• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

DPR Desak Penghapusan Kebijakan Kebijakan ‘Cut-Off’ dan Wujudkan ‘Real UHC’

Dilianto Editor Dilianto
Sabtu, 15 November 2025 - 09:10
in Nasional
Zainul-Munasichin

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin saat mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Kesehatan RI, dan mitra lainnya, Kamis (13/11/2025). Foto: DPR

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komisi IX DPR RI menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Kesehatan RI, Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, dan Direktur Utama BPJS Kesehatan pada Kamis (13/11/2025). Raker ini menjadi forum untuk mengevaluasi keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan peningkatan mutu layanan kesehatan. (skl)

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin menyoroti kebijakan Universal Health Coverage (UHC) status kepesertaan cut-off dan non-cut-off. Menurut Zainul, aturan ini menjadi penghalang bagi masyarakat untuk segera mendapatkan layanan kesehatan.”Ada peserta baru yang harus menunggu 14 hari sampai satu bulan hanya karena status UHC cut-off. Padahal orang sakit tidak bisa menunggu,” ujar Zainul dalam raker tersebut.

BacaJuga:

Indonesia-Brasil Perkuat Riset Semikonduktor, Unicamp Siap Tampung 10 Mahasiswa Pascasarjana

Data WNA Dinilai Belum Transparan, DPR Dorong Sistem Imigrasi Terbuka

Selain Sekolah dan Orang Tua, Platform Wajib Ciptakan Ruang Digital Ramah Anak

Menurutnya, kebijakan tersebut sudah tidak relevan dan lebih banyak menimbulkan kerugian (mudarat), sehingga sebaiknya dihapus. “Masyarakat jadi terlambat mendapatkan layanan kesehatan,” tambahnya

Zainul mendesak Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan untuk mewujudkan konsep riil UHC. Riil UHC berarti tidak ada satupun warga negara yang ditolak di rumah sakit dengan alasan apapun, baik karena tidak punya uang maupun status kepesertaan yang tidak aktif.

“Tidak ada satupun warga negara kita ini kalau datang ke rumah sakit itu ditolak. Karena dia enggak punya uang, karena dia nggak aktif, nggak ada lagi,” tegasnya seraya mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan adalah layanan dasar yang harus didapatkan masyarakat sama seperti Pendidikan. “Anda di cover kesehatannya karena Anda warga negara, titik,” tegasnya.

Dalam kesimpulan rapat pun, Komisi IX DPR RI secara tegas mendesak Kementerian Kesehatan RI untuk berkomitmen penuh dalam menjamin keberlanjutan program JKN, dengan memastikan tidak ada penolakan layanan oleh fasilitas kesehatan kepada masyarakat. Serta meningkatkan pengawasan terhadap mutu layanan, waktu tunggu, dan implementasi sistem rujukan agar lebih efisien dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

Mengenai gagasan Menteri Kesehatan untuk meng-cover pelayanan seluruh penduduk minimal di kelas 3, Zainul menilai ide ini sebagai langkah awal yang baik menuju Real UHC. Menurutnya, jika seluruh penduduk (sekitar 280 juta jiwa) di-cover dengan iuran per bulan senilai Rp42.000, total anggaran yang dibutuhkan hanya sekitar Rp 140 triliun, yang kemudian dapat digunakan untuk menutup biaya kesehatan tanpa diskriminasi status ekonomi.

“Langkah ini akan jaminan kesehatan yang benar-benar menjadi hak dasar setiap warga negara,” pungkasnya. (dil)

Tags: BPJS KesehatanDJSNMenkes

Berita Terkait.

mendikti
Nasional

Indonesia-Brasil Perkuat Riset Semikonduktor, Unicamp Siap Tampung 10 Mahasiswa Pascasarjana

Sabtu, 13 Juni 2026 - 02:20
wna
Nasional

Data WNA Dinilai Belum Transparan, DPR Dorong Sistem Imigrasi Terbuka

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:02
foto
Nasional

Selain Sekolah dan Orang Tua, Platform Wajib Ciptakan Ruang Digital Ramah Anak

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:55
forum
Nasional

Perlindungan Anak Jadi Agenda Bersama, Pengasuh Pesantren Nusantara Rumuskan Langkah Strategis

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:31
spmb
Nasional

SPMB 2026 Diserbu Pendaftar, SCALA by Metranet Klaim Sistemnya Mampu Tangani Lonjakan Akses

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:21
darunajah
Nasional

Hadiri Multaqa Pra-Kongres Umat Islam di Kediri, Pimpinan Darunnajah Tegaskan Posisi Pesantren dan Tanggung Jawab Negara

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:07

BERITA POPULER

  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    917 shares
    Share 367 Tweet 229
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    902 shares
    Share 361 Tweet 226
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1484 shares
    Share 594 Tweet 371
  • Menang atas Mozambik, Ranking Indonesia Kini Makin Baik

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.