• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Kementerian P2MI Bahas Penguatan Perlindungan bagi PMI di Kamboja

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 11 September 2025 - 13:07
in Internasional
1000294462

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani (tengah) berbicara dalam pertemuan dengan perwakilan KBRI Phnom Penh, di Kantor KP2MI Jakarta, Rabu (10/9/2025). Foto: ANTARA/HO-KP2MI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani dan Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, membahas penguatan pelindungan bagi pekerja migran Indonesia (PMI) di Kamboja melalui perjanjian kerja sama dengan pemerintah Kamboja.

“Hari ini, kami kembali membahas sebuah ide besar yang sudah dirancang sejak beberapa bulan lalu,” kata Christina usai pertemuan di Kantor KP2MI Jakarta, menurut keterangan KP2MI, dilansir ANTARA, Kamis (11/9/2025).

BacaJuga:

AS Usir Wakil Dubes Iran untuk PBB Secara Diam-Diam, Alasan Keamanan Nasional Menjadi Alasan

Gertak Balik Trump, Militer Iran Ancam Hancurkan Aset AS di Timur Tengah

DPR Kecam UU Hukuman Mati Israel, Diskriminatif terhadap Palestina dan Langgar HAM

Dalam pertemuan itu, Christina membahas tentang situasi pekerja migran Indonesia di Kamboja dan upaya untuk memastikan perlindungan negara bagi pekerja migran di negara itu.

Christina menerima laporan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh bahwa ada banyak pekerja migran Indonesia di Kamboja yang bekerja di berbagai lokasi seperti di kedai, restoran, sebagai pelayan (server) dan hospitality di Kamboja.

Hanya saja, banyak dari mereka belum mempunyai skema perlindungan yang memadai.

“Mereka berangkat perseorangan, sehingga proteksi negara terhadap mereka menjadi terbatas. Ini yang ingin kita benahi,” katanya.

Wamen P2MI itu menambahkan bahwa diskusinya dengan Dubes RI untuk Kamboja tersebut menjadi langkah awal mendorong kerja sama dengan Pemerintah Kamboja terkait pekerja migran prosedural.

“Kita masih harus mendengar pandangan Pemerintah Kamboja soal kemungkinan menjalin perjanjian bilateral. Tujuannya agar ada payung hukum yang jelas dalam memberikan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia di Kamboja,” jelas Christina.

Langkah awal yang akan dilakukan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yaitu mengirimkan tim dari Direktorat Jenderal Pelindungan ke Kamboja, pada Oktober mendatang.

Melalui Dirjen Pelindungan, Kementerian akan memetakan situasi dan kondisi terkini serta hal-hal yang menjadi kebutuhan guna mewujudkan perlindungan pekerja migran Indonesia di Kamboja.

“Prinsipnya, negara harus hadir. Kami berkomitmen memperkuat koordinasi agar pekerja migran di Kamboja terlindungi, baik mereka yang bekerja di sektor formal maupun yang selama ini berangkat secara mandiri,” demikian kata Aryani. (dam)

Tags: KambojaP2MIPMI

Berita Terkait.

Rifat Sungkar Bagi Rahasia Hemat BBM di Tengah Fluktuasi Harga Energi
Internasional

AS Usir Wakil Dubes Iran untuk PBB Secara Diam-Diam, Alasan Keamanan Nasional Menjadi Alasan

Sabtu, 4 April 2026 - 05:43
Gertak Balik Trump, Militer Iran Ancam Hancurkan Aset AS di Timur Tengah
Internasional

Gertak Balik Trump, Militer Iran Ancam Hancurkan Aset AS di Timur Tengah

Jumat, 3 April 2026 - 23:36
DPR Kecam UU Hukuman Mati Israel, Diskriminatif terhadap Palestina dan Langgar HAM
Internasional

DPR Kecam UU Hukuman Mati Israel, Diskriminatif terhadap Palestina dan Langgar HAM

Jumat, 3 April 2026 - 23:05
Indeks Harga Pangan Dunia Naik 2,4 Persen, Dipicu Ketegangan di Timur Tengah
Internasional

Indeks Harga Pangan Dunia Naik 2,4 Persen, Dipicu Ketegangan di Timur Tengah

Jumat, 3 April 2026 - 22:46
jet
Internasional

IRGC Sebut Telah Jatuhkan Jet F-35 AS untuk Kedua Kalinya

Jumat, 3 April 2026 - 15:52
trump
Internasional

Ancam Infrastruktur Sipil, Trump Disebut Alami Kebingungan Internal

Jumat, 3 April 2026 - 14:04

BERITA POPULER

  • darwati

    Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1090 shares
    Share 436 Tweet 273
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    913 shares
    Share 365 Tweet 228
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Start Meyakinkan, Timnas Indonesia Incar Final Sempurna FIFA Series 2026

    691 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.