• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Konsisten Dorong UU Ketenagakerjaan yang Berkeadilan, PKS: Harus Menjawab Tiga Kepentingan

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 17 Agustus 2025 - 14:50
in Ekonomi
Sekretaris Bidang Ketenagakerjaan DPP PKS Muhammad Rusdi dalam avara talskow yang bertema "Mendorong UU Ketenagakerjaan Baru yang Berkeadilan" Di Jakarta. Foto: PKS

Sekretaris Bidang Ketenagakerjaan DPP PKS Muhammad Rusdi dalam avara talskow yang bertema "Mendorong UU Ketenagakerjaan Baru yang Berkeadilan" Di Jakarta. Foto: PKS

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan komitmennya untuk mendorong lahirnya Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berkeadilan untuk semua pihak. Hal ini terlihat dari forum dialog yang menghadirkan tokoh buruh, pengusaha, pemerintah, dan anggota DPR RI untuk mendiskusikan rekomendasi terbaik.

Sekretaris Bidang Ketenagakerjaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS Muhammad Rusdi, UU Ketenagakerjaan yang baru harus menjawab tiga kepentingan sekaligus, yaitu perlindungan dan kesejahteraan yang layak bagi buruh, iklim investasi yang kondusif bagi pengusaha, dan fondasi ekonomi yang kuat.

BacaJuga:

Widiyanti Serap Aspirasi dan Perkuat Kolaborasi Majukan Pariwisata Sumbar

BRMS Raup Laba Bersih USD18 Juta di Kuartal 1 2026, Naik 22 Persen Meski Produksi Turun

Budaya Bukan Sekadar Wacana, PDC Dorong Aksi Nyata lewat AoC

“Kita semua punya semangat yang sama, bagaimana nanti Undang-Undang yang lahir harus bisa menjawab masalah buruh, bisa menjawab masalah pengusaha, dan bisa menjawab masalah negara. Dan ini perlu dialog kita bersama,” ujar Sekretaris Bidang Ketenagakerjaan DPP PKS Muhammad Rusdi dalam keterangannya dikutip Minggu (17/8/2025).

Rusdi juga menekankan komitmen PKS untuk melahirkan peraturan ketenagakerjaan yang berkeadilan. Sejak era Hidayat Nur Wahid menjadi Ketua MPR, karanya, PKS konsisten mengawal keadilan ketenagakerjaan baik di DPR maupun dari pimpinan partai.

*Di legislatif, rekamJejak Anggota DPR RI dari PKS konsisten memperjuangkan peningkatan perlindungan dan kesejahteraan bagi pekerja. Pada tahun 2006 ketika ada rencana pemerintah ingin mereduksi perlindungan dan kesejahteraan pekerja melalui Revisi UU ketenagajerjaan, Mustafa Kamal anggota DPR RI bersuara lantang di paripurna DPR menolak upaya meruduksi hak hak pekerja terlihat perlindungan dan kesejahteraan,” ungkapnya.

Semisal, tahun 2009-2011, Zuber Syafawi menjadi salah satu motor lahirnya UU BPJS bersinergi dengan para Serikat pekerja. Di tahun 2012, Ansyori Siregar dan Indra anggota Komisi IX DPR RI PKS, dalam sidang paripurna DPR menyatakan dengan tegas sikap. PKS terkait adanya upaya kembali mereduksi hak hak pekerja terlihat perlindungan dan kesejahteraan pekerja.

“Rekam.jejak konsistensi PKS berlanjut saat PKS menjadi Partai yang menolak lahirnya UU Omnibus Law Cipta Kerja disaat mayoritas Partai mendukung omnibus Law yang substansinya mereduksi perlindungan dan kesejahteraan para pekerja, serta kurangnya meaningful participation dalam proses perumusannya,” terangnya.

Sikap tegas PKS menolak lahirnya UU omnibuslaw cipta kerja pada tahun 2019 akhir bahkan disampaikan langsung oleh Presiden PKS Sohibul Iman Dan ketika UU omnibuslaw pada akhirnya disyahkan melalui mekansme yang cacat, Presiden PKS selanjutnya, Ahmad Syaikhu kembali menyatakan penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Pada kesempatan ini, Rusdi menegaskan, dirnya ingin UU ketenagakerjaan yang baru dapat mengkoreksi UU omnibus Law Cipta kerja. UU ketenagajerjaan, yang harus dibangun dari logika berfikir dan semangatnya adalah kembali ke semangat Pembukaan UUD 1945 yakni mencerdaskan, melindungi dan mensejahterakan.

Serta mengadopsi nilai nilai luhur Pancasila yakni Spirtualitas, kemanusiaan, musyawarah dan keadilan sosial. Sehingga kita tidak ingin kita mengulangi kegagalan dan kesalahan logika berfikir dan semangat dari UU omnibuslaw cipta kerja yang hanya bicara profit dan efisiensi semata tanpa nilai nilai kemanusiaan dan spiritualitas

“Insya Allah PKS akan terus konsisten mengawal lahirnya Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berkeadilan,” ujar Rusdi. Karena dengan UU ketenagakerjaan yang berkeadlan lah akan tercapai harapan dari para pekerja/buruh, harapan pengusaha dan juga harapan pemerintah,” tegasnyam

Ia juga menegeaskan bahwa Kebijakan upah layak bagi buruh adalah suatu keharusan, karena terbukti 10 tahun kebijakan upah murah bukan hanya mereduksi kesejahteran pekerja namun juga membuat daya beli dan konsumsi masyarakat jatuh.

“Hanya saja kebijakan upah yang layak perlu di barengi oleh kebijakan menata iklim investasi yang kondusif sesegera mungkin, seperti kebijakan menghapus segala pungli yang membuat biaya tinggi termasuk mendorong biaya logistik yang mahal dan bunga Bank yang tinggi. Kesemuanya itu bila dilakukan akan membuat ekositem ketenakerjaan dan industti menjadi sehat dan berkeadilan,” terangnya.

Kegiatan yang digelar secara hybrid ini menghadirkan Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Indra; Anggota DPR RI Komisi IX, Netty Prasetiyani; Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan DPN APINDO, Darwoto; Ketua Umum DPP KSPSI Jumhur Hidayat; dan Aktivis buruh Zen Mutowali. (dil)

Tags: DPRpksuu

Berita Terkait.

menpar
Ekonomi

Widiyanti Serap Aspirasi dan Perkuat Kolaborasi Majukan Pariwisata Sumbar

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:12
brms
Ekonomi

BRMS Raup Laba Bersih USD18 Juta di Kuartal 1 2026, Naik 22 Persen Meski Produksi Turun

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:00
PDC
Ekonomi

Budaya Bukan Sekadar Wacana, PDC Dorong Aksi Nyata lewat AoC

Kamis, 30 April 2026 - 23:04
Menkop Dorong Merek Kolektif Jadi Agunan Kredit Perbankan
Ekonomi

Menkop Dorong Merek Kolektif Jadi Agunan Kredit Perbankan

Kamis, 30 April 2026 - 21:46
SKK Migas Nilai Ekspansi Jadestone Jadi Indikator Kuat Daya Saing RI
Ekonomi

SKK Migas Nilai Ekspansi Jadestone Jadi Indikator Kuat Daya Saing RI

Kamis, 30 April 2026 - 19:04
Temmy-Satya-Permana
Ekonomi

UMKM Digital Finance Tour Jadi Jembatan Akses Modal Lebih Luas

Kamis, 30 April 2026 - 15:46

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2557 shares
    Share 1023 Tweet 639
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1511 shares
    Share 604 Tweet 378
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1028 shares
    Share 411 Tweet 257
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    783 shares
    Share 313 Tweet 196
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.