INDOPOSCO.ID – Pengurus Pengajian Al Hidayah periode 2025–2030 resmi dilantik dengan penegasan bahwa momentum tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen memperkuat kiprah organisasi perempuan yang mengabdi dan memberi manfaat bagi umat serta bangsa.
Ketua Umum Pengajian Al Hidayah Hetifah Sjaifudian menegaskan bahwa organisasi ini lahir dari semangat dakwah, pendidikan, dan penguatan peran perempuan dalam pembangunan nasional.
Ia mengingatkan bahwa era digital saat ini menghadirkan banyak tantangan sosial maupun dinamika kebangsaan, sehingga peran perempuan dalam menjaga sendi-sendi moral, spiritual, dan literasi keluarga menjadi semakin penting.
“Kita bukan hanya komunitas pengajian, tetapi bagian dari ekosistem pemberdayaan perempuan. Kita memperkuat dakwah, literasi, pendidikan anak, hingga literasi digital dan aksi sosial,” ujarnya dalam acara pelantikan pengurus DPP Pengajian Al Hidayah di Jakarta, Sabtu (29/11/2025).
Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa amanah sebagai ketua umum bukan hadiah, melainkan tanggung jawab besar. Menurutnya, organisasi yang kuat hanya dapat bertahan jika pengurusnya kompak, ikhlas, profesional, dan konsisten memberi manfaat kepada masyarakat.
Pada periode kepengurusan 2025–2030, Al Hidayah akan fokus pada tiga agenda utama. Pertama, meningkatkan kualitas pengajian melalui penguatan interaksi dengan Al-Qur’an dan pendidikan karakter di keluarga. Kedua, mendorong pemberdayaan ekonomi dan digitalisasi perempuan agar semakin mandiri, kreatif, serta terlindungi dari risiko di era digital. Ketiga, memperkuat tata kelola organisasi melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi perempuan dan sinergi tingkat nasional, termasuk keterlibatan aktif dalam advokasi sosial serta kegiatan kemanusiaan.
“Selama ini, Pengajian Al Hidayah mendapatkan apresiasi dari Ketua Umum Bahlil Lahadalia karena ketulusan dan konsistensinya menjangkau berbagai daerah. Dengan semangat baru, kepengurusan Al Hidayah optimistis dapat terus menjadi teladan bagi perempuan Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat Prngajian Al Hidayah, Sri Suparni Bahlil turut menjelaskan bahwa sejalan dengan perkembangan zaman kerja dakwah dan sosial, kaum ibu pengajian juga harus memanfaatkan teknologi digital.
“Pengajian Al Hidayah harus menjadi pelopor transformasi digital, menginspirasi, mendidik dan menggerakkan ekosistem di bidang digital yang aman dan religius,” ujarnya.
Lebih lanjut, Istri dari Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia ini menuturkan, platform digital dan media sosial adalah sarana strategis untuk memperluas jangkauan dakwah memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah serta menghadirkan konten edukasi yang bermanfaat bagi umat bangsa dan negara
“Dengan ribuan kader di seluruh Indonesia Apabila teknologi dimanfaatkan secara tepat. Insyaallah cahaya Al Hidayah akan menjangkau lebih banyak masyarakat baik di majelis pengajian dalam kegiatan sosial maupun di ruang digital,” pungkasnya. (dil)




















