• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Gabungkan Teknologi dan Pendekatan Manusia, Strategi Efektif Pelatihan Guru di CIES 2025 Chicago

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 30 April 2025 - 20:20
in Ekonomi
CIES-2025

CIES 2025, Chicago, Pelatihan Guru

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah upaya global untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tantangan dalam pengembangan profesional guru tetap menjadi isu krusial, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Sebagai negara kepulauan dengan ribuan sekolah yang tersebar di wilayah-wilayah terpencil, Indonesia menghadapi hambatan besar dalam memastikan pelatihan guru yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan. Keterbatasan akses terhadap pelatihan konvensional, kurangnya fasilitator yang terampil, serta biaya operasional yang tinggi menjadikan transformasi digital sebagai salah satu solusi potensial.

Menanggapi tantangan tersebut, Tanoto Foundation menggagas sebuah studi berjudul The Effectiveness of Different Modalities of Digital-based Teacher Training Program in Indonesia. Studi ini menguji efektivitas berbagai pendekatan dan metode pelatihan guru berbasis digital (daring), serta memberikan bukti empiris mengenai bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara strategis untuk memperluas dampak pelatihan guru, terutama di daerah dengan keterbatasan infrastruktur pendidikan.

BacaJuga:

Taiwan Bidik Wisatawan RI, Usung Konsep “Negeri yang Tak Pernah Tidur”

BBM Nonsubsidi di Persimpangan: Antara Daya Beli dan Realitas Pasar

Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan

Pada Maret lalu, studi ini terpilih untuk dipaparkan dalam konferensi pendidikan internasional Comparative and International Education Society (CIES) 2025 di Chicago, Amerika Serikat. Forum ini sendiri adalah sebuah forum diskusi yang menghimpun para peneliti dan praktisi pendidikan dari seluruh dunia.

Studi yang ditulis oleh Head of Monitoring, Learning, and Evaluation Tanoto Foundation, Murni Leo, Education Specialist Lead, Golda Eva Simatupang, dan Digital Assets Specialist, Alexander Haratua ini dipresentasikan langsung oleh Murni Leo dan Golda Simatupang dalam sesi “Global Tech Sparks: Pioneering Teacher Development Across Borders”.

Studi ini bertolak dari tantangan nyata yang dihadapi dalam pelatihan guru di negara kepulauan seperti Indonesia, khususnya terkait akses, kualitas fasilitator, dan keberlanjutan pelatihan. Golda, yang saat itu merupakan pengembang program pelatihan guru Tanoto Foundation, menemukan bahwa, pendekatan pengembangan profesional guru harus mempertimbangkan keragaman konteks wilayah dan tantangan yang dihadapi di lapangan.

Pendekatan seragam (one size fits all) justru berisiko mengabaikan kebutuhan nyata di daerah. Oleh karena itu, diferensiasi strategi pelatihan menjadi kunci agar kebijakan dapat diimplementasikan secara adaptif dan berdampak di berbagai kondisi lokal.

Berdasarkan hal tersebut, Tanoto Foundation kemudian mengembangkan dan mengimplementasikan empat pendekatan pelatihan guru berbasis digital yang berbeda, yaitu:

pelatihan sepenuhnya mandiri melalui platform online (atau Massive Open Online Courses /MOOCs).

Yakni, pelatihan mandiri yang dilengkapi dengan satu kali sesi pendampingan lewat telekonferensi. Pelatihan mandiri yang ditambah dengan satu kali pertemuan tatap muka dalam kelompok kerja guru di komunitas. Dan pelatihan yang lebih terstruktur melalui platform digital, dengan pendampingan intensif dari fasilitator terlatih.

“Fokus empat pendekatan pelatihan ini adalah pada peningkatan kapasitas guru dalam menerapkan metode pembelajaran aktif di ruang kelas, sesuai dengan standar kompetensi guru yang ditetapkan dalam Program PINTAR Tanoto Foundation (sebuah program yang bertujuan meningkatkan literasi dan numerasi siswa Indonesia lewat pengembangan kapasitas pendidik, sistem dan kebijakan pendidikan, serta pendidikan guru),” ujar Golda dalam keterangan, Rabu (30/4/2025).

Untuk menghimpun berbagai bukti dan pembelajaran dari program ini, Murni sebagai Head of Monitoring, Learning, and Evaluation Tanoto Foundation menganalisis sekitar 17.000 data pelatihan yang dihimpun dari lebih dari 30 kabupaten/kota di Indonesia selama periode 2021 hingga 2023. Data yang digunakan mencakup hasil kuis dalam aplikasi, analitik pengguna di LMS, survei online, serta catatan administratif pelatihan.

Melalui analisis deskriptif, tim peneliti membandingkan sejumlah aspek penting dari keempat pendekatan pelatihan tersebut, antara lain tingkat penyelesaian pelatihan, tingkat penyerapan materi, perilaku pengguna, motivasi belajar, strategi pelaksanaan di lapangan, hingga efisiensi biaya pelatihan.

“Salah satu temuan utama dari penelitian ini adalah pelatihan guru berbasis digital dapat menjadi alat yang efektif dan efisien dalam menyebarkan pengetahuan secara luas, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses,” sebut Murni.

“Namun, interaksi antara manusia tetap memegang peranan penting, khususnya di tahap awal pelatihan, untuk membangun komitmen belajar dan meningkatkan pemahaman peserta terhadap materi. Dengan kata lain, kombinasi antara teknologi dan kehadiran manusia terbukti menjadi pendekatan yang paling menjanjikan dalam meningkatkan kualitas pelatihan guru secara masif,” sambung Murni.

Penelitian ini juga menyoroti pentingnya fleksibilitas dalam desain pelatihan. Platform digital memungkinkan guru belajar secara mandiri dan sesuai ritme masing-masing, tanpa harus meninggalkan tugas mengajar atau berpindah tempat. Hal ini menjadi peluang besar bagi pengembangan profesional guru di masa depan, khususnya untuk konteks negara berkembang dengan hambatan geografis yang serupa.

Meskipun penggunaan teknologi dalam pelatihan guru masih relatif baru dan dihadapkan pada tantangan seperti rendahnya kepercayaan diri guru terhadap kemampuan digital serta keterbatasan unsur praktik dan pendampingan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini dapat secara signifikan meningkatkan persepsi dan keterampilan digital guru.

Sebelum diperkenalkan pada Learning Management System (LMS), seluruh responden menilai kemampuan digital mereka dalam kategori rendah. Setelah menggunakan LMS selama satu bulan, jumlah responden yang menilai dirinya masih dalam kategori kemampuan rendah menurun menjadi 32 persen. Sebanyak 43 persen responden menilai kemampuan mereka memadai, dan 25 persen lainnya menilai diri mereka memiliki kemampuan baik.

“Studi ini memberikan pertimbangan praktis bagi para pembuat kebijakan dan praktisi di Indonesia serta negara-negara lain yang menghadapi tantangan serupa, dengan menekankan pentingnya strategi yang beragam dan disesuaikan dengan konteks, serta investasi pada struktur dukungan lokal seperti komunitas guru untuk menyukseskan transformasi digital dalam pendidikan guru,” ujar Murni.

Asyia Kazmi, Policy Lead di Gates Foundation, yang turut hadir dalam sesi presentasi Tanoto Foundation di CIES, menyampaikan apresiasinya terhadap pendekatan yang ditawarkan. Ia menyoroti bagaimana Tanoto Foundation tidak hanya merancang program di atas kertas, tetapi juga secara serius mempertimbangkan implementasi di lapangan serta pentingnya konteks lokal dalam pelaksanaan pelatihan guru.

Golda mengungkapkan sebuah kebanggaan tersendiri bagi Tanoto Foundation hasil riset tersebut dapat terpilih dari banyaknya peserta lintas negara. “Pengakuan di komunitas akademisi internasional ini menjadi motivasi bagi kami di Tanoto Foundation untuk dapat terus menciptakan program berbasis data dan berdampak bagi ekosistem pendidikan Indonesia,” sambung Golda. (ibs)

Tags: ChicagoCIES 2025Pelatihan Guru

Berita Terkait.

TWW
Ekonomi

Taiwan Bidik Wisatawan RI, Usung Konsep “Negeri yang Tak Pernah Tidur”

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:11
Pengisian-BBM
Ekonomi

BBM Nonsubsidi di Persimpangan: Antara Daya Beli dan Realitas Pasar

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:20
gadaii
Ekonomi

Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:18
Sekolah
Ekonomi

Maknai Hari Pendidikan Nasional, BRI Peduli Gelar Kelas Inspirasi hingga Berbagi Alat Tulis Bagi Siswa SDN 104 Langensari Bandung

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:03
Hoax
Ekonomi

BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:32
Transaksi
Ekonomi

BRI Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital, Transaksi Debit Contactless Melonjak 1.144% YoY per Maret 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:02

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3547 shares
    Share 1419 Tweet 887
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2564 shares
    Share 1026 Tweet 641
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1594 shares
    Share 638 Tweet 399
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1275 shares
    Share 510 Tweet 319
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1031 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.