INDOPOSCO.ID – Penganugerahan Hoegeng Awards 2025 kembali digelar meriah di Auditorium Mutiara STIK-PTIK Polri, Jakarta Selatan, Rabu (16/7/2025).
Mengusung tema “Polisi Rakyat, Teladan Mengabdi”, acara ini menjadi ruang refleksi atas semangat reformasi kultural Polri melalui figur-figur Bhayangkara yang menunjukkan integritas, keberanian, kepedulian, dan inovasi dalam tugas pelayanan publik.
Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo hadir langsung memberikan penghormatan kepada lima insan Bhayangkara terpilih.
Turut hadir pula tokoh nasional Chairul Tanjung, serta keluarga besar mendiang Jenderal Hoegeng Iman Santoso, sosok legendaris yang menjadi simbol keteladanan aparat penegak hukum di Indonesia.
Proses seleksi dilakukan terbuka dengan menerima usulan masyarakat sejak Januari hingga Maret 2025, kemudian disaring ketat oleh tim ahli independen dari lintas sektor.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa Hoegeng Awards bukan sekadar seremoni penghargaan, tetapi cermin komitmen Polri untuk menumbuhkan budaya kerja yang humanis, profesional, dan transparan.
“Ini adalah bentuk pengakuan kepada anggota yang bekerja dengan hati, serta simbol bahwa perubahan Polri dimulai dari individu yang mau berbuat nyata, bukan sekadar pencitraan,” kata Trunoyudo dikutip pada Kamis (17/7/2025).
Ia menambahkan, partisipasi publik dalam proses pemilihan menjadi indikator penting dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Lima Polisi Penerima Hoegeng Awards 2025:
Polisi Berdedikasi: Aipda Rahmad Muhajirin, Bhabinkamtibmas Kelurahan Ledok Kulon, Bojonegoro dikenal atas pengabdiannya membina warga di kantong-kantong kemiskinan urban.
Polisi Inovatif: Iptu Andi Sri Ulva Baso, Polda Sulsel pencetus sistem manajemen data kendaraan berbasis digital.
Polisi Berintegritas: Kombes Seminar Sebayang, Kepala SPN Polda Sulteng – penggerak pendidikan antikorupsi di lembaga pendidikan kepolisian.
Polisi Pelindung Perempuan, Anak dan Kelompok Rentan: Kombes Rita Wulandari, Bareskrim Polri – pionir dalam investigasi kekerasan seksual berbasis pendekatan trauma healing.
Polisi Tapal Batas dan Pedalaman: Bripka Annas, Polres Donggala – hadir di wilayah terpencil untuk menjamin rasa aman bagi warga di kawasan rawan bencana.
“Kelima tokoh ini diharapkan dapat menjadi panutan internal sekaligus memperkuat legitimasi publik terhadap Polri yang terus berbenah menuju institusi yang dicintai rakyat,” pungkasnya. (fer)








