• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Dugaan Korupsi LPEI, Ekonom: OJK Kehilangan Kredibilitasnya

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 12 Juli 2025 - 14:54
in Ekonomi
suap

Ilustrasi korupsi. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dugaan korupsi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bermula dari pemberian fasilitas kredit kepada debitur yang tidak memenuhi kelayakan.

Faktanya, investigasi menunjukkan proses verifikasi nyaris tidak dilakukan. Kredit tetap cair, meski perusahaan penerima tidak memiliki rekam jejak keuangan memadai.

BacaJuga:

Jejak Harum Jacoline Berseri, Perempuan Dumai Bangkit lewat UMKM Camilan Lokal

Revolusi Printing Bisnis! Epson Hadirkan Solusi Hemat Energi, Minim Gangguan, dan Ramah Lingkungan

Genera-Z Berbakti 2026: Ajang Mahasiswa Inovatif Bangun Desa Wisata Indonesia

“Ini bukan sekadar kasus penyelewengan dana biasa,” ujar Ekonom Achmad Nur Hidayat melalui gawai, Sabtu (12/7/2025).

Ia menuturkan, kondisi tersebut membuktikan bahwa tata kelola (governance) di banyak lembaga keuangan negara masih bersifat formalitas. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari peristiwa korupsi tersebut telah kehilangan kredibilitasnya.

“Ini seperti pagar berduri yang ditancapkan tanpa kawat listrik, hanya menakuti tapi tidak mencegah pencuri masuk,” kata Achmad.

Lebih jauh ia mengungkapkan, logika dasar hukum administrasi publik dan pidana korupsi menyatakan bahwa direksi yang menandatangani dan memerintahkan pencairan tanpa verifikasi harus dimintai pertanggungjawaban.

“Penegakan hukum seringkali tebang pilih, sehingga menimbulkan defisit kepercayaan rakyat,” ujar Achmad.

Ia mengatakan, LPEI adalah lembaga non-bank milik negara dengan wewenang strategis menyalurkan pembiayaan ekspor menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun posisinya yang berada di ‘pinggir regulasi’ perbankan nasional menjadikannya celah empuk bagi moral hazard.

“Tidak diawasi ketat layaknya bank umum, dan tidak diaudit berkala oleh auditor independen eksternal, LPEI bagaikan kolam yang diisi banyak ikan, tanpa jaring pengaman dari serangan buaya koruptor,” jelas Achmad.

“Kasus ini membuktikan ketika kebijakan tidak disertai imunitas terhadap korupsi, maka seberapa mulia pun tujuan lembaga tersebut hanya akan berakhir sebagai slogan kosong,” sambungnya.

Achmad menegaskan, dampak ekonomi dari kerugian Rp11,7 triliun bukan sekadar defisit APBN atau beban fiskal tambahan. Lebih dari itu, ini adalah kerugian pembangunan.

“Dana yang seharusnya membantu UMKM eksportir memperluas pasar ke luar negeri, memperkuat devisa, dan menciptakan lapangan kerja, justru lenyap tanpa hasil,” paparnya.

Dalam jangka panjang, Achmad menambahkan, menurunkan kredibilitas Indonesia di mata investor internasional dan memperbesar ketidakpercayaan rakyat pada lembaga keuangan negara.

“Direksi dan pengurus yang terlibat harus diadili secara transparan. Tidak ada kebijakan pembangunan yang dapat berjalan tanpa penegakan hukum yang adil,” tuturnya.

“Harus memperkuat sistem whistleblower dengan insentif dan perlindungan hukum yang nyata,” imbuhnya. (nas)

Tags: Achmad Nur HidayatkorupsiLPEIOJK

Berita Terkait.

jacoline
Ekonomi

Jejak Harum Jacoline Berseri, Perempuan Dumai Bangkit lewat UMKM Camilan Lokal

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:12
epson
Ekonomi

Revolusi Printing Bisnis! Epson Hadirkan Solusi Hemat Energi, Minim Gangguan, dan Ramah Lingkungan

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:46
bca
Ekonomi

Genera-Z Berbakti 2026: Ajang Mahasiswa Inovatif Bangun Desa Wisata Indonesia

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:01
phr
Ekonomi

PHR Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan Ring-1 lewat UMKM Jamur Tiram

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:41
addy
Ekonomi

DPR Ngebut RUU Ketenagalistrikan, Eddy Soeparno Singgung Peran Listrik sebagai Tulang Punggung Transisi Energi

Senin, 30 Maret 2026 - 22:22
gadai
Ekonomi

125 Tahun Jadi Teman Finansial Masyarakat, PT Pegadaian Ekspansi Internasional ke Timor Leste

Senin, 30 Maret 2026 - 19:19

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1020 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    773 shares
    Share 309 Tweet 193
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.