• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Industri Kilang Migas Berperan Penting Implementasikan Kebijakan Hilirisasi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 15:00
in Ekonomi
komaidi-notonegoro2

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSO.ID – Pemerintahan Presiden Prabowo telah menetapkan pelaksanaan kebijakan hilirisasi sebagai tulang punggung dalam mencapai target Indonesia Emas yang diantaranya direpresentasikan melalui target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

Kebijakan hilirisasi yang akan dilakukan untuk 8 sektor dan 28 komoditas sampai dengan tahun 2040 diproyeksikan akan memberikan sejumlah manfaat ekonomi yang diantaranya (1) mendatangkan investasi USD618 miliar, (2) meningkatkan nilai ekspor USD857,9 miliar, (3) meningkatkan produk domestik bruto (PDB) USD235,9 miliar, dan (4) menyerap 3.016.179 tenaga kerja.

BacaJuga:

Pameran Seafood di Jepang Bawa Potensi Transaksi Rp3,49 Triliun

Membaca Setahun Purbaya: APBN Ekspansif dan Jalan Panjang Menuju Pertumbuhan 6 Persen

Hadapi Era AI dan Disrupsi, United Tractors Fokus Tingkatkan Kapabilitas SDM

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro, mengatakan dalam konteks hilirisasi, industri migas pada dasarnya telah melaksanakan hilirisasi jauh sebelum kebijakan hilirisasi yang digalakkan dalam beberapa waktu terakhir.

“Keberadaan kilang minyak dan gas sejak periode Pemerintahan Kolonial Belanda, merupakan bentuk dari hilirisasi migas,” ujar Komaidi di Jakarta, seperi dikutip, Sabtu (23/8/2025).

Minyak mentah dan gas yang diproduksikan oleh KKKS dilakukan proses pengolahan lebih lanjut (hilirisasi) menjadi sejumlah produk seperti (1) Bahan Bakar Minyak (BBM), (2) Bahan Bakar Gas (BBG), (3) Lequified Petroleum Gas (LPG), (4) Pupuk, dan (5) produk petrokimia.

Komaidi mengungkapkan hilirisasi migas penting dan relevan bagi Indonesia setidaknya karena tiga hal berikut: (1) berpotensi menghasilkan efek berganda dan nilai tambah ekonomi yang akan berkorelasi positif terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8 persen, (2) pada dasarnya selama ini telah berjalan dengan baik di Indonesia, khususnya yaitu dengan keberadaan industri kilang migas dan industri-industri kunci yang memiliki keterkaitan dengannya baik di sisi hulu sebagai pemberi Inputnya (backward linkage) maupun di sisi hilir yang menggunakan outputnya (forward linkage), dan (3) di dalam struktur perekonomian Indonesia, pada sisi hilir dan hulu yang terkait dengan hilirisasi migas tersebut.

“Keduanya memiliki keterkaitan antar sektor yang luas dan berperan dalam penciptaan efek berganda ekonomi yang signifikan,” kata dia.

Dari hilirisasi migas yang selama ini telah berjalan, dalam struktur perekonomian Indonesia terdapat setidaknya 12 sektor yang tercatat menggunakan Output dari Sektor Pertambangan Minyak dan Gas Bumi (hulu migas).Dari 12 sektor yang berdasarkan pendekatan analisis Input-Output dapat dikatakan merupakan wujud dari hilirisasi migas yang telah berjalan tersebut, tiga diantaranya yang utama, yang memiliki porsi Input terbesar dari sektor pertambangan migas adalah sektor 95 (Barang-barang Hasil Kilang Minyak dan Gas), sektor 96 (Kimia Dasar Kecuali Pupuk), dan sektor 97 (Pupuk).

Nilai tambah ekonomi yang dihasilkan dari ketiga sektor tersebut selama periode 10 tahun terakhir adalah sebesar Rp17.671 triliun, dengan rincian sektor 95 sebesar Rp6.508 triliun, sektor 96 sebesar Rp6.802 triliun, dan sektor 97 sebesar Rp4.361 triliun. Berdasarkan hasil perhitungan, indeks keterkaitan (backward dan forward linkage) dari sektor 95, 96, dan 97 menunjukkan nilai yang berada di atas rata-rata.

Menggunakan basis data Input-Output (IO) 2016, sektor 95 tercatat memiliki indeks backward linkage sebesar 0,91025 dan forward linkage sebesar 3,70034; sektor 96 memiliki indeks backward linkage sebesar 1,10624 dan forward linkage sebesar 5,66037; sedangkan sektor 97 memiliki indeks backward linkage sebesar 1,06363 dan forward linkage sebesar 1,92073.

Dalam metode analisis Input-Output, sektor dengan indeks keterkaitan di atas 1 dapat diartikan memiliki daya dorong atau daya dukung yang kuat terhadap perkembangan sektor-sektor terkait. Berdasarkan perhitungan dengan basis data IO 2016, indeks multiplier effect ketiga sektor tersebut menunjukkan nilai yang relatif tinggi, yaitu sebesar 7,18 untuk sektor 95; 7,53 untuk sektor 96; dan 4,73 untuk sektor 97.

“Dengan nilai indeks tersebut, ketiganya tergolong sebagai sektor-sektor dengan tingkat multiplier effect yang kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelas Komaidi. (rmn)

Tags: hilirisasiIndustri Kilang MigasKomaidi NotonegoroReforMiner Institute

Berita Terkait.

Pameran Seafood di Jepang Bawa Potensi Transaksi Rp3,49 Triliun
Ekonomi

Pameran Seafood di Jepang Bawa Potensi Transaksi Rp3,49 Triliun

Rabu, 9 September 2026 - 09:15
Gempa Bumi Dangkal Bermagnitudo 4,4 Hantam Kaur di Bengkulu Pagi Ini
Ekonomi

Membaca Setahun Purbaya: APBN Ekspansif dan Jalan Panjang Menuju Pertumbuhan 6 Persen

Rabu, 9 September 2026 - 09:00
Hadapi Era AI dan Disrupsi, United Tractors Fokus Tingkatkan Kapabilitas SDM
Ekonomi

Hadapi Era AI dan Disrupsi, United Tractors Fokus Tingkatkan Kapabilitas SDM

Selasa, 8 September 2026 - 21:05
Menjaga Laut Lewat Buku: Harita Nickel Luncurkan Dokumentasi Ikan Karang Pulau Obi
Ekonomi

Optimalisasi Infrastruktur LNG, PAG Kembangkan Arun Jadi Hub Energi Regional

Selasa, 8 September 2026 - 19:04
Menjaga Laut Lewat Buku: Harita Nickel Luncurkan Dokumentasi Ikan Karang Pulau Obi
Ekonomi

Menjaga Laut Lewat Buku: Harita Nickel Luncurkan Dokumentasi Ikan Karang Pulau Obi

Selasa, 8 September 2026 - 17:33
BTN Pertahankan Peringkat Tertinggi idAAA dari PEFINDO, Outlook Stable
Ekonomi

BTN Pertahankan Peringkat Tertinggi idAAA dari PEFINDO, Outlook Stable

Selasa, 8 September 2026 - 16:05

OLAHRAGA

liga
Olahraga

Jadwal Liga Champions: Liverpool-Arsenal Hadapi Ujian Berat, Barca-PSG Jumpa Lawan “Mudah”

Editor Laurens Dami
Rabu, 9 September 2026 - 18:18

INDOPOSCO.ID - Panggung Liga Champions 2026/2027 matchday pertama fase liga kembali menyuguhkan parade pertandingan kelas berat. Sejumlah klub raksasa Eropa...

SelengkapnyaDetails
menpora

Pesan Menpora Jelang Asian Games 2026: Kejar Emas, Jangan Main-Main dengan Anggaran

Rabu, 9 September 2026 - 18:08
Hasil Liga Champions: Madrid-City Menang, Tim Calvin Verdonk Tumbang

Hasil Liga Champions: Madrid-City Menang, Tim Calvin Verdonk Tumbang

Rabu, 9 September 2026 - 09:57
atlet

Atlet Akuatik Klungkung Borong 5 Medali di Ajang Gajahmada Swimming Competition 2026

Selasa, 8 September 2026 - 11:11
Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Jumat, 4 September 2026 - 15:30

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.