• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pakar: Tanpa Sinergi Riset Lintas Kementerian, Ketahanan Pangan Sulit Dicapai

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 12 Oktober 2025 - 19:29
in Nasional
pakar

Pakar Pangan Universitas Andalas, Muhammad Makky memberikan keterangan pers terkait ketahanan pangan kepada INDOPOSCO.ID, Sabtu (11/10/2025). Foto: Herry Rosadi/INDOPOSCO.ID

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah perlu menata ulang arah riset dan kebijakan pangan nasional agar tidak tersebar ke berbagai arah tanpa fokus. Hal itu disampaikan oleh pakar pangan Universitas Andalas, Muhammad Makky, dalam diskusi publik bertajuk “1 Tahun Pemerintahan Prabowo, Apa Kabar Ketahanan Pangan?” yang digelar oleh Lembaga Survei KedaiKOPI, Sabtu (11/10/2025).

Makky menegaskan, penguatan ketahanan pangan nasional seharusnya dimulai dari sektor hulu. Ia menilai, riset yang berfokus pada inovasi di bidang ketersediaan bibit, pupuk, transportasi, distribusi, dan penyimpanan merupakan fondasi utama yang selama ini belum dioptimalkan oleh pemerintah.

BacaJuga:

Jangan Cuma Bergelar, Guru Besar Ditantang Jadi Mesin Solusi Bangsa

Sekolah Rakyat Tak Berhenti di Bangku SMA, 35 Lulusannya Dijamin Kuliah Gratis

Kekeringan Meluas, Daerah Bekasi, Banjarnegara dan Bima Mulai Krisis Air Bersih

“Riset-riset yang paling utama itu sebenarnya adalah di sektor hulu dahulu. Karena misalnya ketersediaan bibit, pupuk, transportasi, distribusi, penyimpanan itu cukup penting,” ujar Makky kepada INDOPOSCO, Sabtu (11/10/2025).

Namun, ia mengingatkan agar sektor hilir tidak diabaikan sepenuhnya. Hilirisasi, kata Makky, justru bisa memberikan nilai tambah signifikan bagi petani dan pelaku usaha kecil di sektor pangan.

“Kalau tidak ada hilirisasi, sederhana saja dari gabah menjadi beras. Itu tidak ada nilai tambah. Kita hanya maksimum pendapatan di Rp6.500 per kilogram (kg), tapi kalau jadi beras bisa Rp13.000–Rp14.000 per kg. Lebih tinggi, untung dong petani,” jelasnya.

Makky juga menyoroti kurangnya sinkronisasi riset antarperguruan tinggi dan lembaga pemerintah. Menurutnya, peneliti di kampus memiliki banyak topik menarik, tetapi belum diarahkan untuk menjawab prioritas nasional yang konkret.

“Kalau pemerintah punya program khusus, seluruh peneliti di perguruan tinggi dan pemerintahan diminta menjawab target tersebut. Jadi terfokus semua dana penelitian, tidak mencar ke mana-mana,” paparnya.

Ia mendorong agar kebijakan riset lintas sektor, mulai dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, hingga Kementerian Pendidikan Tinggi disinergikan di bawah koordinasi tingkat nasional, bahkan langsung dari presiden.

“Kita perlu satu program unggulan yang dikerjakan bersama. Selama ini arahnya belum sejalan, satu kementerian ke kiri, yang lain ke kanan. Padahal dengan sumber daya yang terbatas, yakni dana, waktu, dan tenaga ahli, maka semua harus diarahkan secara terintegrasi,” ujarnya seraya menekankan pentingnya sinergi lintas sektor.

Lebih lanjut, Makky menilai, arah riset nasional akan jauh lebih efektif bila setiap kementerian dan lembaga riset bergerak dalam satu irama dan tujuan bersama.

“Kalau arah riset datang langsung dari presiden, dengan satu topik yang jelas dan dikerjakan bersama lintas kementerian, hasilnya pasti nyata. Fokus satu tujuan, kerja satu irama, selesai dengan kekuatan bersama,” pungkasnya sambil tersenyum.

Dengan riset yang terfokus dan kolaboratif dari hulu hingga hilir, Indonesia diyakini mampu melangkah lebih mantap menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan — bukan sekadar swasembada, tapi ketahanan yang benar-benar tangguh. (her)

Tags: Ketahanan PanganPakar Panganpanganriset

Berita Terkait.

Jangan Cuma Bergelar, Guru Besar Ditantang Jadi Mesin Solusi Bangsa
Nasional

Jangan Cuma Bergelar, Guru Besar Ditantang Jadi Mesin Solusi Bangsa

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:36
Sekolah Rakyat Tak Berhenti di Bangku SMA, 35 Lulusannya Dijamin Kuliah Gratis
Nasional

Sekolah Rakyat Tak Berhenti di Bangku SMA, 35 Lulusannya Dijamin Kuliah Gratis

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:01
Kekeringan Meluas, Daerah Bekasi, Banjarnegara dan Bima Mulai Krisis Air Bersih
Nasional

Kekeringan Meluas, Daerah Bekasi, Banjarnegara dan Bima Mulai Krisis Air Bersih

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:31
Kolaborasi Kemenkop dan Pertamina NRE Ubah Wajah Pulau Sembur Lewat PLTS Berbasis Koperasi
Nasional

1.035 Prajurit Infanteri Resmi Sandang Baret Usai Ikuti Prosesi Pembaretan di Pantai Jangkar 

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:51
AI Makin Canggih, Menaker Ingatkan SDM Tak Cukup Jago Teknologi
Nasional

FFI 2026 Bergulir, Penguatan Ekosistem Perfilman Masih Jadi PR Pemerintah

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:01
FTA Kecam Penahanan Roy Suryo dan dr. Tifa: Alarm Bahaya bagi Demokrasi dan Kebebasan Bersuara
Nasional

FTA Kecam Penahanan Roy Suryo dan dr. Tifa: Alarm Bahaya bagi Demokrasi dan Kebebasan Bersuara

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:31

BERITA POPULER

  • Kejagung Bongkar Isi WhatsApp, Sony Sonjaya Sebut 41 Nama Peminta Titik Dapur MBG

    Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1130 shares
    Share 452 Tweet 283
  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7146 shares
    Share 2858 Tweet 1787
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Hasil Piala Dunia: Bantai Swedia, Belanda Kuasai Puncak Grup

    792 shares
    Share 317 Tweet 198
Oyarzabal
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

Editor Nelly Marinda Situmorang
Senin, 22 Juni 2026 - 07:45

INDOPOSCO.ID - Timnas Spanyol tampil luar biasa pada laga kedua Grup H Piala Dunia 2026 dengan menghancurkan Arab Saudi. Bermain...

SelengkapnyaDetails
Jadwal Piala Dunia 2026: Spanyol Tantang Arab Saudi, Belgia Hadapi Iran

Jadwal Piala Dunia 2026: Spanyol Tantang Arab Saudi, Belgia Hadapi Iran

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:52
Hasil Piala Dunia: Bungkam Tunisia 4-0, Jepang Tempel Ketat Belanda di Puncak

Hasil Piala Dunia: Bungkam Tunisia 4-0, Jepang Tempel Ketat Belanda di Puncak

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:16
Gakpo

Cetak Brace ke Gawang Swedia, Brobbey dan Gakpo Masuk Buku Sejarah Oranje

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:42
Floranus

Hasil Piala Dunia: Dominasi Laga, Ekuador Gagal Tembus Benteng Curacao

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:31
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.