INDOPOSCO.ID – Kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang melibatkan jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Pusat makin jadi sorotan.
Warganet ramai-ramai mendesak Kepala Dishub Provinsi Jakarta, Syafrin Liputo, untuk buka-bukaan soal kasus tersebut, termasuk dugaan keterlibatan Kepala Suku Dinas (Kasudin) Perhubungan Jakarta Pusat, Wildan Anwar.
“Pak Gubernur harus lakukan copot semua jabatan petingginya,” tulis akun @dauzz87 yang viral di media sosial dikutip pada Senin (30/6/2025).
Tak hanya itu, publik juga mendesak pencopotan seluruh jajaran pimpinan Dishub Jakarta Pusat yang dinilai sudah mencoreng wajah pelayanan publik
Kasus ini turut menyeret nama Kasudin Perhubungan Jakarta Pusat, Wildan Anwar, yang sebelumnya juga dilaporkan oleh bawahannya sendiri, WS. Laoly, terkait dugaan pungli.
“Kemarin Kasudin Jakpus yang diperiksa belum jelas, sekarang bawahnya nambah lagi aja. Dishub pakai mobil, pakai seragam,” ujar @devie.1991
Desakan ini muncul setelah viral video berdurasi 46 detik yang memperlihatkan dugaan pungli petugas Dishub Jakarta Pusat kepada sopir bajaj di kawasan Salemba.
Dalam video tersebut, terlihat sopir bajaj membeli rokok dari pedagang asongan, lalu menyerahkannya ke petugas Dishub yang berada di mobil derek bernomor polisi B 4011 PLA. Usai menerima rokok, mobil langsung kabur.
Parahnya, terdengar narasi dalam video, “Sopir bajaj tiap hari setor ke Dishub rokok Samsoe. Sudah dikasih jalan. Dishub pakai mobil, pakai seragam, masih aja,” bunyi dalam narasi itu.
Menanggapi hal ini, Kadishub Syafrin Liputo menegaskan, sanksi akan dijatuhkan tanpa kompromi.
“Kalau PJLP, langsung saya berhentikan. Kalau ASN, sanksi tegas mengacu pada undang-undang kepegawaian,” ucap Syafrin.
Syafrin juga membenarkan bahwa mobil yang terekam dalam video adalah milik operasional Dishub.
Ia memastikan tengah mendalami siapa pelaku sebenarnya, mengingat satu unit mobil derek biasanya berisi empat petugas.
“Ini catatan buruk. Tidak ada toleransi terhadap pungli. Harus ada efek jera untuk jajaran di lapangan,” tandasnya.
Desakan publik kini tak lagi main-main. Mata warga Jakarta tertuju pada langkah tegas Syafrin dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk bersih-bersih di tubuh Dishub. (fer)




















