• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Industri Kilang Migas Berperan Penting Implementasikan Kebijakan Hilirisasi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 15:00
in Ekonomi
komaidi-notonegoro2

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSO.ID – Pemerintahan Presiden Prabowo telah menetapkan pelaksanaan kebijakan hilirisasi sebagai tulang punggung dalam mencapai target Indonesia Emas yang diantaranya direpresentasikan melalui target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

Kebijakan hilirisasi yang akan dilakukan untuk 8 sektor dan 28 komoditas sampai dengan tahun 2040 diproyeksikan akan memberikan sejumlah manfaat ekonomi yang diantaranya (1) mendatangkan investasi USD618 miliar, (2) meningkatkan nilai ekspor USD857,9 miliar, (3) meningkatkan produk domestik bruto (PDB) USD235,9 miliar, dan (4) menyerap 3.016.179 tenaga kerja.

BacaJuga:

Langkah Hijau DSLNG: dari Kepatuhan Menuju Inovasi Berkelanjutan

Lima Strategi Wajib Investor di Bear Market

Bea Cukai Perkuat Asistensi UMKM, Dorong Pelaku Usaha Siap Tembus Pasar Ekspor

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro, mengatakan dalam konteks hilirisasi, industri migas pada dasarnya telah melaksanakan hilirisasi jauh sebelum kebijakan hilirisasi yang digalakkan dalam beberapa waktu terakhir.

“Keberadaan kilang minyak dan gas sejak periode Pemerintahan Kolonial Belanda, merupakan bentuk dari hilirisasi migas,” ujar Komaidi di Jakarta, seperi dikutip, Sabtu (23/8/2025).

Minyak mentah dan gas yang diproduksikan oleh KKKS dilakukan proses pengolahan lebih lanjut (hilirisasi) menjadi sejumlah produk seperti (1) Bahan Bakar Minyak (BBM), (2) Bahan Bakar Gas (BBG), (3) Lequified Petroleum Gas (LPG), (4) Pupuk, dan (5) produk petrokimia.

Komaidi mengungkapkan hilirisasi migas penting dan relevan bagi Indonesia setidaknya karena tiga hal berikut: (1) berpotensi menghasilkan efek berganda dan nilai tambah ekonomi yang akan berkorelasi positif terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8 persen, (2) pada dasarnya selama ini telah berjalan dengan baik di Indonesia, khususnya yaitu dengan keberadaan industri kilang migas dan industri-industri kunci yang memiliki keterkaitan dengannya baik di sisi hulu sebagai pemberi Inputnya (backward linkage) maupun di sisi hilir yang menggunakan outputnya (forward linkage), dan (3) di dalam struktur perekonomian Indonesia, pada sisi hilir dan hulu yang terkait dengan hilirisasi migas tersebut.

“Keduanya memiliki keterkaitan antar sektor yang luas dan berperan dalam penciptaan efek berganda ekonomi yang signifikan,” kata dia.

Dari hilirisasi migas yang selama ini telah berjalan, dalam struktur perekonomian Indonesia terdapat setidaknya 12 sektor yang tercatat menggunakan Output dari Sektor Pertambangan Minyak dan Gas Bumi (hulu migas).Dari 12 sektor yang berdasarkan pendekatan analisis Input-Output dapat dikatakan merupakan wujud dari hilirisasi migas yang telah berjalan tersebut, tiga diantaranya yang utama, yang memiliki porsi Input terbesar dari sektor pertambangan migas adalah sektor 95 (Barang-barang Hasil Kilang Minyak dan Gas), sektor 96 (Kimia Dasar Kecuali Pupuk), dan sektor 97 (Pupuk).

Nilai tambah ekonomi yang dihasilkan dari ketiga sektor tersebut selama periode 10 tahun terakhir adalah sebesar Rp17.671 triliun, dengan rincian sektor 95 sebesar Rp6.508 triliun, sektor 96 sebesar Rp6.802 triliun, dan sektor 97 sebesar Rp4.361 triliun. Berdasarkan hasil perhitungan, indeks keterkaitan (backward dan forward linkage) dari sektor 95, 96, dan 97 menunjukkan nilai yang berada di atas rata-rata.

Menggunakan basis data Input-Output (IO) 2016, sektor 95 tercatat memiliki indeks backward linkage sebesar 0,91025 dan forward linkage sebesar 3,70034; sektor 96 memiliki indeks backward linkage sebesar 1,10624 dan forward linkage sebesar 5,66037; sedangkan sektor 97 memiliki indeks backward linkage sebesar 1,06363 dan forward linkage sebesar 1,92073.

Dalam metode analisis Input-Output, sektor dengan indeks keterkaitan di atas 1 dapat diartikan memiliki daya dorong atau daya dukung yang kuat terhadap perkembangan sektor-sektor terkait. Berdasarkan perhitungan dengan basis data IO 2016, indeks multiplier effect ketiga sektor tersebut menunjukkan nilai yang relatif tinggi, yaitu sebesar 7,18 untuk sektor 95; 7,53 untuk sektor 96; dan 4,73 untuk sektor 97.

“Dengan nilai indeks tersebut, ketiganya tergolong sebagai sektor-sektor dengan tingkat multiplier effect yang kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelas Komaidi. (rmn)

Tags: hilirisasiIndustri Kilang MigasKomaidi NotonegoroReforMiner Institute

Berita Terkait.

Anugerah
Ekonomi

Langkah Hijau DSLNG: dari Kepatuhan Menuju Inovasi Berkelanjutan

Jumat, 10 April 2026 - 21:43
Bear-Market
Ekonomi

Lima Strategi Wajib Investor di Bear Market

Jumat, 10 April 2026 - 21:33
Edukasi
Ekonomi

Bea Cukai Perkuat Asistensi UMKM, Dorong Pelaku Usaha Siap Tembus Pasar Ekspor

Jumat, 10 April 2026 - 18:30
MRO
Ekonomi

GDPS Kembali Kirim Tenaga Profesional untuk Proyek MRO di Korea Selatan

Jumat, 10 April 2026 - 18:00
Kapal-Nelayan
Ekonomi

Ambisi Hijau vs Realitas Lapangan: Jalan Terjal Transisi Energi Indonesia

Jumat, 10 April 2026 - 16:38
btn
Ekonomi

BTN Perkuat Peran, 6 Juta KPR Jadi Fondasi Ekonomi dan Sosial

Jumat, 10 April 2026 - 14:58

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Jakarta Mati Lampu Massal, Operasional MRT Sempat Lumpuh Total

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.