• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

KKP Bangun Sinergi Lintas Sektor Kembangkan Industri Budidaya Kepiting Nasional

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 10 November 2025 - 18:15
in Nasional
WhatsApp Image 2025-11-10 at 16.56.11 copy

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu (dua dari kanan). Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat sinergi dengan berbagai mitra strategis untuk membangun industri budidaya kepiting berkelanjutan dan berorientasi ekspor.

Langkah yang dilakukan, menurut Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu, Senin (10/11/2025) melalui Forum Ilmiah Kepiting Berkelanjutan yang mempertemukan akademisi, peneliti, pemerintah daerah dan pusat, asosiasi usaha, serta pelaku industri.

BacaJuga:

RUU Jabatan Hakim Mendesak, Perppu Jadi Opsi Darurat

Dari Gerakan 1998 ke Kursi Guru Besar, Ismail Hasani Bicara Kepemimpinan yang Tunduk pada Konstitusi

Mendagri Tito Lantik Edi Nurhabad sebagai Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan BNPP

“Pembangunan industri kepiting tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan volume produksi, tetapi juga memastikan keberlanjutan sumber daya dan kelestarian lingkungan pesisir,” ujarnya.

Seiring meningkatnya permintaan global terhadap rajungan dan kepiting, Indonesia menghadapi tantangan berupa potensi penangkapan berlebihan di alam. Untuk menjaga keberlanjutan sumber daya, KKP mendorong menggeliatkan budidaya kepiting berkelanjutan dan edukasi kepada masyarakat pesisir.

Data ekspor menunjukkan bahwa rajungan dan kepiting merupakan komoditas strategis. Pada tahun 2024, keduanya tercatat sebagai komoditas ekspor perikanan terbesar keempat Indonesia setelah udang, tuna–cakalang–tongkol, dan cumi–sotong–gurita, dengan nilai mencapai USD513,35 juta atau sekitar 8,6 persen dari total ekspor perikanan Indonesia. Negara tujuan ekspor terbesar meliputi Tiongkok, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

“Peningkatan kebutuhan pasar ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat industri budidaya kepiting yang stabil dan berkelanjutan,” jelas Haeru.

Indonesia memiliki sejumlah sentra produksi budi daya kepiting yang potensial dan strategis. Kalimantan Timur tercatat sebagai wilayah dengan produksi tertinggi secara nasional dengan total produksi mencapai 9.801 ton, disusul Jawa Barat dengan produksi sebesar 3.007 ton, serta Sulawesi Selatan dengan produksi sebanyak 2.866 ton.

Untuk memperkuat pengembangan sektor tersebut, KKP telah membangun modeling budi daya kepiting di Pasuruan, Jawa Timur, seluas 30 hektare yang dikelola oleh Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo. Kawasan ini dirancang sebagai model teknologi budidaya kepiting yang berorientasi pada peningkatan produktivitas dan efisiensi.

Haeru menegaskan pencapaian target pengembangan industri budidaya kepiting berkelanjutan tersebut dapat diwujudkan melalui sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Kolaborasi dan peran yang saling melengkapi tersebut merupakan kunci keberhasilan dalam mewujudkan industri budidaya kepiting yang berkelanjutan, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ucap Tebe.

Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia sekaligus anggota DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri, menegaskan Indonesia punya modal kuat karena memiliki ekosistem mangrove terluas dan pasar ekspor perikanan yang besar. Sehingga menurutnya, investasi pada budi daya rajungan merupakan peluang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Indonesia dapat menjadi produsen kepiting terbesar di dunia dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, selama riset, pembenihan, industrialisasi hatchery, pembiayaan, serta kemitraan antara pemerintah, kampus, pelaku usaha, dan swasta dapat berjalan seimbang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Prof. Yushinta Fujaya dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin Makassar. Apalagi teknologi pembenihan dan pembesaran kepiting sudah dikuasai Indonesia.

Tantangannya justru pada hilirisasi teknologi dan diseminasi kepada masyarakat, dan salah satu pendekatan yang terbukti efektif menurutnya adalah konsep crab silvofishery, yakni kegiatan budidaya kepiting yang dilakukan di lingkungan mangrove.

“Jka masyarakat dapat memperoleh penghasilan dari budidaya di kawasan mangrove, maka mereka akan turut menjaga ekosistem tersebut, sehingga ekonomi dan konservasi dapat berjalan beriringan,” ujarnya.

Sementar itu, Ketua Asosiasi Pengelolaan Rajungan Indonesia (APRI), Kuncoro C. Nugroho, menyampaikan keberlanjutan sumber daya rajungan dapat dicapai apabila pelaku usaha, pembeli, dan pemerintah terus menjaga keseimbangan antara permintaan pasar dan ketersediaan stok di alam.

Untuk itu dia menekankan pentingnya penelitian dan pengembangan budidaya rajungan sehingga menghasilkan produk berkualitas yang setara dengan hasil tangkapan alam dan mampu memenuhi kebutuhan ekspor. (ney)

Tags: Budidaya KepitingKementerian Kelautan dan PerikananKKP

Berita Terkait.

brin
Nasional

RUU Jabatan Hakim Mendesak, Perppu Jadi Opsi Darurat

Rabu, 30 September 2026 - 18:08
ismail
Nasional

Dari Gerakan 1998 ke Kursi Guru Besar, Ismail Hasani Bicara Kepemimpinan yang Tunduk pada Konstitusi

Rabu, 30 September 2026 - 17:07
tito
Nasional

Mendagri Tito Lantik Edi Nurhabad sebagai Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan BNPP

Rabu, 30 September 2026 - 16:26
Masyarakat Tidak Panik, DPR Minta Kewaspadaan Influenza Diperkuat
Nasional

Masyarakat Tidak Panik, DPR Minta Kewaspadaan Influenza Diperkuat

Rabu, 30 September 2026 - 14:05
Pendaftaran TKA 2026 Ditutup, Peserta Lengkap Naik Hampir 350 Ribu
Nasional

Pendaftaran TKA 2026 Ditutup, Peserta Lengkap Naik Hampir 350 Ribu

Rabu, 30 September 2026 - 13:45
Bandung Dipilih Jokowi untuk Umumkan Gabung PSI, Ada Pesan Politik di Baliknya
Nasional

Bandung Dipilih Jokowi untuk Umumkan Gabung PSI, Ada Pesan Politik di Baliknya

Rabu, 30 September 2026 - 12:55

OLAHRAGA

Sabet Emas Ketiga Indonesia, Todotua Pasaribu: Perjuangan Belum Selesai!
Olahraga

Sabet Emas Ketiga Indonesia, Todotua Pasaribu: Perjuangan Belum Selesai!

Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 30 September 2026 - 08:30

INDOPOSCO.ID – Kontingen Indonesia terus menambah pundi-pundi medali di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Keberhasilan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel...

SelengkapnyaDetails
Jawab Kepercayaan di Menit Akhir, Leo/Daniel Sabet Emas Ketiga Indonesia di Asian Games 2026

Jawab Kepercayaan di Menit Akhir, Leo/Daniel Sabet Emas Ketiga Indonesia di Asian Games 2026

Rabu, 30 September 2026 - 07:53
Jaga Asa ke Final, Indonesia Wajib Pesta Gol ke Gawang Bangladesh

Jaga Asa ke Final, Indonesia Wajib Pesta Gol ke Gawang Bangladesh

Selasa, 29 September 2026 - 15:30
ganda

Amri/Nita Naik Level Usai Persembahkan Perak Buat Tim Indonesia di Asian Games 2026

Selasa, 29 September 2026 - 13:52
jasmine

Jasmine Azzahra Raih Perunggu BMX Racing di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Selasa, 29 September 2026 - 11:11

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3916 shares
    Share 1566 Tweet 979
  • Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3887 shares
    Share 1555 Tweet 972
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1127 shares
    Share 451 Tweet 282
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1009 shares
    Share 404 Tweet 252
  • Kasus Keracunan MBG Berulang, DPR Hanya Minta BGN Benahi Tata Kelola

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.