• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Burson: Gotong Royong dan Teknologi Jadi Kunci Masa Depan Indonesia Emas 2045

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 4 November 2025 - 10:55
in Ekonomi
burson

Lapotan Regeneration yang dirilis oleh Burson. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Masa depan Indonesia akan ditentukan oleh semangat gotong royong, kolaborasi lintas generasi, dan pemanfaatan teknologi yang inklusif. Hal itu menjadi benang merah dalam laporan terbaru bertajuk Regeneration yang dirilis perusahaan komunikasi global Burson di Jakarta.

CEO Burson Indonesia Marianne Admardatine menegaskan, Indonesia kini berada di titik krusial menuju visi Indonesia Emas 2045.

BacaJuga:

OKX Satukan Pasar Saham Tokenisasi, Likuiditas Diklaim Lebih dalam dan Trading Nonstop

AAKLESIA Temui Irjen Kemendag, Dorong Regulasi Logistik dan E-Commerce Lebih Adaptif

Mendag Dorong 4 Perjanjian Dagang Segera Berlaku, Ekspor RI Berpeluang Melonjak

“Melalui laporan Regeneration, kami menghadirkan pandangan berbasis riset dan teknologi AI untuk mempercepat kemajuan bangsa sekaligus memperkuat reputasi Indonesia di dunia internasional,” ujar Marianne saat peluncuran laporan Regeneration tersebut di Jakarta belum lama ini.

Laporan Regeneration diketahui disusun berdasarkan empat pilar utama yang membentuk masa depan Indonesia, yaitu lingkungan, ekonomi, teknologi, dan kepemimpinan. Setiap pilar mencerminkan tantangan dan peluang yang saling berkaitan.

Ketahanan Lingkungan
Masyarakat Indonesia lintas generasi menilai bahwa faktor-faktor nyata seperti udara dan air bersih serta kesehatan masyarakat menjadi indikator utama kualitas lingkungan hidup.

“Mereka juga percaya bahwa kepemimpinan dan semangat gotong royong sangat penting untuk menjaga lingkungan,” bunyi laporan tersebut.

Sebanyak 80 persen responden menilai faktor yang nyata lebih memengaruhi kesadaran terhadap kualitas lingkungan dibandingkan komitmen perubahan iklim yang sering dianggap abstrak. Selain itu, 91 persen responden setuju bahwa pemimpin memegang peran krusial dalam menggerakkan aksi lingkungan, sementara 75 persen menekankan pentingnya keterampilan kepemimpinan untuk menghadapi tantangan lingkungan dan sosial.

Dalam aspek ekonomi, banyak responden menegaskan bahwa pelaku usaha memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian nasional. Namun, persepsi publik terhadap korporasi di Indonesia masih cenderung negatif.

Untuk mengubah pandangan tersebut, perusahaan perlu menunjukkan inisiatif yang transparan dan terukur, terutama di bidang keberlanjutan lingkungan.

Sebanyak 89 persen responden berlatar belakang akademik menyatakan bahwa bumi harus dipandang sebagai pemangku kepentingan utama dalam pengambilan keputusan perusahaan. Lebih dari 50 persen responden juga berpendapat bahwa korporasi perlu menerapkan praktik produksi berkelanjutan, menciptakan produk daur ulang, dan meminimalkan limbah.

Bagi masyarakat Indonesia, kemajuan teknologi harus diintegrasikan dalam proses pembelajaran untuk membentuk tenaga kerja yang kompeten di era ekonomi digital. Sebanyak 68 persen responden menyatakan bahwa teknologi berpotensi mengurangi ketimpangan ekonomi dan sosial, sementara 62 persen menilai generasi Milenial memiliki kreativitas, daya adaptasi, dan keterampilan digital yang diperlukan untuk menghadapi tantangan teknologi.

Laporan Regeneration juga menekankan pentingnya growth mindset, yaitu pola pikir yang berfokus pada pembelajaran dan peningkatan berkelanjutan. Untuk mengadopsinya, masyarakat perlu meninggalkan cara pandang lama dan membuka diri terhadap perspektif baru.

Generasi Z diharapkan dipandang sebagai generasi visioner yang berani menantang stigma, bukan generasi yang hanya menuntut. Kecerdasan buatan (AI) juga dipandang bukan sebagai ancaman, melainkan pemicu kreativitas dan inovasi.

Selain itu, 55 persen responden, terutama dari kalangan Gen Z, menunjukkan kepedulian kuat terhadap keadilan sosial. Hal ini mencerminkan tanggung jawab kolektif seluruh masyarakat dalam membangun masa depan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Di tengah perkembangan teknologi dan kompleksitas tantangan global, Indonesia membutuhkan generasi pemimpin baru yang adaptif, visioner, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Temuan Burson menunjukkan bahwa Milenial dinilai paling siap mengambil peran kepemimpinan dan mendorong inovasi, khususnya pada isu lingkungan (39 persen) dan teknologi (48 persen). Lebih dari 40 persen responden juga menyatakan bahwa Gen Z akan menjadi generasi pemimpin berikutnya berkat komitmen mereka terhadap keberlanjutan.

Untuk mengoptimalkan potensi kepemimpinan, generasi muda perlu menajamkan keterampilan penting seperti kecerdasan emosional, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kompetensi lintas budaya, dan ketangguhan mental. Pemimpin masa depan juga harus mengutamakan keberlanjutan, etika, keberagaman dan inklusi, serta memiliki wawasan global untuk menciptakan dunia yang lebih baik.

Peran generasi sebelumnya, seperti Gen X dan Baby Boomers, tetap krusial dalam membentuk generasi penerus. Dengan menumbuhkan inklusi, dialog terbuka, rasa saling menghormati, dan semangat belajar, generasi senior dapat membantu mencetak calon pemimpin yang lebih matang dan berwawasan luas.

Kemudian, dalam laporan itu dijelaskan bahwa hampir seluruh responden, yaitu 97 persen, sepakat bahwa investasi pada pertumbuhan dan pengembangan sumber daya manusia merupakan faktor kunci untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Burson menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor dan lintas generasi harus menjadi motor utama dalam menciptakan perubahan yang berdampak nyata di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi hijau, hingga transformasi digital.

“Laporan Regeneration ini menandai paradigma baru dalam membangun Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan. Kami berkomitmen menghadirkan solusi strategis berbasis riset agar bisnis dan masyarakat bisa tumbuh bersama,” kata Harry Deje, Chief Operating Officer Burson Indonesia. (srv)

Tags: BursonIndonesia Emas 2045Teknologi

Berita Terkait.

OKX
Ekonomi

OKX Satukan Pasar Saham Tokenisasi, Likuiditas Diklaim Lebih dalam dan Trading Nonstop

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:06
Muhammad-Chozin
Ekonomi

AAKLESIA Temui Irjen Kemendag, Dorong Regulasi Logistik dan E-Commerce Lebih Adaptif

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:45
Mendag
Ekonomi

Mendag Dorong 4 Perjanjian Dagang Segera Berlaku, Ekspor RI Berpeluang Melonjak

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:44
Wilayah 3T Diprioritaskan, Mendikdasmen Percepat Revitalisasi Sekolah di NTT
Ekonomi

Pemerintah Genjot Kesejahteraan Petani dengan KUR Tanpa Agunan dan Penguatan Kelembagaan

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:03
nira
Ekonomi

Gula Kelapa Organik Produksi UMKM Magelang Tembus Pasar Malaysia

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:12
menkop
Ekonomi

Menkop Tegaskan Penguatan Koperasi Saat Berdialog dengan Penggerak Koperasi di Pamekasan

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:28

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3187 shares
    Share 1275 Tweet 797
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2773 shares
    Share 1109 Tweet 693
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
  • Hasil Piala Dunia: Hat-trick Bukayo Saka Antar Inggris Raih Perunggu

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.