INDOPOSCO.ID – Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan erupsi yang menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 800 meter dari puncak gunung pada Senin pagi.
“Erupsi Gunung Semeru terjadi pukul 04.36 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 800 meter di atas puncak atau berada di ketinggian 4.476 meter di atas permukaan laut,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Ia menjelaskan bahwa kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, mengarah ke timur laut. “Letusan ini terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 131 detik,” tambahnya.
Aktivitas vulkanik Semeru masih cukup tinggi. Berdasarkan hasil pemantauan pada Minggu (9/11), tercatat 135 kali gempa letusan dengan amplitudo 10–23 mm dan durasi antara 54–156 detik. Selain itu, terdapat 13 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–8 mm dan durasi 37–100 detik.
Sigit menuturkan bahwa status Gunung Semeru saat ini masih berada pada level Waspada (Level II). Karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius delapan kilometer dari puncak.
Di luar jarak tersebut, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, sebab wilayah tersebut berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat diminta menghindari area dalam radius tiga kilometer dari kawah karena berisiko terkena lontaran material pijar.
“Kami juga mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi awan panas, aliran lava, serta lahar hujan di sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru — terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat — serta di anak-anak sungai yang terhubung dengan aliran tersebut,” jelasnya dilansir Antara. (aro)








