• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Olahraga

Arema FC Kecewa Berat, Pertimbangkan Tak Main Lagi di Kanjuruhan Usai Insiden Pelemparan Bus Persik

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 13 Mei 2025 - 14:26
in Olahraga
pemain-Arema-FC

Para pemain Arema FC tengah bersiap jelang salah satu laga Liga 1 musim ini yang digelar tanpa penonton. Foto: Dok. Arema FC

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPODCO.ID – Manajemen Arema FC mengungkapkan kekecewaan mendalam atas insiden pelemparan terhadap bus tim Persik Kediri setelah pertandingan Liga 1 2024/2025 di Stadion Kanjuruhan, Minggu (11/5/2025). Arema FC sendiri kalah telak 0-3 atas Persik dalam laga kandangnya tersebut.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyatakan pihaknya tengah mempertimbangkan untuk tidak lagi menggelar pertandingan kandang di stadion tersebut.

BacaJuga:

Tak Terbendung, Inter Milan Segel Gelar Serie A Usai Tekuk Parma

Hasil Super League: Diwarnai VAR di Akhir Laga, Persik vs Arema Tuntas 3-2

Hasil Super League: Dewa United Kirim Semen Padang Degradasi ke Liga 2 

“Kita kecewa dengan beberapa stakeholders pertandingan kemarin,” ujar Yusrinal dalam pernyataan resmi klub, Senin (13/5/2025).

Menurut Yusrinal, selama tiga tahun terakhir Arema FC telah berjuang keras untuk mempertahankan eksistensi klub di tengah keterbatasan, terutama setelah terusir dari kandang sendiri tanpa pemasukan yang memadai.

“Tiga tahun kami berusaha mempertahankan eksistensi klub. Bersungguh-sungguh untuk kembali ke rumah sendiri. Sementara itu banyak pihak tiada henti mencaci maki klub, yang di satu sisi klub berusaha bertahan dan tabah menghadapi, padahal klub mengalami masa sulit dengan keterbatasan dana. Rasanya hanya cukup sisa tenaga, semangat, dan niat tulus mempertahankan klub ini. Kami terasa sudah berdarah-darah, sekuat daya dan upaya kami lakukan, namun hasilnya seakan-akan kita tidak dihormati di sini,” tegasnya.

Ia juga menyoroti minimnya dukungan dari suporter yang justru dibarengi dengan tuntutan berlebihan ketika tim kembali bermain di Malang.

“Kami mengingatkan suporter itu pendukung. Tiga tahun mereka tidak dapat memberi dukungan ke Arema FC. Begitu kita pulang, alih-alih dukungan yang didapat, tapi justru tuntutan kesempurnaan yang berlebihan harus dituruti,” imbuhnya.

Dari sisi penyelenggaraan, Yusrinal mengungkapkan manajemen Arema FC telah mematuhi semua standar pengamanan, termasuk memenuhi persyaratan untuk pertandingan kategori high risk match. Namun, insiden pelemparan justru terjadi di luar area stadion, yang menurutnya menjadi tanggung jawab pihak keamanan.

“Pihak keamanan mohon lakukan evaluasi. Tuntutan kesempurnaan dari sisi mereka akhirnya semua dibebankan ke Arema FC. Laga kemarin itu level renpam high risk match, dan Arema FC sudah penuhi semuanya. Kami prihatin kejadian pelemparan bus Persik terjadi di area zona 4, di luar area stadion yang menjadi konsen pihak keamanan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa untuk dua pertandingan terakhir, yakni laga amal Charity Games dan laga melawan Persik, Arema FC telah menghabiskan lebih dari Rp1 miliar demi peningkatan kualitas penyelenggaraan pertandingan.

“Dari sisi produksi, semua upgrading kita lakukan mulai ring 1, ring 2, sampai ring 4, sesuai regulasi dan kebutuhan renpam. Kami memahami semua harus dilakukan demi keamanan jalannya pertandingan. Kami memahami ini ‘Stadion Kanjuruhan’,” jelasnya.

Yusrinal juga menyoroti kecenderungan publik yang kerap menyalahkan manajemen atas insiden-insiden yang terjadi, termasuk dalam kasus pelemparan bus.

“Manajemen selalu jadi bahan cercaan, seolah pelaku utamanya pelemparan bus. Entah itu oknum, seseorang, atau kelompok yang merasa bahwa perilakunya tidak salah. Sekali lagi, kejadiannya terjadi di area zona 4, di luar kawasan stadion dan jauh dari kewenangan Panpel. Semestinya bisa diantisipasi,” tuturnya.

Ia pun meminta kepolisian untuk mengusut tuntas insiden tersebut dan menemukan pelakunya. “Polisi harus tangkap dan ungkap pelaku dan motif pelemparan bus Persik Kediri. Jika pelaku kecewa dengan penyelenggaraan atau karena Arema FC kalah, kenapa tidak dilimpahkan ke kami?” ujar Yusrinal.

Sebagai penutup, ia mengajak semua pihak untuk melakukan introspeksi dan mengubah pola interaksi yang selama ini dianggap tidak adil terhadap manajemen klub.

“Semua harus berubah. Manajemen sudah selalu jalankan semua arahan dan masukan. Berbagai forum komunikasi pun sudah kami lakukan antar-stakeholder. Ayo berpakta integritas, jangan semuanya salahkan manajemen. Introspeksilah,” tutupnya.

Akibat insiden tersebut, Arema FC saat ini tengah mempertimbangkan kelanjutan penggunaan Stadion Kanjuruhan sebagai markas mereka dalam mengarungi kompetisi domestik. (her)

Tags: arema fcPelemparan Bussepakbola

Berita Terkait.

inter
Olahraga

Tak Terbendung, Inter Milan Segel Gelar Serie A Usai Tekuk Parma

Senin, 4 Mei 2026 - 09:17
Hasil Super League: Diwarnai VAR di Akhir Laga, Persik vs Arema Tuntas 3-2
Olahraga

Hasil Super League: Diwarnai VAR di Akhir Laga, Persik vs Arema Tuntas 3-2

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:05
Hasil Super League: Dewa United Kirim Semen Padang Degradasi ke Liga 2 
Olahraga

Hasil Super League: Dewa United Kirim Semen Padang Degradasi ke Liga 2 

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:55
Pegadaian Dukung Kartini Race 2026 sebagai Tonggak Baru Motorsport Indonesia
Olahraga

Dominan di Laga Pamungkas, PSS Sleman Resmi Promosi ke Super League Musim Depan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:45
PSBS Biak Dipastikan Terdegradasi, Asisten Pelatih Tak Sedih dan Tegas Bilang Begini
Olahraga

PSBS Biak Dipastikan Terdegradasi, Asisten Pelatih Tak Sedih dan Tegas Bilang Begini

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:01
jamu
Olahraga

Jamu Parma di Meazza, Inter Berambisi Kunci Scudetto Lebih Cepat

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:23

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3636 shares
    Share 1454 Tweet 909
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1597 shares
    Share 639 Tweet 399
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1290 shares
    Share 516 Tweet 323
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2566 shares
    Share 1026 Tweet 642
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    991 shares
    Share 396 Tweet 248
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.