INDOPOSCO.ID – Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta menegaskan arah kebijakan transportasi Ibu Kota kini difokuskan pada integrasi sistem, efisiensi energi, dan peningkatan penggunaan angkutan umum.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dishub DKI, Susilo Dewanto, menjelaskan bahwa transformasi transportasi publik Jakarta tak sekadar soal peningkatan layanan bus, tetapi juga membangun kota yang bersih, efisien, dan berkelanjutan.
“Transjakarta kini memasuki fase baru dengan pengoperasian bus listrik sebagai komitmen terhadap energi bersih dan pengurangan emisi,” kata Susilo kepada wartawan Rabu (5/11/2025).
Menurutnya, perubahan ini merupakan kelanjutan dari kebijakan ramah lingkungan yang sudah dimulai sejak program Langit Biru pada 2005 dan diperkuat lewat Perda No. 5 Tahun 2014.
Selain elektrifikasi armada, Dishub DKI juga memperkuat sistem transportasi terintegrasi melalui JakLingko dengan enam pilar utama yakni integrasi fisik, jadwal, rute, data, pembayaran, dan tarif.
Penerapan tarif maksimal Rp10.000 untuk tiga jam perjalanan pun menjadi strategi menjaga keterjangkauan warga tanpa mengorbankan keberlanjutan bisnis.
“Targetnya, pengguna transportasi publik meningkat dari 22 persen menjadi 55–60 persen pada 2045–2050,” ujarnya.
Susilo menegaskan, arah kebijakan transportasi Jakarta kini menempatkan pejalan kaki dan pesepeda sebagai prioritas utama, sejalan dengan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan.
“Jakarta juga menjadi rujukan nasional dalam pengembangan sistem transportasi publik berkelanjutan,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Welfizon Yusa, menambahkan bahwa pihaknya kini mengusung konsep Bersih, Berdaya, dan Bestari sebagai bentuk adaptasi prinsip ESG.
“Bersih berarti ramah lingkungan lewat elektrifikasi armada, Berdaya berarti berpihak pada ekonomi lokal, dan Bestari berarti akses layanan yang setara untuk semua,” jelas Welfizon.
Transjakarta kata Welfizon juga menargetkan 100 persen bus listrik pada 2030.
“Hingga kini, perusahaan telah menanam lebih dari 50.000 pohon mangrove sebagai bagian dari komitmen hijau,” kata dia.
Welfizon menambahkan, strategi ke depan dirumuskan lewat konsep Triple S (Service, Strategic Partnership, dan Sustainability).
Digitalisasi layanan juga terus dikembangkan, termasuk lewat TJ Apps yang sudah diunduh lebih dari 1 juta kali dan sistem internal Syntra, DMS, serta ADAS untuk keselamatan pramudi.
“Fokus kami adalah membangun transportasi publik yang tidak hanya efisien dan inklusif, tapi juga menjadi penggerak ekonomi hijau Jakarta,” pungkasnya. (fer)




















