• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Menbud Tegaskan Eksistensi Film Indonesia dalam Perfilman Global

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Minggu, 21 September 2025 - 10:38
in Gaya Hidup
1000572870

Ilustrasi-Talenta sineas Indonesia yang turut berpartisipasi dalam Busan International Film Festival 2025 di Korea Selatan. Foto: ANTARA/HO-Kemenbud

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan eksistensi dan partisipasi yang signifikan dari industri film Indonesia dalam lanskap perfilman global.

“Indonesia kembali menegaskan eksistensinya dalam peta perfilman Asia dan dunia melalui partisipasi signifikan di Busan International Film Festival (BIFF) 2025,” kata Fadli Zon dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, dikutip ANTARA, Minggu (21/9/2025).

BacaJuga:

Kasus Wajib Militer Gegerkan Publik, Darren Wang dan Pacar Divonis Penjara

Konser BTS di Amerika Serikat Diselimuti Kontroversi

10 Tahun Berlalu, Byeon Woo Seok Akhirnya Minta Maaf kepada IU

Ia menjelaskan, Indonesia tidak hanya hadir sebagai peserta BIFF 2025, tetapi juga sebagai kekuatan kreatif yang berkontribusi besar dalam program-program utama festival, forum industri, dan kerja sama internasional.

Melalui dukungan berupa fasilitasi dan program, termasuk Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya, Kementerian Kebudayaan berkomitmen memberikan ruang dan kesempatan bagi talenta perfilman Indonesia untuk mendapatkan pengakuan internasional.

“Keikutsertaan Indonesia di BIFF 2025 adalah wujud nyata pengakuan dunia terhadap sinema kita. Kehadiran para sineas di panggung utama dunia menunjukkan bahwa karya-karya Indonesia mampu bersaing secara kualitas,” ujarnya.

Tahun ini, enam film Indonesia tampil di BIFF 2025 di antaranya Esok Tanpa Ibu (Mothernet) karya Ho Wi Dong, Pangku (On Your Lap) karya Reza Rahadian, Rangga & Cinta karya Riri Riza, Sekat-Sekat (Throughout These Cages) karya Aaron Pratama, The Fox King karya Woo Ming Jin (kolaborasi Indonesia–Malaysia), serta Badarawuhi di Desa Penari.

Empat di antaranya melangsungkan world premiere di Busan, menegaskan pengakuan internasional atas kualitas karya sineas Indonesia.

Kepercayaan global terhadap perfilman Indonesia juga tercermin dari peran sineas di berbagai forum.

Produser Yulia Evina Bhara terpilih sebagai juri kompetisi resmi BIFF 2025 sekaligus menjadi pembicara panel Cinematic Connections: Secrets of Successful AsiaEurope Co-Productions.

Selain itu, sejumlah profesional Indonesia turut mengisi diskusi di Asian Contents & Film Market (ACFM), termasuk Mia Santosa (Visinema), Sigit Prabowo (Cinepoint), FX Iwan (Jagartha), Linda Gozali (JAFF Market), dan Gugi Gumilang (Hot Docs).

Dalam sesi khusus TRUE STORIES of INDONESIA: From Local Roots to Global, Matta Cinema Production (MCP) menampilkan proyek film berbasis IP lokal bersama Nugroho Dewanto, Wahyu Dhyatmika, dan Lyza Anggraheni, dipandu oleh Ismail Basbeth.

Sementara itu, regenerasi perfilman Indonesia ditandai dengan keikutsertaan tiga talenta muda yakni Vincent Avelio Sentosa, Nona Ica, dan Bela Nabila dalam program Platform Busan.

Di lini dokumenter, dua proyek Indonesia, Oma karya Armin Septiexan dan Sandan Love Garden karya Luthfi Muhammad, dipresentasikan dalam Documentary WIP Showcase.

Momentum ini juga diperkuat dengan penandatanganan kerja sama antara Cinepoint dan JAFF Market untuk memperluas jaringan distribusi film Asia Tenggara.

Keterlibatan menyeluruh Indonesia di BIFF 2025 menegaskan posisi strategis Indonesia sebagai pusat pertumbuhan industri film Asia yang dinamis, kolaboratif, dan visioner. (dam)

Tags: Film IndonesiaMenbudPerfilman Global

Berita Terkait.

wang
Gaya Hidup

Kasus Wajib Militer Gegerkan Publik, Darren Wang dan Pacar Divonis Penjara

Sabtu, 25 April 2026 - 05:05
konser
Gaya Hidup

Konser BTS di Amerika Serikat Diselimuti Kontroversi

Sabtu, 25 April 2026 - 04:44
drakor
Gaya Hidup

10 Tahun Berlalu, Byeon Woo Seok Akhirnya Minta Maaf kepada IU

Sabtu, 25 April 2026 - 03:30
kpop
Gaya Hidup

Comeback Penuh Nostalgia, Boyfriend Rayakan 15 Tahun Debut

Sabtu, 25 April 2026 - 02:20
bts
Gaya Hidup

Visual Asli Jin BTS Tanpa Riasan Bikin Fans Terpukau

Sabtu, 25 April 2026 - 01:11
jang
Gaya Hidup

Pasangan Selebriti Jang Dong Gun-Go So Young Gabung Agensi Ace Factory

Sabtu, 25 April 2026 - 00:30

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1349 shares
    Share 540 Tweet 337
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    877 shares
    Share 351 Tweet 219
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

    694 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

    690 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.