• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pemilu Dipisah, Komisi II Minta Penyelenggara Pemilu Lebih Profesional dan Netral Tak Terjadi PSU

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 16 Juli 2025 - 12:34
in Nasional
Ahmad-Heryawan

Anggota Komisi II yang juga Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Ahmad Heryawan. Foto: Dok. INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Heryawan meminta penyelenggara pemilu, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar lebih profesional dan netral, khususnya dalam menyikapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memisahkan pemilu nasional dan daerah selama minimal dua tahun.

“Dalam pemisahan pemilu ini, seharusnya KPU dan Bawaslu harus lebih profesional. Khususnya agar tidak ada Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Pilkada (pemilihan kepala daerah),” kata Ahmad Heryawan dalam keterangan tertulisnya yang diterima INDOPOSCO.ID di Jakarra, Rabu (16/7/2025).

BacaJuga:

Ketua Fraksi PKS DPR RI Dorong Kepala Daerah Fokus Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Rakyat

Ancaman Ruang Digital Mengintai Anak, Komdigi Gaungkan “Seni Menunda Layar” dan PP Tunas

Mendiktisaintek: Generasi Muda Harus Perkuat Inovasi Berbasis Riset dan Teknologi

Menururtnya, ada berbagai faktor yang menyebabkan PSU harus dilakukan, seperti tidak terpenuhinya syarat pencalonan, dugaan politik uang, dan pelanggaran netralitas ASN serta ketidakprofesionalan penyelenggara pemilu. “ni tidak boleh terulang kembali.” tegas pria yang akrab disapa Kang Aher ini.

Lebih jauh, mantan Gubernur Provinsi Jawa Barat dua periode ini menjelaskan dalam evaluasi yang dipaparkan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) atas sejumlah aduan pelanggaran etik penyelenggara pemilu.

“DKPP mengungkapkan dari total 1.809 teradu yang diputus sepanjang 2024-2025, lebih dari 42 persen dijatuhi sanksi, bahkan terdapat sanksi berat seperti pemberhentian tetap kepada sejumlah anggota KPU dan Bawaslu di daerah,” tuturnya.

Salah satu kasus mencolok adalah di Kota Palopo, di mana tiga anggota KPU diberhentikan tetap karena tidak profesional dalam verifikasi ijazah calon wali kota. Fakta ini menunjukkan bahwa masih ada kelemahan mendasar dalam tata kelola pemilu di tingkat lokal yang harus segera dibenahi, khususnya menjelang pelaksanaan PSU di sejumlah daerah.

“Kita mendesak DKPP, KPU, dan Bawaslu untuk memperketat pengawasan dan meningkatkan kapasitas serta integritas SDM penyelenggara. Tidak boleh lagi ada pelanggaran yang mencederai keadilan dan kedaulatan rakyat.” tegas Anggota Fraksi PKS dari daerah pemilihan Jawa Barat 2 ini.

Terakhir, Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI ini menekankan pentingnya netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat publik dalam semua tahapan pemilu.

“Selain itu, komisi II DPR RI mendorong adanya mitigasi dini terhadap potensi sengketa hasil jilid II di Mahkamah Konstitusi. Sejatinya keberhasilan pemilu bukan hanya soal teknis pelaksanaan, tetapi soal kepercayaan publik terhadap proses demokrasi,” tandasnya.

“Pilkada adalah momentum demokrasi daerah, bukan ajang intervensi kekuasaan. Aparat negara harus benar-benar netral. Kita tidak ingin PSU ini justru memunculkan gelombang gugatan baru. KPU dan jajarannya harus pastikan seluruh proses berjalan sah, adil, dan konstitusional. Pemilu yang bersih dan berintegritas adalah fondasi kepercayaan rakyat kepada negara,” Imbuh aher menambahkan. (dil)

Tags: Ahmad HeryawanBawasluDPR RIKPUMKpemilu

Berita Terkait.

Ketua Fraksi PKS DPR RI Dorong Kepala Daerah Fokus Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Rakyat
Nasional

Ketua Fraksi PKS DPR RI Dorong Kepala Daerah Fokus Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Rakyat

Senin, 27 April 2026 - 05:45
PP-Tunas
Nasional

Ancaman Ruang Digital Mengintai Anak, Komdigi Gaungkan “Seni Menunda Layar” dan PP Tunas

Minggu, 26 April 2026 - 19:27
riset
Nasional

Mendiktisaintek: Generasi Muda Harus Perkuat Inovasi Berbasis Riset dan Teknologi

Minggu, 26 April 2026 - 18:08
jamaah
Nasional

28.274 Jemaah Haji Telah Berangkat ke Tanah Suci, 125 Ribu Nikmati Fast Track

Minggu, 26 April 2026 - 17:07
phi
Nasional

PHI Gulirkan APEKA 2026, Perkuat Peran Media dalam Industri Hulu Migas

Minggu, 26 April 2026 - 16:06
sanung
Nasional

Gaung Kartini di IDSurvey, Maheswari Sisterhood Day 2026 Perkuat Kolaborasi Perempuan

Minggu, 26 April 2026 - 12:22

BERITA POPULER

  • kartinian

    Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    909 shares
    Share 364 Tweet 227
  • Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1354 shares
    Share 542 Tweet 339
  • Unggah Foto Wajah Burung, Instagram Lee Jong Suk Picu Spekulasi Hubungan dengan IU

    683 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan, Potensi Hujan Ringan Diperkirakan di Jaktim dan Jaksel

    664 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.