• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Ini Tiga Masalah Kesehatan yang Paling Banyak Dialami Ibu Hamil

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 29 April 2025 - 23:43
in Gaya Hidup
bumil

Dokter spesialis kandungan dan kebidanan lulusan Universitas Indonesia dr. Arief Gazali, Sp.OG menjelaskan penyebab PCOS pada wanita kepada ANTARA dalam wawancara eksklusif di Jakarta, Selasa (29/4/2025). ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dokter spesialis kandungan dan kebidanan lulusan Universitas Indonesia dr. Arief Gazali, Sp.OG memaparkan tiga masalah kesehatan yang banyak dialami oleh ibu hamil di Indonesia.

“Terkadang ibu hamil itu kontrol, rutin setiap bulan tapi tiba-tiba darah tinggi, tiba-tiba komplikasi, tiba-tiba pendarahan. Sebetulnya ini kalau kita teliti lebih lanjut, harusnya kan ada tanda-tandanya,” kata Arief dalam wawancara eksklusif bersama ANTARA di Jakarta, Selasa.

BacaJuga:

FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR

Jangkau 31 Juta Anak, Nestlé Pertegas Komitmen Gizi Sehat

Aichi-Nagoya dalam “Survival Mode”, CdM Minta Tim Indonesia Tak Kehilangan Fokus

Dokter yang melangsungkan praktik di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC) Jakarta itu menekankan angka kematian dan kesakitan ibu melahirkan di Indonesia menjadi yang paling tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Di mana tiga masalah utamanya yakni preeklamsia atau kondisi saat ibu hamil mengalami darah tinggi secara tiba-tiba, pendarahan yang disebabkan oleh kurangnya zat besi, serta terkena infeksi yang berujung pada malnutrisi.

Pada ibu hamil yang mengalami preeklamsia, ia menjelaskan biasanya tanda-tandanya sudah dapat dilihat sejak usia kandungan menginjak tiga bulan. Salah satu tandanya yakni adanya gangguan aliran darah.

“Kita harus lihat gangguan aliran darah itu disebabkan oleh apa, kurang kalsium, kurang beberapa mikronutrien atau apa, kalau iya, itu kan bisa dilengkapi sebetulnya,” kata Arief.

Menginjak usia lima bulan, perlu dipastikan apakah gangguan aliran darahnya membaik atau tidak. Apabila gangguan itu tidak membaik, maka ibu hamil akan dinyatakan terkena preeklamsia dan berpotensi berpengaruh terhadap kualitas bayi yang dikandung.

Terkait dengan pendarahan, Arief menyatakan banyak ibu hamil mengalami anemia. Kondisi tersebut akan membuat tubuh ibu memerlukan energi yang lebih besar saat persalinan.

Menurutnya hemoglobin yang cukup akan mempermudah tubuh mengalirkan oksigen dan mengantarkan nutrisi, sehingga kondisi ketika kontraksi akan lebih baik.

“Setelah bayi lahir, rahim itu harus berkontraksi terus menerus. Untuk apa? mencegah yang namanya pendarahan, ini (angka kematiannya) juga masih agak cukup tinggi,” katanya.

Penyebab berikutnya adalah infeksi yang sangat lekat kaitannya dengan gaya hidup. Arief mencontohkan ketika ibu mengalami masa keputihan ringan, ibu tidak segera pergi ke rumah sakit dan menganggap hal tersebut bukan masalah.

Padahal, katanya, bisa saja itu merupakan tanda anak akan segera lahir. Contoh lainnya yakni kondisi di mana air ketuban pecah. Ketuban pecah dinyatakan normal apabila pembukaan sudah di atas 4.

Jika di bawah itu maka ketuban pecah sebelum waktunya dan berpotensi menyebabkan ibu mengalami persalinan prematur.

“70 persen persalinan prematur adalah infeksi, infeksi itu bisa karena daya tahan tubuh rendah, dari gaya hidup yang salah atau memang sesimpel tidak mengerti kalau dia itu dalam kondisi yang bahaya,” ucap Arief.

Arief menekankan selain memperburuk kondisi ibu, infeksi juga memengaruhi kesehatan bayi yang baru lahir, terutama jika dilahirkan secara prematur. Sebab, tubuh bayi cenderung lebih lemah dan membutuhkan kekuatan lebih untuk menjaga dirinya tetap hidup.

“Ketika dia hipotermia, dia belum bisa makan, itu otaknya habis energinya. Di mana ketika ada jaringan otak yang rusak, dia enggak akan balik lagi (kondisinya),” ujar dia. (bro)

Tags: Ibu HamilMasalah Kesehatan

Berita Terkait.

FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR
Gaya Hidup

FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR

Sabtu, 19 September 2026 - 11:06
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Banyak Perkara Besar Kita Ambil, tapi Akhirnya Digergaji
Gaya Hidup

Jangkau 31 Juta Anak, Nestlé Pertegas Komitmen Gizi Sehat

Jumat, 18 September 2026 - 19:01
25 Merek Beras Fortifikasi Ditindak, FKBI Desak Pemerintah Tak Berhenti di Pencabutan Izin
Gaya Hidup

Aichi-Nagoya dalam “Survival Mode”, CdM Minta Tim Indonesia Tak Kehilangan Fokus

Jumat, 18 September 2026 - 17:00
zoom
Gaya Hidup

‘Smart’ LE SSERAFIM Tembus 200 Juta Views, Jadi B-side Pertama yang Capai Rekor

Jumat, 18 September 2026 - 05:05
shin
Gaya Hidup

Shin Min Ah hingga Lee Se Young Terlibat Cinta dan Kekuasaan di The Remarried Empress

Jumat, 18 September 2026 - 02:20
lee
Gaya Hidup

Video Viral Tuduh Popularitas Mark Lee Menurun, Picu Perdebatan

Jumat, 18 September 2026 - 01:11

OLAHRAGA

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak
Olahraga

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Editor Folber Siallagan
Minggu, 20 September 2026 - 20:05

PRIHATIN, kecewa, jengkel campur aduk rasanya, ketika menyaksikan pertandingan di level pembinaan MSI YOUTH DEVELOPMENT 2026 (KU 10–18) yang mempertontonkan...

SelengkapnyaDetails
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21
borneo

Borneo FC vs Bali United: Pesut Etam Dituntut Bangkit

Minggu, 20 September 2026 - 10:30
sumaya

Mental Juara Bawa Indonesia ke Final Teqball, Sumaya: Kami Datang untuk Mencari Emas

Sabtu, 19 September 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5537 shares
    Share 2215 Tweet 1384
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1246 shares
    Share 498 Tweet 312
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1165 shares
    Share 466 Tweet 291
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    964 shares
    Share 386 Tweet 241
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.