INDOPOSCO.ID – Lebih dari 1.000 delegasi dari perguruan tinggi negeri, swasta, kedinasan, maupun luar negeri hadir dalam Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) atau Indonesia Higher Education Summit (HES) 2025.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Khairul Munadi menegaskan, bahwa tema yang diusung mencerminkan semangat kebersamaan seluruh perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, kolaboratif, dan berdampak.
“Konsolidasi dimaknai sebagai penyelarasan arah, kebijakan, dan visi bersama, sedangkan penguatan ekosistem menekankan kolaborasi nyata, pembelajaran bersama, serta berbagi praktik baik,” ujar Khairul di Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Ia menambahkan, bahwa saat ini pendidikan tinggi Indonesia tengah berada pada fase penting dalam sejarah pembangunan nasional. Tiga jalur pendidikan tinggi yaitu akademik, vokasi, dan profesi memegang peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan menghasilkan riset dan inovasi.
“Tema besar ini mencakup berbagai aspek strategis pendidikan tinggi, meliputi otonomi dan tata kelola berdaya saing; kepemimpinan transformasional; inovasi pembelajaran dan digitalisasi; serta internasionalisasi dan daya saing global,” bebernya.
Diketahui, Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) atau Indonesia Higher Education Summit (HES) 2025 mengusung tema “Kampus Berdampak: Konsolidasi dan Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi menuju Indonesia Emas 2045,”. Konferensi ini menjadi ruang konsolidasi untuk menyatukan langkah dan arah pengembangan pendidikan tinggi Indonesia.
Melalui forum ini, para pimpinan kampus akan saling berbagi praktik baik, berdialog dengan regulator, dan memperkuat jejaring kolaborasi nasional maupun internasional.
Melalui penyelenggaraan KPPTI 2025, diharapkan terbangun kesepahaman dan penguatan komitmen bersama antara perguruan tinggi dan pemangku kebijakan dalam memperkuat kontribusi pendidikan tinggi bagi pembangunan bangsa.
Forum ini bukan hanya menjadi ajang bertukar gagasan, tetapi juga wadah meneguhkan langkah menuju Indonesia Emas 2045. Forum ini akan menghasilkan berbagai policy brief dan komunikasi pendidikan tinggi Indonesia 2025. (nas)




















