INDOPOSCO.ID – Tokoh Betawi, Biem Triani Benyamin, mengaku senang dan bangga SMAN 49 Jakarta bebas dari kasus perundungan dan kekerasan kekerasan murid dan guru. Menurutnya, nilai budaya Betawi yang mengedepankan sifat kesatria dan penjaga kedamaian menjadi salah satu unsur yang harus dikembangkan di sekolah untuk memastikan dan menjaga SMAN 49 Jakarta tetap bebas perundungan dan kekerasan.
“Saya apresiasi sekolah ini, selain sekolahnya berprestasi juga bebas kekerasan,” kata Biem Benyamin usai memberi motivasi kepada seluruh civitas akademika SMAN 49 Jakarta dalam perayaan Hari Guru, Selasa (25/11/2025).
Menurut Biem, nilai budaya Betawi yang menjunjung tinggi sifat kesatria memang harus dikembangkan di sekolah. Dia mencontohkan Silat Betawi, yang mendidik para pendekarnya untuk membela yang lemah dan menjaga perdamaian.
“Misalnya Silat Betawi itu justru tidak mengajarkan kekerasan, tetapi mengajarkan jiwa kesatria. Membela yang lemah. Insya Allah tidak ada perundungan dan kekerasan di sekolah jika budaya Betawi diajarkan dengan baik di seluruh sekolah Jakarta,” ujar pengusaha yang juga pendiri Bens Radio ini.
Dikatakan putra bungsu Benyamin Sueb ini, Pemprov DKI perlu memasukkan unsur budaya Betawi sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah. Hal itu penting untuk menjaga kelestarian budaya nenek moyang juga untuk memastikan nilai-nilai luhur Betawi tertanam di benak para anak didik.
Dalam perayaan Hari Guru tersebut, Biem juga mengucapkan Selamat Hari Guru dan memberi penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru atas pengabdian dan jasanya dalam mencerdaskan anak bangsa.
Di tempat yang sama, Wakil Kepala Sekolah SMAN 49 Jakarta, Muhammad Sofi mengatakan pihaknya bersyukur bahwa sejauh ini tidak ada perundungan dan kekerasan yang terjadi di sekolah tempat dia bertugas.
Selain penanaman nilai budaya yang baik ke para murid, kata Sofi, pihaknya juga proaktif menerapkan berbagai program secara konsisten untuk memastikan tidak ada perundungan di sekolah.
Mulai dari pemasangan poster anti kekerasan dan perundungan, sosialisasi rutin dari guru ke murid hingga mendatangkan petugas kepolisian untuk membantu sosialisasi anti kekerasan.
“Jadi polisi datang langsung dan berinteraksi dengan siswa, memberi pemahaman dan pengetahuan tentang pentingnya mencegah kekerasan dan perundungan,” katanya.
Selain itu, dukungan yang baik dari pihak Komite Sekolah juga turut mendukung kelancaran semua program yang dijalankan oleh pihak sekolah. Dia mengatakan, komunikasi yang lancar dan kerjasama yang baik antara sekolah dan Komite Sekolah membuat sekolah terbantu dan makin lancar dalam menjalankan aktivitas belajar mengajar sehari-hari.
“Alhamdulillah sejauh ini semua aman dan kondusif. Semoga ke depannya tetap berjalan dengan baik, kami butuh dukungan dari semua pihak. Baik itu orang tua murid maupun Komite Sekolah,” pungkasnya. (bro)










