• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Sebelum Aksi 212, Monas Pernah Menjadi Saksi Rapat Raksasa Ikada

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 19 September 2025 - 15:00
in Nasional
ikada

Ratusan ribu massa menghadiri Rapat Akbar di Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta), Jakarta, 19 September 1945. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ribuan massa memenuhi Lapangan Monas saat aksi 212 pada 2 Desember 2016 lalu imbas pernyataan Gubernur DKI Jakarta yang saat itu dijabat oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diangap melakukan penistaan agama. Ratusan ribu massa yang hadir mendesak agar Ahok bisa segera diadili.

Banyak yang menyebut peristiwa itu sebagai sejarah baru, karena baru kali itu Monas dipadati begitu banyak orang. Namun, sejarah mencatat, jauh sebelumnya, ada peristiwa yang jauh lebih dahsyat: Rapat Raksasa Ikada, 19 September 1945, hanya sebulan setelah Proklamasi Kemerdekaan.

BacaJuga:

Kementerian ATR/BPN Komitmen Bantu Mekanisme Legalitas Tanah untuk Kebun Pangan Lokal Perempuan

Wamen PPPA Dorong Perempuan Jadi Motor Ekonomi Lewat Ketahanan Pangan Lokal

Mendikdasmen: TKA Upaya Pemerintah Petakan Mutu Pendidikan Nasional

Tokoh Pemoeda Kaoem Betawi 1927, Azis Khafia, menegaskan klaim massa terbesar di Monas saat aksi 212 tidak sepenuhnya tepat.

“Tahun 1945, lapangan yang kini kita kenal sebagai Monas, dulu bernama Lapangan Ikatan Atletik Djakarta (Ikada), pernah menjadi lautan manusia. Sekitar 300 ribu rakyat dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Cianjur, dan sekitarnya tumpah ruah memenuhi lapangan itu,” ujar Azis, kepada INDOPOSCO, Jumat (19/9/2025).

Jika aksi 212 dapat mengandalkan media sosial, teknologi komunikasi, dan jaringan transportasi modern, maka Rapat Raksasa Ikada 1945 digelar di tengah keterbatasan. Saat itu, tidak ada WhatsApp, Facebook, atau pengeras suara canggih. Namun, ratusan ribu rakyat tetap datang dengan tertib meski berada di bawah ancaman senjata Jepang.

“Bayangkan, rakyat berdatangan dengan semangat luar biasa, hanya berbekal kabar dari mulut ke mulut dan jaringan pemuda. Semua hadir karena cinta tanah air,” jelas Azis.

Rapat raksasa itu digagas oleh Komite van Aksi yang beranggotakan para pemuda, antara lain Adam Malik, Sukarni, dan Wikana. Mereka ingin mendesak pemerintah Republik yang baru berdiri agar lebih tegas menghadapi Jepang, sekaligus memperlihatkan kepada dunia internasional bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari kehendak rakyat, bukan hadiah penjajah.

Di tengah lautan manusia, Presiden Soekarno tampil berpidato singkat namun penuh makna. Ia menekankan agar rakyat percaya pada pemerintah Republik Indonesia yang baru saja dibentuk.

Pesan penting dari rapat raksasa itu antara lain mempertemukan pemerintah dengan rakyatnya, meneguhkan kewibawaan Republik di mata rakyat, menanamkan kepercayaan diri bahwa bangsa Indonesia mampu mengubah nasib dengan kekuatannya sendiri, dan menegaskan dukungan rakyat terhadap pemerintah yang baru lahir.

Buktinya, setiap instruksi pimpinan dijalankan tanpa ragu oleh massa yang hadir.

Diketahui, Rapat Akbar di Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) pada 19 September 1945 tidak terjadi begitu saja. Ada informasi bahwa Jepang, meski sudah kalah perang, belum sepenuhnya rela melepas Indonesia. Mereka disebut akan menyerahkan status quo kepada Sekutu, bukan kepada Republik. Kondisi ini menimbulkan keresahan, sehingga rakyat dan pemuda bersepakat untuk menunjukkan tekad mempertahankan kemerdekaan.

“Rapat Ikada adalah bukti bahwa kemerdekaan ini bukan sekadar deklarasi elite. Ia lahir dari dukungan rakyat, dari keberanian untuk menatap dunia luar bahwa Indonesia benar-benar sudah merdeka,” tutur Azis.

Lebih dari sekadar catatan sejarah, Rapat Raksasa Ikada meninggalkan pesan penting bagi bangsa Indonesia hari ini. Persatuan, ketaatan pada instruksi pemimpin, serta keyakinan bahwa bangsa ini mampu berdiri di atas kaki sendiri adalah warisan yang patut terus dihidupkan.

“Sejarah itu harus kita hidupkan kembali. Di tengah rongrongan dari dalam maupun luar negeri, semangat Rapat Ikada 1945 harus jadi pengingat bahwa kekuatan rakyat bersatu bisa menjaga Republik ini,” tambahnya. (her)

Tags: Azis KhafiaLapangan IkadaPemoeda Kaoem Betawi 1927Rapat Akbar IkadaRapat Raksasa Ikada

Berita Terkait.

Ossy-Dermawan
Nasional

Kementerian ATR/BPN Komitmen Bantu Mekanisme Legalitas Tanah untuk Kebun Pangan Lokal Perempuan

Rabu, 8 April 2026 - 17:47
Wamen-PPPA
Nasional

Wamen PPPA Dorong Perempuan Jadi Motor Ekonomi Lewat Ketahanan Pangan Lokal

Rabu, 8 April 2026 - 17:07
Tes-Akademik
Nasional

Mendikdasmen: TKA Upaya Pemerintah Petakan Mutu Pendidikan Nasional

Rabu, 8 April 2026 - 16:46
Obat
Nasional

Temuan BPOM Soal Obat Herbal Berbahaya, DPR RI Minta Pengawasan Diperketat dan Edukasi Publik Ditingkatkan

Rabu, 8 April 2026 - 16:26
cicada
Nasional

Varian COVID-19 “Cicada” Mengintai, DPR Minta Pemerintah Perkuat Deteksi Dini

Rabu, 8 April 2026 - 13:13
puan
Nasional

Ratusan Bencana Terjadi sejak Awal 2026, Ketua DPR RI Tekankan Kehadiran Negara

Rabu, 8 April 2026 - 12:12

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    748 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    743 shares
    Share 297 Tweet 186
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Prabowo Direncanakan Hadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.