• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Situasi di Sudan Kian Brutal, PBB Serukan Tindakan Internasional

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 9 November 2025 - 19:01
in Headline
PBB

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM) Volker Turk. Foto : Antara/Murtadha Al Sudani/Anadolu/pri

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk, menyampaikan keprihatinannya atas kekerasan yang terus terjadi di El-Fasher, Sudan, dan memperingatkan bahwa kekejian serupa juga tengah berlangsung di wilayah Kordofan.

Turk menyebut, praktik kekerasan mengerikan seperti eksekusi singkat, pemerkosaan, dan serangan bermotif etnis masih berlangsung di El-Fasher. Banyak warga sipil terjebak di kota tersebut dan dilarang meninggalkan tempat itu.

BacaJuga:

Luncurkan Rudal ke Wilayah Israel, Houthi Resmi Terlibat Eskalasi Konflik Amerika dan Iran

Arus Balik Dijaga Ketat, Korlantas Siapkan Skenario One Way Berlapis

Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Penumpang Kereta Tembus 250 Ribu per Hari

“Bagi mereka yang berhasil melarikan diri, kekerasan tetap mengancam karena rute pelarian menjadi lokasi terjadinya kekejian yang sulit dibayangkan,” ujar Turk.

Ia juga menekankan peringatan serius terkait insiden kekerasan yang meningkat di Kordofan. Sejak Pasukan Dukungan Cepat (RSF) menguasai El-Fasher, jumlah korban sipil, kerusakan infrastruktur, dan pengungsian massal terus bertambah. Turk menyebut belum ada tanda-tanda meredanya konflik.

“Situasi saat ini justru menunjukkan persiapan untuk eskalasi pertempuran lebih lanjut, dengan konsekuensi yang sangat berat bagi masyarakat yang sudah lama menderita,” katanya.

Turk menyerukan agar kekerasan di Darfur dan Kordofan segera dihentikan dan menekankan perlunya tindakan tegas dari komunitas internasional.

Dalam beberapa pekan terakhir, pertempuran meningkat di tiga negara bagian Kordofan, memaksa ribuan warga sipil mengungsi.

RSF merebut El-Fasher, ibu kota Darfur Utara, pada 26 Oktober lalu. Menurut laporan lokal dan internasional, serangan itu menimbulkan pembantaian terhadap warga sipil dan dikhawatirkan memperkuat fragmentasi wilayah Sudan secara geografis seperti dilansir Anadolu melalui Antara.

Sejak 15 April 2023, tentara Sudan dan RSF telah terlibat konflik bersenjata yang belum berhasil dihentikan melalui mediasi regional maupun internasional. Perang ini telah menewaskan ribuan orang dan memaksa jutaan lainnya mengungsi. (aro)

Tags: konflikpbbSudan

Berita Terkait.

selat
Headline

Luncurkan Rudal ke Wilayah Israel, Houthi Resmi Terlibat Eskalasi Konflik Amerika dan Iran

Sabtu, 28 Maret 2026 - 20:44
oneway
Headline

Arus Balik Dijaga Ketat, Korlantas Siapkan Skenario One Way Berlapis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:53
Akhir Pekan Ini Jakarta Masih Berpotensi Diguyur Hujan
Headline

Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Penumpang Kereta Tembus 250 Ribu per Hari

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:46
Bekuk Saint Kitts & Nevis 4-0, Indonesia Kirim Sinyal Bahaya ke Final FIFA Series
Headline

Bekuk Saint Kitts & Nevis 4-0, Indonesia Kirim Sinyal Bahaya ke Final FIFA Series

Jumat, 27 Maret 2026 - 22:22
Bertemu di Istana Negara, Prabowo dan Anwar Ibrahim Bahas Konflik Global hingga Stabilitas Kawasan
Headline

Bertemu di Istana Negara, Prabowo dan Anwar Ibrahim Bahas Konflik Global hingga Stabilitas Kawasan

Jumat, 27 Maret 2026 - 21:16
Sebut Mundurnya Kabais TNI jadi Contoh Baik, Komisi I Minta Ungkap Aktor Intelektual Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Headline

Sebut Mundurnya Kabais TNI jadi Contoh Baik, Komisi I Minta Ungkap Aktor Intelektual Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Jumat, 27 Maret 2026 - 21:03

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1237 shares
    Share 495 Tweet 309
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    952 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    739 shares
    Share 296 Tweet 185
  • Kasus Pembunuhan di Tambrauw Terungkap, Polisi Tetapkan Satu Tersangka dari 12 Saksi

    672 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.