• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah Kunci Jaga Kesehatan Mental Remaja

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 5 Agustus 2025 - 05:30
in Nasional
Dua orang remaja sedang mencurahkan perasaannya dalam dinding afirmasi positif pada acara Gebyar Mental Sehat Remaja Indonesia di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Kamis (14/8/2025).  Foto: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari

Dua orang remaja sedang mencurahkan perasaannya dalam dinding afirmasi positif pada acara Gebyar Mental Sehat Remaja Indonesia di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Kamis (14/8/2025). Foto: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID– Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan kolaborasi antara orang tua dan sekolah merupakan kunci agar kesehatan mental remaja tetap berkualitas meski menghadapi banyak gejolak seperti pubertas maupun masalah dalam pergaulannya.

Anggota Satuan Tugas (Satgas) Remaja IDAI dr. Braghmandita Widya Indraswari, M.Sc, Sp.A, Subsp.T.K.P.S(K), mengatakan sekolah dan orang tua adalah dua faktor lingkungan paling dekat dan harus menjadi yang paling peka terhadap perubahan remaja sehingga bisa memastikan kesehatan mentalnya terjaga.

BacaJuga:

Live Jualan Tak Lagi Sekadar Tren, Creator Diburu Jadi Mesin Cuan Baru bagi Brand

BNPB Kebut Distribusi Bantuan Korban Gempa NTT, Logistik Diangkut Lewat Darat hingga Perahu

Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka, 4.770 Formasi Disiapkan untuk Talenta Muda

“Kolaborasi adalah hal yang penting, jadi kesehatan mental remaja itu bukan hanya menjadi tanggung jawab guru, atau bukan hanya menjadi tanggung jawab dari orang tua saja. Tetapi bisa tercipta lewat kolaborasi peran orang tua, guru, dan konselor jika memang ada peran konselor di sekolah,” katanya dalam seminar daring yang diikuti dari Jakarta, dilansir ANTARA, Selasa (19/8/2025).

Dokter yang berpraktik RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta itu mengatakan dari sisi faktor orang tua atau keluarga, dalam mendampingi remaja agar kesehatan mentalnya terjaga perlu memastikan bahwa keluarga harus menjadi ruang yang aman bagi anak untuk berekspresi.

Salah satu cara membuat lingkungan keluarga menjadi ruang aman bagi remaja adalah dengan mengajarkan komunikasi yang terbuka dan membimbingnya mencerna beragam emosi baik itu yang sifatnya positif maupun negatif.

“Remaja tidak boleh takut, tidak boleh malu dengan orang tuanya. Sehingga harapannya anak bisa bercerita pada orang tua kalau dia punya masalah. Dia tahu harus kemana saat mencari pertolongan,” ujar dokter Braghmandita.

Selain itu, keluarga juga bisa memberi ruang aman bagi remaja lewat dukungan aktif berupa apresiasi dan motivasi sehingga rasa dihargai bisa tumbuh.

Ketika remaja mengalami masalah, maka nantinya keluarga menjadi tempat pertama untuk dirinya mencari solusi nyata dan bukan mendapatkan solusi fiktif yang dapat menjerumuskan bahkan berpotensi membuatnya mengalami masalah gangguan mental.

“Remaja ini karakteristiknya lebih percaya para peer group, padahal peer group-nya juga sama-sama remaja yang pola pemikirannya sama. Belum tentu mereka bisa memberikan solusi baik dan bahkan kadang memberikan solusi yang negatif,” katanya.

Selanjutnya, dalam menjaga kesehatan mental remaja peran sekolah perlu memastikan bahwa lingkungannya bersifat inklusif.

Para pendidik yang menjadi tuntunan remaja, harus bisa memastikan tidak ada tekanan yang berlebihan kepada perkembangan mental murid-muridnya.

Lingkungan juga harus bisa menjaga agar tidak ada perundungan maupun diskriminasi sehingga ke depannya remaja yang merupakan para siswa bisa meningkatkan rasa percaya diri dan belajar mengendalikan emosi lewat interaksi sosial dengan lingkungan sebayanya.

“Diharapkan sekolah juga bisa mendeteksi (apabila remaja mengalami gangguan kesehatan mental), karena waktu remaja ini juga sebagian besar ada di sekolah. Guru bisa sebagai pengamat pertama yang mendeteksi adanya perubahan berlaku dari siswanya,” kata Braghmandita.

Kesehatan mental pada remaja menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan sebuah negara memiliki generasi penerus bangsa yang optimal. Namun, akhir-akhir ini masalah kesehatan mental di kalangan remaja semakin meningkat.

Secara global misalnya, data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan 1 di antara 7 anak berusia 10-19 tahun atau remaja mengalami masalah kesehatan mental.

Sementara secara nasional, sebuah survei yang dilakukan oleh I-NAMHS (Indonesia National Adolescent Mental Health Survey) pada 2022 menunjukkan sebanyak 15.5 juta atau sekitar 34.9 persen remaja mengalami masalah kesehatan mental.

Maka dari itu, penting agar semua faktor yang menjaga kesehatan mental remaja bisa terlibat aktif agar masalah ini tidak menjadi masalah berlarut terutama dalam memastikan pembentukan sumber daya manusia (SDM) berkualitas di masa depan. (dam)

Tags: Anggota Satuan Tugas (Satgas) RemajaBadan Kesehatan Dunia (WHO)Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)

Berita Terkait.

online
Nasional

Live Jualan Tak Lagi Sekadar Tren, Creator Diburu Jadi Mesin Cuan Baru bagi Brand

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:02
posko
Nasional

BNPB Kebut Distribusi Bantuan Korban Gempa NTT, Logistik Diangkut Lewat Darat hingga Perahu

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:11
cpns
Nasional

Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka, 4.770 Formasi Disiapkan untuk Talenta Muda

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:02
Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tinjau Langsung Provinsi NTT
Nasional

Tangani Gempa M 7,7 Flores, BNPB: Fokus 8 Langkah Strategis Penanganan Darurat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:42
Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tinjau Langsung Provinsi NTT
Nasional

Mendagri Pastikan Penanganan Pascagempa NTT Fokus Pulihkan Layanan Dasar dan Percepat Pendataan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:32
Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tinjau Langsung Provinsi NTT
Nasional

Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tinjau Langsung Provinsi NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:22

BERITA POPULER

  • antam

    Harga Emas Pekan Depan Bakal Berayun, Selisih Proyeksi Capai Rp300 Ribu

    1393 shares
    Share 557 Tweet 348
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3814 shares
    Share 1526 Tweet 954
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1170 shares
    Share 468 Tweet 293
  • FBR Kutuk Newport terkait Tantangan Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

    778 shares
    Share 311 Tweet 195
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.