INDOPOSCO.ID – Peluang bagi generasi muda Indonesia untuk meniti karier sebagai aparatur sipil negara kembali terbuka. Pemerintah menyiapkan 4.770 formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) melalui jalur sekolah kedinasan pada 2026. Seleksi peserta didik sekolah kedinasan tersebut direncanakan mulai diumumkan pada Agustus 2026.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengingatkan calon peserta agar tidak melihat sekolah kedinasan sekadar sebagai pintu menuju status ASN. Menurutnya, proses seleksi sekaligus menjadi tahap awal untuk membentuk calon aparatur yang memiliki kemampuan dan karakter kuat.
“Seleksi sekolah kedinasan bukan hanya tentang kesempatan menjadi ASN, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang kompeten, integritas, dan disiplin dalam pengabdian untuk masyarakat,” ujar Rini dalam keterangannya, dikutip pada Minggu (16/8/2026).
Setelah pengumuman resmi dibuka, seluruh proses pendaftaran dilakukan melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN). Peserta dapat mengakses pendaftaran melalui laman resmi SSCASN.
Tahun ini, terdapat sembilan instansi pemerintah yang membuka formasi sekolah kedinasan. Jumlah tersebut mencakup Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Hukum, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Intelijen Negara (BIN).
Jumlah formasi yang tersedia tahun ini juga mengalami peningkatan cukup signifikan. Pemerintah menyiapkan 4.770 formasi, naik dibandingkan tahun 2025 yang hanya menyediakan 3.257 formasi.
Dari total tersebut, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mendapat alokasi terbesar dengan 1.410 formasi. Berikutnya, 22 sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan memperoleh 891 formasi, sedangkan Politeknik Keuangan Negara STAN membuka 1.000 formasi.
Formasi lainnya terdiri atas Politeknik Siber dan Sandi Negara sebanyak 50 formasi, Politeknik Statistika STIS 564 formasi, Politeknik Pengayoman Indonesia 250 formasi, Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan 375 formasi, Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 130 formasi, serta Sekolah Tinggi Intelijen Negara sebanyak 100 formasi.
Dalam proses seleksi, pemerintah tetap mengandalkan Computer Assisted Test (CAT). Sistem ini menjadi instrumen penting untuk menjaga proses seleksi tetap transparan sekaligus mencegah berbagai praktik kecurangan.
Rini menegaskan, peserta tidak perlu mencari jalan belakang untuk mendapatkan kursi di sekolah kedinasan. Kemampuan pribadi tetap menjadi faktor utama dalam menentukan hasil seleksi.
“Jangan mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi bagian dari birokrasi yang berintegritas,” tegas Rini.
Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) ditargetkan berlangsung pada September 2026. Seperti seleksi CASN lainnya, peserta akan menghadapi tiga materi utama, yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
Perjalanan peserta tidak berhenti pada SKD. Mereka yang memenuhi ketentuan akan mengikuti tahapan seleksi lanjutan yang mekanismenya disesuaikan dengan ketentuan masing-masing sekolah kedinasan.
Karena itu, persiapan sejak jauh hari menjadi kunci. Peserta dituntut tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga membangun kedisiplinan, integritas, serta kesiapan mental menghadapi seluruh rangkaian seleksi.
Rini juga meminta para orang tua memberikan dukungan kepada anak-anak yang ingin mengikuti seleksi. Dorongan keluarga dinilai dapat membantu peserta menghadapi persaingan secara sehat dan tetap percaya diri.
Pada akhirnya, sekolah kedinasan bukan sekadar tentang mendapatkan kursi pendidikan atau peluang menjadi ASN. Di balik proses seleksi yang ketat, pemerintah ingin mendapatkan generasi muda yang siap mengemban tanggung jawab pelayanan publik.
“Semoga seleksi Sekolah Kedinasan 2026 dapat melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mengedepankan kepentingan masyarakat,” tambahnya. (her)























