• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Kusta Masih Mengintai di Indonesia: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatannya

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 21 April 2025 - 14:43
in Gaya Hidup
Kusta

Ilustrasi penyakit kusta. Foto: Freepik

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSO.ID – Sepanjang tahun 2024, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Banten mencatat setidaknya sebanyak 52 warga di wilayah tersebut menderita penyakit kusta.

Terbaru, Dinkes Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur menemukan sebanyak 17 orang warga di wilayahnya juga terserang penyakit yang juga disebut dengan leprosy itu.

BacaJuga:

Perkuat Strategi Bisnis, MMKSI Lakukan Penyegaran Jajaran Direksi

Absolute Batman #23 Punya Cover Khusus Indonesia, Karya Yasmine Putri Diburu Kolektor

AQUA DBL Dance Jadi Panggung Anak Muda Ekspresikan Wastra Nusantara

Kusta adalah penyakit infeksi kronis yang menyerang kulit, saraf tepi, serta saluran pernapasan atas. Penyakit kusta berbeda dengan cacar air atau herpes yang disebabkan oleh virus. Meski bisa menular, kusta bukan penyakit yang mudah menyebar dan bisa disembuhkan bila ditangani secara tepat.

Kusta adalah infeksi bakteri yang bersifat kronis dan berkembang secara perlahan. Penyakit ini ditandai dengan munculnya lesi kulit, mati rasa, dan kelemahan otot. Penularan kusta terjadi melalui droplet atau percikan cairan tubuh dari hidung atau mulut penderita saat batuk atau bersin dalam jangka waktu yang lama. Meski menular, kusta tidak menyebar melalui sentuhan biasa, bersalaman, duduk bersama, atau kontak seksual.

Di Indonesia, kusta masih menjadi masalah kesehatan serius. Berdasarkan data WHO tahun 2020, Indonesia menempati peringkat ketiga kasus kusta terbanyak di dunia dengan proporsi sekitar 8%.

Penyebab Kusta

Kusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini berkembang sangat lambat di dalam tubuh, dan penularannya membutuhkan kontak erat serta berulang dalam jangka waktu lama.

Selain dari penyebab utama di atas, kusta juga dapat menjangkit orang-orang dengan beberapa faktor, seperti sistem kekebalan tubuh terganggu, berkunjung atau menetap ke kawasan endemik kusta, dan bersentuhan dengan hewan yang dapat menyebarkan bakteri kusta, seperti armadillo.

Gejala Kusta

Gejala kusta berkembang secara bertahap dan bisa memakan waktu bertahun-tahun sebelum terlihat. Dikutip dari Siloam Hospitals, berikut beberapa tanda dan gejala umum penyakit kusta:

– Anhidrosis, yaitu kulit tidak mengeluarkan keringat
– Luka pada telapak kaki tidak terasa nyeri
– Kulit menjadi mati rasa, termasuk kehilangan kemampuan untuk merasakan sentuhan, tekanan, suhu, bahkan rasa nyeri
– Kulit terasa kering dan kaku
– Saraf membesar, umumnya pada lutut dan siku
– Alis dan bulu mata rontok permanen
– Mengalami mimisan
– Muncul bercak dengan warna lebih terang daripada kulit sekitarnya
– Terdapat benjolan atau bengkak pada telinga dan wajah
– Otot kaki dan tangan melemah
– Mata jarang mengedip dan menjadi kering.

Diagnosis Kusta

Dalam melakukan diagnosis pada pasien kusta, dokter akan menanyakan terlebih dahulu terkait gejala atau keluhan yang dialami pasien, kemudian dilanjutkan dengan memeriksa kulit. Dalam pemeriksaan ini, dokter melakukan pengamatan apakah muncul lesi pada kulit.

Selanjutnya, guna memastikan diagnosis secara tepat, dokter akan mengambil sampel kulit dengan cara skin smear (dikerok). Nantinya, sampel ini akan dianalisis di laboratorium untuk mengetahui keberadaan bakteri penyebab kusta.

Apabila kusta yang diderita sudah cukup parah, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan pendukung untuk mendeteksi apakah bakteri tersebut sudah menyebar ke organ lain atau belum. Adapun pemeriksaan yang dilakukan untuk kusta mencakup hitung darah lengkap, pemeriksaan fungsi hati atau liver, tes kreatinin, dan menjalani biopsi saraf.

Pengobatan Kusta

Metode utama yang dilakukan dalam pengobatan kusta adalah menggunakan obat antibiotik. Penderita kusta akan diberikan obat antibiotik yang dikonsumsi selama 1-2 tahun, adapun durasi, jenis, dan dosisnya sendiri akan disesuaikan dengan jenis kusta yang diderita.

Di Indonesia sendiri, pengobatan kusta yang paling umum diterapkan adalah metode Multidrug Therapy (MDT), yaitu prosedur pengobatan yang mengkombinasikan dua antibiotik atau lebih. Apabila dibutuhkan penanganan lanjutan, biasanya akan dilakukan operasi dengan tujuan unuk mengembalikan fungsi anggota tubuh, menormalkan kembali saraf yang rusak, dan memperbaiki bentuk tubuh yang mengalami kecacatan.

Penting untuk diketahui bahwa gejala penyakit kusta di atas tidak spesifik mewakili kondisi seperti di atas. Artinya, penyebab tersebut tidak menutup kemungkinan adanya penyakit kulit lain yang serupa. Maka itu, penting untuk mendapatkan diagnosis serta evaluasi yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Kulit terdekat guna memperoleh pengobatan yang sesuai. (her)

Tags: kesehatanKustapenyakit

Berita Terkait.

Perkuat Strategi Bisnis, MMKSI Lakukan Penyegaran Jajaran Direksi
Gaya Hidup

Perkuat Strategi Bisnis, MMKSI Lakukan Penyegaran Jajaran Direksi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:05
Kabinet Makin Gemuk, Senator Tagih Bukti Efisiensi Prabowo
Gaya Hidup

Absolute Batman #23 Punya Cover Khusus Indonesia, Karya Yasmine Putri Diburu Kolektor

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:33
dbl
Gaya Hidup

AQUA DBL Dance Jadi Panggung Anak Muda Ekspresikan Wastra Nusantara

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 04:40
Suara Pelanggan Jadi Inspirasi JAECOO J5 EV Genuine Body Kit
Gaya Hidup

Daihatsu Makin Dekat dengan Masyarakat Jateng Lewat GIIAS Semarang 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:05
Suara Pelanggan Jadi Inspirasi JAECOO J5 EV Genuine Body Kit
Gaya Hidup

Suara Pelanggan Jadi Inspirasi JAECOO J5 EV Genuine Body Kit

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:01
Sokong Indonesia ASRI, Mendagri dan Menteri PKP Geber 2.200 Rumah di Papua Hingga Gerakan Gentengisasi ​
Gaya Hidup

Anti Ribet Patungan Makan dan Ngopi, ShopeePay Luncurkan Fitur Split Bill Real-Time

Rabu, 30 September 2026 - 11:02

OLAHRAGA

Todotua
Olahraga

Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

Editor Ali Rachman
Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:04

INDOPOSCO.ID - Perjuangan kontingen Merah Putih di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 resmi ditutup dengan catatan manis. Tim Indonesia sukses...

SelengkapnyaDetails
Hardiyanto-Kenneth

Kejurda Piala Gubernur 2026: 420 Pecatur Adu Strategi, Targetkan Tiket Kejurnas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:03
Mendag Tegaskan MFN WTO Harus Dipertahankan, Ini Alasannya 

Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:13
Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:33
Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:38

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3898 shares
    Share 1559 Tweet 975
  • Bukan Lartas, Kemendag Sebut Wajib Halal untuk Jaga Mutu dan Kepercayaan Konsumen

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1137 shares
    Share 455 Tweet 284
  • Mulyadi Jayabaya Sambut Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Kamtibmas Diharap Makin Kuat

    733 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Masuk MK, Pengamat: Prabowo Bisa Semakin Kuat

    729 shares
    Share 292 Tweet 182
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.