakter “Kang Mus” dalam Preman Pensiun, Epy Kusnandar, berpulang di usia 61 tahun. Kepergiannya pada pukul 14.24 WIB tak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi para penggemar yang telah mengikuti perjalanan kariernya sejak lama.
Gelombang ucapan belasungkawa mengalir deras dari rekan-rekan seprofesi, khususnya para aktor yang bersama Epy membangun dunia Preman Pensiun. Abenk Marco atau yang dikenal sebagai pemeran Cecep menyampaikan doanya dengan penuh ketulusan.
“Innalilahiwainailaihirojiun. Semoga dihapuskan segala dosanya (almarhum Epy Kusnandar), diterima segala Amal Ibadahnya, dan ditempatkan ditempat terbaik, serta buat keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan, keikhlasan dan kesabaran, Insya Alloh Almarhum Husnul khotimah. Amin yra,” tulis Abenk melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Rabu (3/12/2025).
Ungkapan duka menyusul dari Melga Septrida, pemeran Bubun, yang singkat namun sarat makna. “Inalilahiwainailaihirojiun akang,” ujar Melga.
Sementara itu, Fajar Khuto, sang pemeran Ujang ikut melepas kepergian senior yang dihormatinya dengan rasa hormat. “Inalillahi wainailaihirojiun. Selamat jalan akang. Alfatihah,” kata Fajar.
Kabar kepergian Epy pertama kali disampaikan oleh istrinya, Karina Ranau, melalui @karinaranau9, disertai foto yang memperlihatkan almarhum dikelilingi anak-anaknya. Dalam unggahan tersebut, Karina menuliskan, “Telah berpulang ke Rakhmatullah Epy Kusnandar bin Erning Sutarsa.”
Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab wafatnya sang aktor, namun keluarga memastikan pemakaman akan dilakukan keesokan hari.
“Dimakamkan di TPU Jeruk Purut. 4 Desember 2025 08.00 WIB,” jelas Karina dalam unggahan yang sama. Ia juga menyampaikan bahwa rumah duka berada di Harmony Residence 88, Jalan Pasir, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Dengan kepergian ini, layar hiburan Indonesia kehilangan salah satu sosok yang begitu kuat menghadirkan karakter hidup di benak penonton. Namun jejak perannya akan terus menjadi bagian dari kenangan kolektif publik yang mencintainya. (her)










