• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

DPR: Tak Adil Jika Hamas Diminta Melucuti Senjata Sementara Israel Masih Menyerang Gaza

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 21 Oktober 2025 - 10:36
in Internasional
IMG-20251021-WA0024

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta. (dok pribadi)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menilai langkah perdamaian dengan menerapkan kelompok pejuang Palestina, Hamas, untuk melucuti senjatanya tidak adil selama Israel masih terus melakukan serangan ke wilayah Gaza. Ia menegaskan, gencatan senjata yang disepakati kedua belah pihak telah berulang kali dilanggar oleh Israel.

“Gencatan senjata tercederai oleh ulah Israel yang masih menembaki warga Gaza yang dituduh melanggar perjanjian. Tentara Israel masih begitu ringan tangan menembaki warga Gaza. Nyawa warga Gaza seolah tidak ada harganya di mata Israel, bahkan di masa transisi perdamaian,” ujar Sukamta dalam keteranannya kepada INDOPOSCO.ID, Selasa (21/10/2025)

BacaJuga:

Mewakili Indonesia di Kancah Internasional, Pegadaian Sabet Penghargaan Internasional IPMA Global Project Excellence Award 2026

Catwalk Batik di Ottawa, Undang Decak Kagum Warga Kanada

Di Sidang PBB, Menlu RI Gaungkan Ketahanan Nasional dan Dukungan Palestina

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, situasi yang tidak seimbang ini membuat upaya perdamaian sulit tercapai. Ia menilai desakan agar Hamas melucuti senjata tanpa adanya jaminan keamanan bagi warga Palestina merupakan tindakan yang tidak rasional.

Israel, ucapnya, telah melanggar gencatan senjata lebih dari 48 kali dalam beberapa hari terakhir, yang menyebabkan 38 warga Palestina gugur sebelum gelombang serangan terbaru ini. Israel juga memblokade bantuan kemanusiaan.

“Tidak fair jika Hamas diwajibkan menyerahkan senjatanya sementara Israel tetap bebas menembaki Gaza. Tanpa jaminan keamanan yang kuat, proses perdamaian akan sulit, bahkan mustahil terwujud,” kata Sukamta.

Ia menambahkan, kemerdekaan penuh bagi Palestina merupakan syarat mutlak untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan. Dengan status sebagai negara berdaulat, Palestina dapat membentuk angkatan bersenjata nasional yang bertugas menjaga kedaulatannya.

“Jika Palestina merdeka dan memiliki militer nasional, maka Hamas tentu akan menyerahkan senjatanya. Karena fungsi pertahanan sudah diambil alih oleh negara yang sah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sukamta menyinggung prinsip klasik si vis pacem, para bellum “jika ingin damai, bersiaplah untuk perang” sebagai bentuk refleksi atas pentingnya kekuatan pertahanan dalam menjaga kedaulatan. “Tanpa kekuatan militer yang memadai, suatu bangsa akan selalu lemah dan mudah ditindas,” ujarnya.

Sukamta juga menyoroti proses pertukaran sandera antara Israel dan Hamas yang belakangan dilakukan. Ia menyebut laporan dari Gaza menunjukkan dugaan penyiksaan terhadap sandera Palestina yang tewas sebelum dikembalikan.

“Bekas-bekas penyiksaan terlihat jelas di tubuh para sandera. Ada dugaan serangan terbaru Israel ke Gaza dilakukan untuk menutupi kejahatan tersebut,” ungkapnya.

Dalam konteks diplomasi internasional, Sukamta mendorong pemerintah Indonesia untuk berperan aktif menekan Amerika Serikat agar bersikap lebih tegas terhadap Israel. Ia menilai pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyebut “perang telah berakhir” harus dibuktikan dengan langkah konkret.

“Presiden Prabowo perlu mendesak Presiden Trump agar menekan Israel mematuhi kesepakatan gencatan senjata. Jangan hanya berhenti pada pernyataan politik, tapi harus ada tindakan nyata untuk menghentikan kekerasan dan mengakui kemerdekaan penuh Palestina,” pungkasnya. (dil)

Tags: DPRgazaHamasisrael

Berita Terkait.

gadai
Internasional

Mewakili Indonesia di Kancah Internasional, Pegadaian Sabet Penghargaan Internasional IPMA Global Project Excellence Award 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:45
Catwalk Batik di Ottawa, Undang Decak Kagum Warga Kanada
Internasional

Catwalk Batik di Ottawa, Undang Decak Kagum Warga Kanada

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:18
Di Sidang PBB, Menlu RI Gaungkan Ketahanan Nasional dan Dukungan Palestina
Internasional

Di Sidang PBB, Menlu RI Gaungkan Ketahanan Nasional dan Dukungan Palestina

Rabu, 30 September 2026 - 12:12
DPD RI Dorong Pengakuan Masyarakat Adat Papua Tak Berhenti di Jenewa
Internasional

DPD RI Dorong Pengakuan Masyarakat Adat Papua Tak Berhenti di Jenewa

Minggu, 27 September 2026 - 22:06
Kecam Narasi Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB, Komisi I Tawarkan 3 Pilar Solusi Strategis untuk Papua
Internasional

Kecam Narasi Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB, Komisi I Tawarkan 3 Pilar Solusi Strategis untuk Papua

Minggu, 27 September 2026 - 19:04
Pengamat: Indonesia Konsisten Perjuangkan Kemerdekaan Palestina
Internasional

Pengamat: Indonesia Konsisten Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

Minggu, 27 September 2026 - 18:05

OLAHRAGA

novendra
Olahraga

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Editor Dilianto
Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13

INDOPOSCO.ID – Papan catur menjadi panggung persaingan sekaligus tempat Percasi DKI Jakarta memetakan kekuatan menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-51....

SelengkapnyaDetails
PB FORKI

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07
timnas

Soal Bonus Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Kata Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:06
John Herdman Ungkap Alasan Pilih para Bek Jadi Eksekutor Penalti Timnas Indonesia

John Herdman Ungkap Alasan Pilih para Bek Jadi Eksekutor Penalti Timnas Indonesia

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:21

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2713 shares
    Share 1085 Tweet 678
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1209 shares
    Share 484 Tweet 302
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    971 shares
    Share 388 Tweet 243
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    859 shares
    Share 344 Tweet 215
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.