• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

3 Pilar Kunci jadi Fondasi Gerakan Baru Penyelamatan Pangan Indonesia

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Minggu, 30 November 2025 - 17:20
in Ekonomi
1000435133

Ilustrasi-Sisa dan limbah pangan rumah tangga. Bapanas menegaskan pentingnya perubahan perilaku, kolaborasi lintas sektor, dan penguatan sistem data sebagai 3 pilar kunci dalam upaya nasional mengurangi susut dan sisa pangan. Foto: Freepik

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap keberlanjutan pangan, Indonesia mulai menapaki fase baru. Sebuah arah kebijakan yang lebih tegas, lebih kolaboratif, dan lebih manusiawi kini digelorakan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Upaya ini tidak hanya bertujuan menekan angka susut dan sisa pangan atau Food Loss and Waste (FLW), tetapi juga membangun cara pandang baru dalam memaknai pangan itu sendiri.

Isu FLW selama ini kerap hanya dipandang sebagai problem teknis. Namun Bapanas menilai persoalan tersebut jauh lebih kompleks. FLW menyangkut perilaku konsumsi, tata kelola distribusi, hingga pola pikir masyarakat tentang apa yang layak digunakan kembali. Karena itu, kebijakan nasional perlu bergerak secara lebih terstruktur dan berbasis kolaborasi.

BacaJuga:

Berkat Laporan BNI, Oknum Colection Agen Nakal Satu per Satu Diringkus di Jember

NHM Berbagi Praktik Tambang Bawah Tanah dalam Temu Akademisi Nasional Forkopindo

KUR BNI Jember Angkat Usaha Sapu Ijuk ‘Ken Dedes’ di Semboro Naik Kelas

Di tengah dinamika itu, Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, menegaskan bahwa pemerintah telah merumuskan tiga pilar besar yang menjadi inti strategi nasional pengurangan FLW. Ia menyatakan bahwa langkah ini bukan sekadar kampanye, tetapi pondasi perubahan jangka panjang.

“Tiga strategi utama ini menjadi fondasi gerakan kita. Mulai dari membangun awareness, mendorong aksi kolaboratif, hingga menghadirkan data yang mampu menunjukkan bahwa aksi pengurangan FLW ini benar-benar berjalan dan berdampak. Kita menghimpun ragam upaya di lapangan dalam satu platform agar ekosistemnya terkoneksi,” ujar Nita dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).

Tiga pilar tersebut meliputi penguatan kebijakan dan program aksi yang menekankan perubahan perilaku, penyediaan fasilitas kendaraan penyelamatan pangan, serta pembaruan sistem data penyelamatan pangan yang mampu menyajikan informasi akurat bagi publik. Melalui sistem data yang lebih matang, setiap gerakan lokal hingga nasional dapat dipantau dampaknya secara nyata.

Namun, Nita mengakui bahwa persoalan terbesar bukan pada teknologi, melainkan cara pandang masyarakat. Banyak publik masih menganggap sisa pangan sebagai sampah, padahal potensinya bisa dimaksimalkan kembali untuk kebutuhan lain, bahkan untuk membantu masyarakat rentan.

“Kita perlu membangun awareness sejak awal, karena isu ini bukan semata teknis, tapi juga soal perilaku. Kalau kita bergerak bersama pemerintah, komunitas, pelaku usaha, serta akademisi maka pemanfaatan pangan bisa jauh lebih optimal sebelum akhirnya benar-benar menjadi sampah,” jelas Nita.

Bapanas juga mencermati bahwa berbagai kota di Indonesia mulai menunjukkan gerakan akar rumput yang kuat. Di banyak daerah, komunitas, pelaku usaha, UMKM, hingga lembaga sosial mulai terlibat dalam aksi penyelamatan pangan. Inisiatif tersebut tumbuh bukan karena instruksi, melainkan kesadaran.

Nita pun memberi apresiasi atas dinamika positif ini dan menilai bahwa energi perubahan yang muncul dari masyarakat adalah modal terbesar bangsa dalam menghadapi tantangan keberlanjutan pangan.

“Bapanas melihat semakin banyak gerakan lokal yang tumbuh secara organik, menunjukkan tingginya kesadaran terhadap isu pangan berkelanjutan,” tambahnya.

Dengan menguatnya kolaborasi lintas sektor, Bapanas optimistis bahwa Indonesia dapat menekan susut dan sisa pangan secara signifikan. Sebuah perjalanan panjang memang menanti, namun setiap langkah kecil, dari rumah tangga hingga kebijakan nasional, menjadi bahan bakar perubahan besar yang sedang dibangun bangsa ini. (her)

Tags: BapanaspanganSusut dan Sisa Pangan

Berita Terkait.

NHM Berbagi Praktik Tambang Bawah Tanah dalam Temu Akademisi Nasional Forkopindo
Ekonomi

Berkat Laporan BNI, Oknum Colection Agen Nakal Satu per Satu Diringkus di Jember

Jumat, 18 September 2026 - 13:35
NHM Berbagi Praktik Tambang Bawah Tanah dalam Temu Akademisi Nasional Forkopindo
Ekonomi

NHM Berbagi Praktik Tambang Bawah Tanah dalam Temu Akademisi Nasional Forkopindo

Jumat, 18 September 2026 - 13:25
Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
Ekonomi

KUR BNI Jember Angkat Usaha Sapu Ijuk ‘Ken Dedes’ di Semboro Naik Kelas

Jumat, 18 September 2026 - 12:07
Kemendagri Dorong Pengelolaan Krisis Komunikasi Pemerintah secara Cepat dan Berbasis Data
Ekonomi

Gran Max dan LCGC Jadi Penopang Penjualan Daihatsu pada Agustus 2026

Jumat, 18 September 2026 - 11:53
Asap dan Titik Panas Meningkat, BNPB Gempur Karhutla di 6 Provinsi
Ekonomi

Bea Cukai Kendari Lepas Ekspor Tepung Terigu dan VCO

Jumat, 18 September 2026 - 11:42
Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
Ekonomi

Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah

Jumat, 18 September 2026 - 11:30

OLAHRAGA

Jay Idzes Absen Perkuat Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026
Olahraga

Jay Idzes Absen Perkuat Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Editor Dilianto
Jumat, 18 September 2026 - 15:28

INDOPOSCO.ID - Bek Timnas Indonesia Jay Idzes dipastikan absen membela skuad Garuda dalam ajang FIFA ASEAN Cup pada 24 September...

SelengkapnyaDetails
bc

Bea Cukai Priok Dukung Kiprah Tim Reli Indonesia di Kancah Internasional

Kamis, 17 September 2026 - 18:08
Pemain-Persib

Persib Bekuk FC Seoul Lewat Laga Sulit, Tolic: Seperti Inilah Caranya

Kamis, 17 September 2026 - 08:20
Belajar dari Kekalahan 17 Gol, Ketapang Junior Bangkit dan Juara Liga AAFI U13

Belajar dari Kekalahan 17 Gol, Ketapang Junior Bangkit dan Juara Liga AAFI U13

Rabu, 16 September 2026 - 19:17
FC Seoul vs Persib: Kabar Rotasi Jadi Angin Segar Buat Maung Bandung

FC Seoul vs Persib: Kabar Rotasi Jadi Angin Segar Buat Maung Bandung

Rabu, 16 September 2026 - 15:43

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5426 shares
    Share 2170 Tweet 1357
  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1666 shares
    Share 666 Tweet 417
  • Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

    1513 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1240 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1162 shares
    Share 465 Tweet 291
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.