• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Peringatan HUT ke-80 RI dari TPA Sampah Bantar Gebang

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 18 Agustus 2025 - 15:03
in Megapolitan
tpa

Edi Permadi, Pembina Yayasan Tunas Mulia, saat menjadi pembina Upacara Penurunan Bendera Merah Putih pada HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Sekolah Alam Tunas Mulia, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Minggu (17/8/2025). Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tahun ini, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI) berlangsung semarak di seluruh Indonesia.

Tak hanya apel pengibaran dan penurunan bendera merah putih sebagai kegiatan wajib, tapi juga ada beragam perlombaan yang membuat perayaan HUT RI ini makin meriah.

BacaJuga:

Akhir Pekan Ini Cuaca di Jakarta Cenderung Cerah Berawan

Pramono Ajak Legislatif Bergerak Bersama, Jakarta Siapkan Lompatan Menuju Kota Global

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Perempuan di Indekos Grogol Petamburan

Hal ini juga yang dilakukan anak-anak di Sekolah Alam Tunas Mulia yang berlokasi di Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Menyebut Bantar Gebang, pikiran langsung mengarah pada tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Setiap hari ratusan kubik sampah Jakarta dibawa ke lokasi ini.

Ada banyak masyarakat yang mengais rejeki dari tumpukan sampah ini. Di tempat inilah Sekolah Alam Tunas Mulia berdiri sejak 13 Oktober 2006.

Satuan pendidikan ini menyelenggarakan pendidikan mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Saat ini total siswanya 325 anak dengan pengajar sebanyak 35 guru.

Mayoritas mereka yang menempuh pendidikan di sekolah ini adalah anak-anak para pemulung di TPA Bantar Gebang.

Sejak berdiri, sekolak ini memang ditujukan untuk menampung anak-anak pemulung dan miskin yang ingin menuntut ilmu.

Dengan melihat kondisi lingkungan dan anak-anak didik, Sekolah Alam Tunas Mulia sejak awal sudah memutuskan untuk tidak memungut biaya sepeserpun.

Tak hanya program pendidikan, di tempat ini anak-anak juga dilengkapi dengan kegiatan keagaman, pengetahuan dan kesehatan, termasuk usaha dan pemberdayaan ekonomi bagi pemulung.

“Saat ini yang sudah berjalan adalah budidaya ikan, maggot dan pertanian. Produksi manggot sudah mencapai 50 kilogram per hari untuk pakan ternak,” ujar Ketua Yayasan Tunas Mulia Bantar Gebang, Juwarto, dalam keterangannya, Senin (18/8/2025).

Dari sekolah ini, sudah ada enam anak yang sukses meraih gelar sarjana.

“Ada 4 orang yang sedang kuliah dan lulusan Diploma III ada 4 orang. Jumlah lulusan terbanyak adalah PAUD yakni 1.225 anak,” sebut Juwarto.

Sementara itu, Pembina Yayasan Tunas Mulia, Edi Permadi mengaku bangga pada yayasan yang telah membina sekolah gratis untuk anak-anak pemulung ini.

“Pak Juwarto, Pak Nadam dan guru-guru disini adalah manusia pilihan yang luar biasa. Ini sesuai dengan Asta Cita yang keempat terkait dengan pembangunan SDM (sumber daya manusia),” kata dia.

Edi yang juga Tenaga Profesional di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) ini menegaskan, pendidikan adalah hak setiap warga negara.

Pendidikan merupakan salah satu jalan untuk bisa keluar dari situasi atau kondisi kemiskinan. Tentu tugas pertama menyediakan pendidikan yang layak adalah negara.

“Namun tidak semua tanggung jawab tersebut dilimpahkan pada negara. Setiap warga negara khusus yang mampun juga dipanggil untuk berkontribusi membangun atau mendukung pendidikan,” jelas Edi, yang bertindak sebagai Pembina Upacara Penurunan Bendera, pada Minggu (17/8/2025).

Ia mengatakan, masih banyak tempat di Indonesia yang pendidikannya masih mengalami keterbelakangan. Ini menjadi tugas setiap warga negara untuk membantu, baik dari sisi finansial, pemikiran maupun sarana dan prasarana. (rmn)

Tags: HUT ke-80 RIKemerdekaan RISekolah Alam Tunas MuliaTPA Bantar Gebang

Berita Terkait.

cuaca
Megapolitan

Akhir Pekan Ini Cuaca di Jakarta Cenderung Cerah Berawan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:13
pram
Megapolitan

Pramono Ajak Legislatif Bergerak Bersama, Jakarta Siapkan Lompatan Menuju Kota Global

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:09
grogol
Megapolitan

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Perempuan di Indekos Grogol Petamburan

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:08
Pramono
Megapolitan

Pramono Siapkan Jakarta Jadi Episentrum Pendidikan dan Inovasi Kelas Dunia

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:42
Hujan
Megapolitan

Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:39
Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan, Suhu Udara Rata-rata Berkisar 27-34 Derajat Celcius
Megapolitan

Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan, Suhu Udara Rata-rata Berkisar 27-34 Derajat Celcius

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:57

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    1948 shares
    Share 779 Tweet 487
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1868 shares
    Share 747 Tweet 467
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    949 shares
    Share 380 Tweet 237
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3130 shares
    Share 1252 Tweet 783
  • Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

    819 shares
    Share 328 Tweet 205
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.