• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Kusta Masih Mengintai di Indonesia: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatannya

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 21 April 2025 - 14:43
in Gaya Hidup
Kusta

Ilustrasi penyakit kusta. Foto: Freepik

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSO.ID – Sepanjang tahun 2024, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Banten mencatat setidaknya sebanyak 52 warga di wilayah tersebut menderita penyakit kusta.

Terbaru, Dinkes Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur menemukan sebanyak 17 orang warga di wilayahnya juga terserang penyakit yang juga disebut dengan leprosy itu.

BacaJuga:

Keyveatz Merilis MV Energik untuk ‘Catch My Breath’

Minji NewJeans Kejutkan Penggemar dengan Hadiah dan Kartu Pos Jelang Ulang Tahunnya

IU dan Byeon Woo Seok Pamer Kedekatan di Lokasi Syuting “Perfect Crown”

Kusta adalah penyakit infeksi kronis yang menyerang kulit, saraf tepi, serta saluran pernapasan atas. Penyakit kusta berbeda dengan cacar air atau herpes yang disebabkan oleh virus. Meski bisa menular, kusta bukan penyakit yang mudah menyebar dan bisa disembuhkan bila ditangani secara tepat.

Kusta adalah infeksi bakteri yang bersifat kronis dan berkembang secara perlahan. Penyakit ini ditandai dengan munculnya lesi kulit, mati rasa, dan kelemahan otot. Penularan kusta terjadi melalui droplet atau percikan cairan tubuh dari hidung atau mulut penderita saat batuk atau bersin dalam jangka waktu yang lama. Meski menular, kusta tidak menyebar melalui sentuhan biasa, bersalaman, duduk bersama, atau kontak seksual.

Di Indonesia, kusta masih menjadi masalah kesehatan serius. Berdasarkan data WHO tahun 2020, Indonesia menempati peringkat ketiga kasus kusta terbanyak di dunia dengan proporsi sekitar 8%.

Penyebab Kusta

Kusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini berkembang sangat lambat di dalam tubuh, dan penularannya membutuhkan kontak erat serta berulang dalam jangka waktu lama.

Selain dari penyebab utama di atas, kusta juga dapat menjangkit orang-orang dengan beberapa faktor, seperti sistem kekebalan tubuh terganggu, berkunjung atau menetap ke kawasan endemik kusta, dan bersentuhan dengan hewan yang dapat menyebarkan bakteri kusta, seperti armadillo.

Gejala Kusta

Gejala kusta berkembang secara bertahap dan bisa memakan waktu bertahun-tahun sebelum terlihat. Dikutip dari Siloam Hospitals, berikut beberapa tanda dan gejala umum penyakit kusta:

– Anhidrosis, yaitu kulit tidak mengeluarkan keringat
– Luka pada telapak kaki tidak terasa nyeri
– Kulit menjadi mati rasa, termasuk kehilangan kemampuan untuk merasakan sentuhan, tekanan, suhu, bahkan rasa nyeri
– Kulit terasa kering dan kaku
– Saraf membesar, umumnya pada lutut dan siku
– Alis dan bulu mata rontok permanen
– Mengalami mimisan
– Muncul bercak dengan warna lebih terang daripada kulit sekitarnya
– Terdapat benjolan atau bengkak pada telinga dan wajah
– Otot kaki dan tangan melemah
– Mata jarang mengedip dan menjadi kering.

Diagnosis Kusta

Dalam melakukan diagnosis pada pasien kusta, dokter akan menanyakan terlebih dahulu terkait gejala atau keluhan yang dialami pasien, kemudian dilanjutkan dengan memeriksa kulit. Dalam pemeriksaan ini, dokter melakukan pengamatan apakah muncul lesi pada kulit.

Selanjutnya, guna memastikan diagnosis secara tepat, dokter akan mengambil sampel kulit dengan cara skin smear (dikerok). Nantinya, sampel ini akan dianalisis di laboratorium untuk mengetahui keberadaan bakteri penyebab kusta.

Apabila kusta yang diderita sudah cukup parah, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan pendukung untuk mendeteksi apakah bakteri tersebut sudah menyebar ke organ lain atau belum. Adapun pemeriksaan yang dilakukan untuk kusta mencakup hitung darah lengkap, pemeriksaan fungsi hati atau liver, tes kreatinin, dan menjalani biopsi saraf.

Pengobatan Kusta

Metode utama yang dilakukan dalam pengobatan kusta adalah menggunakan obat antibiotik. Penderita kusta akan diberikan obat antibiotik yang dikonsumsi selama 1-2 tahun, adapun durasi, jenis, dan dosisnya sendiri akan disesuaikan dengan jenis kusta yang diderita.

Di Indonesia sendiri, pengobatan kusta yang paling umum diterapkan adalah metode Multidrug Therapy (MDT), yaitu prosedur pengobatan yang mengkombinasikan dua antibiotik atau lebih. Apabila dibutuhkan penanganan lanjutan, biasanya akan dilakukan operasi dengan tujuan unuk mengembalikan fungsi anggota tubuh, menormalkan kembali saraf yang rusak, dan memperbaiki bentuk tubuh yang mengalami kecacatan.

Penting untuk diketahui bahwa gejala penyakit kusta di atas tidak spesifik mewakili kondisi seperti di atas. Artinya, penyebab tersebut tidak menutup kemungkinan adanya penyakit kulit lain yang serupa. Maka itu, penting untuk mendapatkan diagnosis serta evaluasi yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Kulit terdekat guna memperoleh pengobatan yang sesuai. (her)

Tags: kesehatanKustapenyakit

Berita Terkait.

Keyveatz
Gaya Hidup

Keyveatz Merilis MV Energik untuk ‘Catch My Breath’

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:08
Minji
Gaya Hidup

Minji NewJeans Kejutkan Penggemar dengan Hadiah dan Kartu Pos Jelang Ulang Tahunnya

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:00
Byeon-Woo-Seok
Gaya Hidup

IU dan Byeon Woo Seok Pamer Kedekatan di Lokasi Syuting “Perfect Crown”

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:06
Menu
Gaya Hidup

Rayakan Momen Istimewa dengan “Eid Al Adha Stay” Package Bersama Aston Kartika Grogol

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:32
BIGBANG G-Dragon
Gaya Hidup

Kontroversi Tulisan di Kostum, Agensi G-Dragon Akui Kelalaian Sensitivitas Budaya

Senin, 4 Mei 2026 - 22:03
Jaehyun
Gaya Hidup

Jaehyun NCT Kembali, Umumkan Tur Fan-Con Asia ‘Mono’ Usai Wamil

Senin, 4 Mei 2026 - 21:01

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3686 shares
    Share 1474 Tweet 922
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1296 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.