INDOPOSCO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera menyiapkan tambahan lahan makam.
Langkah ini mendesak dilakukan lantaran sebagian besar Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jakarta sudah melampaui kapasitas.
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengungkapkan, berdasarkan paparan dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut), dari total 80 TPU yang ada di Jakarta, sebanyak 69 di antaranya sudah tidak dapat menampung jenazah baru.
“Kalau dibiarkan, dalam tiga tahun ke depan lahan pemakaman di Jakarta bisa habis. Karena itu, Komisi D sepakat mengaktifkan kembali anggaran pembebasan lahan pemakaman yang sebelumnya sempat dihapus,” ujar Yuke di Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Menurut Yuke, kebutuhan lahan makam merupakan pelayanan dasar masyarakat yang tidak dapat ditunda.
Ia menilai pemerintah harus mempersiapkan langkah antisipatif agar tidak menimbulkan persoalan sosial di kemudian hari.
“Kematian itu tidak bisa diatur waktunya. Kalau tidak ada makam, pemerintah yang akan kesulitan. Jadi harus disiapkan dari sekarang,” tegasnya.
Lanjutnya, Komisi D DPRD DKI Jakarta pun berkomitmen untuk mengawal rencana penganggaran tambahan lahan pemakaman agar menjadi prioritas dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026.
“Usulan anggaran yang akan dimunculkan kembali diperkirakan mencapai Rp100 miliar, sesuai dengan pengajuan sebelumnya,” ucapnya.
Terpisah, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera menyelesaikan persoalan lahan Taman Pemakaman Umum (TPU) yang kini semakin menumpuk.
Pramono mengaku telah menginstruksikan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta agar mencari solusi pembukaan lahan TPU baru di lokasi yang memungkinkan.
Saat ini, lanjutnya, hanya tersisa sekitar 11 TPU yang masih dapat menerima jenazah tanpa harus ditumpuk.
“Inilah problem riil sebagai salah satu kota besar yang ada di Jakarta dan saya menyampaikan apa adanya. Sehingga dengan demikian, kami akan mencari solusi agar membuka TPU-TPU baru,” pungkasnya. (fer)




















