• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Bahayakan Pengguna Jalan, Warga Desak Tutup Galian Tanah di Maja, Lebak

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 22 September 2025 - 16:46
in Nusantara
lebak

Puluhan warga Maja, Kecamatan Maja, menggelar aksi di lokasi galian tanah di Kampung Ciherang. (foto yasril/indoposco)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Masyarakat di Kampung Ciherang, Kecamatan Maja, melakukan aksi demonstrasi di lokasi galian tanah di kampung tersebut, Senin (22/9/2025).

Mereka menuntut pemerintah daerah menutup galian tanah yang diduga ilegal tersebut, karena telah meresahkan masyarakat.

BacaJuga:

Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Kalimantan Barat Perkuat Antisipasi Musim Kemarau 2026

Dirjen Bea Cukai Turun ke Daerah, Tekankan Integritas dan Target Penerimaan di Tengah Tekanan Global

Menembus Batas Patroli, PHM Selamatkan 7 Nelayan di Tengah Selat Makassar

Galian tanah di Maja telah menyebabkan jalan raya menjadi licin. Akibatnya, banyak terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

Selain membahayakan pengguna jalan, aktivitas galian juga merusak lingkungan. Area persawahan hingga lahan hijau yang semestinya terjaga kini berubah menjadi lubang-lubang besar akibat penambangan tanah. Warga khawatir jika dibiarkan berlanjut, kerusakan alam akan semakin parah dan berdampak pada kehidupan sehari-hari.

Ketua Karang Taruna Maja sekaligus Koordinator Aksi Ridho Alamsyah mengatakan, aksi demonstrasi ini merupakan bentuk keresahan masyarakat. Karena, aktivitas galian tanah sudah berlangsung cukup lama dan diduga tidak memiliki izin usaha pertambangan.

“Kami lelah dengan kondisi ini. Setiap hari jalanan rusak, licin, dan banyak yang jatuh karena truk pengangkut tanah,” tegas Ridho kepada wartawan termasuk indoposco.

Masyarakat meminta aparat pemerintah dan penegak hukum turun ke lokasi tambang. Jika tuntutan ini tidak digubris, warga akan menggelar aksi lanjutan sampai ada kepastian hukum.

“Kami tidak ingin daerah kami hancur hanya karena kepentingan segelintir orang,” tambahnya.
Ridho menilai, kerusakan lingkungan akibat galian tanah bisa berdampak panjang terhadap generasi mendatang. Oleh karena itu, ia mendesak aparat tidak hanya menutup lokasi, tetapi juga menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam praktik ilegal tersebut.

Sementara itu, warga lainnya, Hardis Restu Ramadhan mengungkapkan keresahannya. Ia meminta aparat segera menutup aktivitas galian. “Kami tidak ingin hanya janji-janji. Penutupan harus dilakukan agar tidak ada lagi korban kecelakaan maupun kerusakan alam,” ujarnya.

Hardis menambahkan, warga Desa Maja berharap pemerintah hadir melindungi kepentingan rakyat kecil. “Selama ini, kami seperti dibiarkan. Padahal jelas-jelas kerugian dirasakan langsung oleh masyarakat,” ucapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lebak Dartim membenarkan adanya aktivitas galian tanah di Desa Maja. Ia menyebut pihaknya sudah menerima laporan dari warga terkait dugaan galian ilegal tersebut. “Kami sudah mendapatkan laporan resmi dan segera menindaklanjutinya,” kata Dartim.

Ia menegaskan, Satpol PP bersama aparat terkait akan menutup lokasi galian tanah tersebut, Senin (22/9). Karena, galian tanah diduga tak berizin tersebut telah meresahkan masyarakat.

“Tindakan tegas harus diambil agar tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan. Kami tidak segan menghentikan kegiatan ilegal yang merusak lingkungan,” tegasnya. (yas)

Tags: Galian TanahlebakMajawarga

Berita Terkait.

Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Kalimantan Barat Perkuat Antisipasi Musim Kemarau 2026
Nusantara

Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Kalimantan Barat Perkuat Antisipasi Musim Kemarau 2026

Kamis, 16 April 2026 - 16:32
Dirjen Bea Cukai Turun ke Daerah, Tekankan Integritas dan Target Penerimaan di Tengah Tekanan Global
Nusantara

Dirjen Bea Cukai Turun ke Daerah, Tekankan Integritas dan Target Penerimaan di Tengah Tekanan Global

Kamis, 16 April 2026 - 14:27
Nelayan
Nusantara

Menembus Batas Patroli, PHM Selamatkan 7 Nelayan di Tengah Selat Makassar

Kamis, 16 April 2026 - 11:50
BPBD
Nusantara

Waspada! Bibit Siklon 92S Picu Banjir di Barat Indonesia 3 Hari ke Depan

Kamis, 16 April 2026 - 09:08
ADK
Nusantara

Baleg DPR Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Revisi UU Pemerintahan Aceh Dikebut

Kamis, 16 April 2026 - 06:20
Kuasa-Hukum
Nusantara

30 Tahun Dinanti, Dana Lelang Warga Banyumas Masih Tertahan Negara

Rabu, 15 April 2026 - 23:03

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2523 shares
    Share 1009 Tweet 631
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    904 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    846 shares
    Share 338 Tweet 212
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    763 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.