INDOPOSCO.ID – Komitmen PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dalam mendukung transisi menuju energi bersih terus diwujudkan. Perusahaan tambang batu bara milik negara itu kembali menorehkan langkah nyata dengan meresmikan dua Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Irigasi di Desa Matas dan Desa Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel).
Dua proyek ramah lingkungan ini bukan sekadar infrastruktur energi, tetapi juga napas baru bagi sektor pertanian desa. Dengan sumber energi dari sinar matahari, lahan pertanian kini bisa diairi lebih efisien tanpa bergantung pada bahan bakar fosil.
Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PTBA, Ihsanuddin Usman, menjelaskan bahwa pembangunan PLTS Irigasi merupakan wujud nyata kontribusi perusahaan dalam memperluas pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) di tengah masyarakat.
“Hingga saat ini, PTBA telah membangun 11 PLTS Irigasi di sekitar wilayah operasional, antara lain di Nanjungan, Muara Lawai, Tanjung Raja, Karang Raja, dan Tanjung Agung, dengan total penerima manfaat sebanyak 1.169 petani dan luas lahan yang terairi kurang lebih mencapai 639 hektar,” tutur Ihsanuddin dalam keterangan, Minggu (26/10/2025).
Menurutnya, pembangunan ini bukan akhir dari perjalanan. PTBA masih melanjutkan proyek serupa di Muara Gula Baru, Kepur, dan Muara Lawai Seberang. Langkah ini sejalan dengan tujuan mulia PTBA untuk mendukung pemerintah dalam mempercepat transisi energi bersih serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lebih jauh, Ihsanuddin optimistis PLTS Irigasi mampu menggandakan hasil panen petani. “Dengan adanya PLTS ini, diharapkan produktivitas petani di Desa Matas dan Tanjung Karangan meningkat dari satu menjadi dua hingga tiga kali panen per tahun, dengan potensi tambahan hasil sekitar 200–300 ton gabah kering giling per tahun,” ujar Ihsanuddin.
Tak hanya mendorong ekonomi, proyek ini juga berkontribusi bagi kelestarian lingkungan. “Selain memberikan manfaat ekonomi bagi kurang lebih 64 petani, PLTS Irigasi ini juga turut mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan, serta berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon,” tambahnya.
Langkah hijau PTBA ini menuai apresiasi luas. Gubernur Sumsel, Herman Deru menilai kontribusi tersebut tidak hanya sejalan dengan arah kebijakan energi bersih nasional, tetapi juga memperkuat kemandirian desa.
“Kontribusi PTBA ini tidak hanya mendukung energi bersih, tetapi juga memberdayakan masyarakat desa melalui peningkatan produktivitas pertanian,” kata Herman.
Sementara itu, Bupati Muara Enim, Edison, menegaskan bahwa keberadaan PLTS Irigasi menjadi bukti nyata peran PTBA dalam pembangunan daerah.
Kebahagiaan pun terpancar dari warga setempat. Kepala Desa Matas, Mulyadi, mengungkapkan rasa syukur atas perubahan besar yang dirasakan petani.
“Dulu kami sering kesulitan air bahkan khawatir gagal panen. Sekarang kami tenang karena irigasi sudah terjamin. Kami siap menjaga dan memanfaatkan PLTS ini agar manfaatnya terus berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Mulyadi.
Dua PLTS Irigasi ini mulai dibangun pada Mei 2025 dan rampung pada Agustus 2025, masing-masing berkapasitas 11,8 kilowatt peak dengan 20 panel surya yang berdiri di atas lahan seluas 150 meter persegi, mampu mengairi sekitar 20 hektar sawah per desa.
PLTS Irigasi Matas dan Tanjung Karangan serta sembilan PLTS irigasi lainnya yang telah dibangun PTBA menjadi model penerapan energi baru terbarukan berbasis masyarakat, sejalan dengan komitmen PTBA mewujudkan pembangunan berkelanjutan di sektor energi dan pemberdayaan masyarakat. (her)




















