• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Ini Kesaksian Warga Saat Rumah Menkeu Sri Mulyani 2 Kali Dijarah Massa

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 31 Agustus 2025 - 09:10
in Headline
1756606376782

Suasana rumah di ujung jalan yang disebut warga sekitar sebagai kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jalan Mandar, Bintaro, Tangerang Selatan, setelah menjadi sasaran penjarahan massa tak dikenal pada Minggu (31/8) dini hari. Foto : Antara/Jafar Sidik

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sebuah rumah yang disebut-sebut sebagai kediaman Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani, yang terletak di Jalan Mandar, kawasan Bintaro Sektor 3A, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten dilaporkan menjadi sasaran penjarahan oleh sekelompok orang tak dikenal pada Minggu (31/8/2025) dini hari.

Menurut kesaksian warga sekitar, peristiwa penjarahan berlangsung dalam dua gelombang atau dua kali kehadiran massa.

BacaJuga:

Resmi Dikukuhkan, 76 Pengibar Merah Putih di Istana Ungkap Kisah di Balik Perjuangan

Korban Tewas Gempa NTT Tembus 47 Orang, Manggarai Wilayah Paling Terdampak

Dampak Gempa NTT, 5 Bandara di Flores Rusak 

Joko Sutrisno, staf pengamanan di rumah tersebut, menyebut bahwa gelombang pertama terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, disusul gelombang kedua sekitar pukul 03.00 WIB.

“Pertama sekitar jam satu, lalu yang kedua sekitar jam tiga dini hari,” kata Joko, saat ditemui Antara sekitar pukul 05.00 WIB.

Pernyataan Joko diperkuat oleh warga lain, termasuk seseorang yang mengaku bernama Renzi. Selain itu, tiga petugas keamanan yang berjaga di gerbang utama dan sekitar komplek juga memberikan keterangan serupa. Jarak dari titik penjagaan ke rumah yang dijarah diperkirakan sekitar 150 hingga 160 meter.

“Bu Sri tidak ada di rumah saat kejadian,” ujar Renzi, yang juga diamini oleh Joko.

Joko menambahkan bahwa saat itu, rumah hanya dihuni olehnya bersama satu keluarga kerabat yang kemudian diamankan ke rumah tetangga sebelum massa mulai merangsek masuk.

Di lokasi, masih tampak tumpukan barang-barang yang belum sempat dibawa oleh massa. Saat ini, rumah tersebut dijaga ketat oleh aparat TNI dalam jumlah signifikan.

Berdasarkan informasi dari para saksi, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Selain itu, tidak ditemukan kerusakan pada kendaraan roda empat karena memang tidak ada mobil yang terparkir saat kejadian.

Gelombang kedua penjarahan disebut sebagai yang paling mencekam karena melibatkan ratusan, bahkan kemungkinan mencapai seribu orang. Salah seorang tetangga mengaku hanya bisa mengintip dari balik tirai karena takut keluar rumah.

“Pelakunya rata-rata masih muda, banyak yang masih remaja, usia tertua mungkin 25 tahun,” ungkap Ali, petugas keamanan di pintu masuk Jalan Mandar, yang diamini oleh rekannya Jayadi.

Keduanya menjaga satu-satunya akses masuk ke komplek dari Jalan Bintaro Utama 3. Beberapa saksi menyatakan massa sudah mulai berkumpul sejak pukul 00.30 WIB.

“Mereka datang ratusan, mungkin mendekati seribuan,” ujar Ali.

Ada dugaan penyerangan ini dilakukan secara terorganisir, karena massa baru mulai menyerbu setelah terdengar suara kembang api, yang diduga sebagai aba-aba. Saksi lain mengatakan, seorang komando juga terdengar mengingatkan agar massa tidak membawa kendaraan bermotor ke dalam area komplek.

Jayadi mengaku kewalahan menghadapi massa yang jumlahnya sangat besar. Hal ini juga disampaikan oleh Joko, Renzi, dan seorang prajurit TNI yang berjaga, yang menyebut bahwa mereka hanya mampu membujuk massa agar tidak melakukan aksi anarkistis seperti pembakaran rumah.

Menurut Renzi, beberapa warga sudah bersiaga saat mendengar suara gaduh dari luar rumah menjelang dini hari. Ia menyebut sebagian massa membawa senjata tajam dan bahkan ada yang terdokumentasi menggunakan drone.

Peristiwa ini pertama kali diketahui publik setelah sejumlah video diunggah warga ke media sosial sekitar pukul 01.00 WIB. Dalam tayangan video tersebut terlihat massa menjarah isi rumah, mulai dari perabotan hingga barang-barang elektronik seperti dilansir Antara.

Saat ini, kondisi di kawasan Mandar telah kondusif, dengan pengamanan diperketat oleh puluhan personel militer. (aro)

Tags: demoDPRjarahMenkeuSri Mulyani

Berita Terkait.

Resmi Dikukuhkan, 76 Pengibar Merah Putih di Istana Ungkap Kisah di Balik Perjuangan
Headline

Resmi Dikukuhkan, 76 Pengibar Merah Putih di Istana Ungkap Kisah di Balik Perjuangan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:31
Korban Tewas Gempa NTT Tembus 47 Orang, Manggarai Wilayah Paling Terdampak
Headline

Korban Tewas Gempa NTT Tembus 47 Orang, Manggarai Wilayah Paling Terdampak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:45
Dampak Gempa NTT, 5 Bandara di Flores Rusak 
Headline

Dampak Gempa NTT, 5 Bandara di Flores Rusak 

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:42
Pemulihan Pascabencana Solok Raya Dikebut, Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Jadi Fokus
Headline

Pasca-Gempa NTT, Layanan Kesehatan dan Evakuasi Dipercepat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:12
54 Homes Heavily Damaged by Earthquake in East Nusa Tenggara, Manggarai Hardest Hit
Headline

54 Homes Heavily Damaged by Earthquake in East Nusa Tenggara, Manggarai Hardest Hit

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:11
54 Rumah Rusak Berat Akibat Gempa di NTT, Kabupaten Manggarai Terparah
Headline

54 Rumah Rusak Berat Akibat Gempa di NTT, Kabupaten Manggarai Terparah

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:00

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1169 shares
    Share 468 Tweet 292
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3781 shares
    Share 1512 Tweet 945
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    871 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Makin Banyak Pengguna, Komunitas Geely Perkuat Kebersamaan di GIIAS 2026

    789 shares
    Share 316 Tweet 197
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.