• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Guru Besar UI Desak Pemerintah Hadirkan Solusi Nyata Atasi Marak Keracunan MBG

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 20 September 2025 - 13:33
in Headline
mbg

Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tengah menyiapkan menu makanan program makan bergizi gratis (MBG). Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kasus keracunan akibat makanan program makan bergizi gratis (MBG) makin marak terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Pemerintah berjanji bakal melakukan evaluasi, namun masyarakat menginginkan langkah konkret agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Administrasi Pembangunan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) Profesor Ede Surya Darmawan mengaku prihatin dengan kasus keracunan yang dialami penerima manfaat program makan bergizi gratis. Karenanya pemerintah harus tanggap merespons peristiwa tersebut.

BacaJuga:

Menteri P2MI: Kerja Sama dengan Jerman Jadi Tonggak Penting PMI Sektor Formal di Eropa

Rupiah Tertekan, DPR Ingatkan Ancaman Kenaikan Harga dan Kelangkaan Obat

Kemenkeu Kantongi Restu Pagu Rp49,8 Triliun, Purbaya Dorong Penghapusan Silo-Silo Organisasi

“Itu musibah, harus dilakukan investigasi, korban harus diberikan pertolongan segera dan bantuan yang sewajarnya,” ujar Ede kepada INDPOSCO melalui gawai, Jakarta, Sabtu (20/9/2025).

Tim Badan Gizi Nasional atau dinas kesehatan setempat, yang terhadap keracunan makanan program MBG didesak menelusuri kasus muncul di tengah masyarakat secara mendalam. Serta dilanjutkan perbaikan menyeluruh program MBG.

“Harus dicari penyebabnya dan cari solusi sistematis agar tidak terulang lagi,” tegas mantan Ketua Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) itu.

Ede menyoroti, lemahnya pengawasan makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Kemungkinan kasus keracunan akibat MBG salah satu faktornya akibat ketidakmampuan memonitor pengolahan hingga pendistribusian makanan.

“Itu yang harus diwaspadai dan diperhatikan karena pengolahan makanan itu prosesnya dari pemilihan, pengolahan, penyajian,hingga pendistribusian, semuanya harus memenuhi standard hiegienis dan sanitasi yang baik,” imbuhnya.

Data pasti soal siswa keracunan akibat MBG belum diketahui. Namun, kasus terbaru terjadi pada 16 September 2025, ratusan siswa di Kecamatan Kadungora, Kabuaten Garut, Provinsi Jawa Barat mengalami mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Menu yang disajikan antara lain nasi putih, ayam woku, tumis tempe, sayuran mentah, dan stroberi. Pemerintah telah menyampaikan permohonan maaf atas kejadian itu. Sampel makanan telah dikirim ke laboratorium provinsi, dan hasilnya masih ditunggu.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan permohonan maaf perihal kasus keracunan para penerima manfaat dari program MBG. Terlebih kasus tersebut terjadi beberapa kali di sejumlah wilayah Indonesia.

“Kami atas namanya pemerintah dan mewakili Badan Gizi Nasional (BGN) memohon maaf, karena telah terjadi kembali beberapa kasus di beberapa daerah. Tentu harus dilakukan upaya evaluasi,” kata Prasetyo, terpisah di Jakarta, Jumat (19/9/2025). (dan)

Tags: Badan Gizi NasionalBGNMakan Bergizi GratisProgram MBG

Berita Terkait.

Menteri P2MI: Kerja Sama dengan Jerman Jadi Tonggak Penting PMI Sektor Formal di Eropa
Headline

Menteri P2MI: Kerja Sama dengan Jerman Jadi Tonggak Penting PMI Sektor Formal di Eropa

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:31
Obat
Headline

Rupiah Tertekan, DPR Ingatkan Ancaman Kenaikan Harga dan Kelangkaan Obat

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:05
purbaya
Headline

Kemenkeu Kantongi Restu Pagu Rp49,8 Triliun, Purbaya Dorong Penghapusan Silo-Silo Organisasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:30
WIHAJI
Headline

Berpikir Kritis, Miliki Literasi Digital Kuat dan Kokoh di Era Digital Tuntutan untuk Gen Z

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:21
Students Set Friday Deadline for Government to Respond to Demands After Meeting Gibran
Headline

Students Set Friday Deadline for Government to Respond to Demands After Meeting Gibran

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:30
Usai Temui Gibran, Mahasiswa Beri Batas Waktu Realisasi Tuntutan hingga Jumat
Headline

Usai Temui Gibran, Mahasiswa Beri Batas Waktu Realisasi Tuntutan hingga Jumat

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:15

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7123 shares
    Share 2849 Tweet 1781
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1105 shares
    Share 442 Tweet 276
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.