• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

TKDN Kendaraan Listrik: Kunci Bangun Ekosistem Industri Lokal yang Kuat

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 5 Februari 2025 - 10:53
in Ekonomi
Mobil-Listrik

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik (EV) melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). National Project Manager ENTREV, Boyke Lakaseru menilai kebijakan ini merupakan langkah positif untuk memperkuat ekosistem industri lokal.

Ia mencatat bahwa beberapa produsen kendaraan listrik roda empat, seperti Hyundai dan Wuling, telah memenuhi persyaratan ini. “Hal ini menunjukkan bahwa target TKDN 40 persen dapat dicapai, meskipun membutuhkan upaya lebih dari industri lain yang sedang menyusul,” kata Boyke.

BacaJuga:

Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

Dorong Kemandirian Energi, Komisaris Utama PGN Gunakan Dual Fuel BBM-BBG

Efek Berganda Hulu Migas: dari Penerimaan Negara hingga Penggerak Ekonomi Daerah

Namun, Boyke juga menggarisbawahi tantangan utama yang dihadapi industri, yaitu membangun rantai pasok suku cadang yang kuat. “Rantai pasok ini harus dikembangkan secara serius, terutama untuk komponen utama seperti baterai, yang menjadi elemen krusial dalam ekosistem kendaraan listrik,” tambahnya.

Terkait insentif dari pemerintah, Boyke menyatakan bahwa dukungan yang diberikan kepada produsen kendaraan listrik sudah cukup signifikan. Namun, ia menekankan pentingnya memperluas insentif tersebut ke industri pendukung lainnya.

“Insentif untuk industri komponen pendukung EV, seperti baterai dan pengelolaan limbah baterai, sangat penting. Dengan adanya insentif ini, biaya produksi komponen EV dapat ditekan, sehingga mendorong daya saing produk lokal,” ujar Boyke.

Menurutnya, insentif yang menyasar industri pendukung akan membantu menciptakan ekosistem yang lebih berkelanjutan dan mempercepat pertumbuhan sektor kendaraan listrik nasional.

ENTREV optimistis bahwa dengan pendekatan yang tepat, Indonesia mampu menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik global. Boyke menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, produsen, dan pemasok lokal untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada.

“Keberhasilan industri kendaraan BBM dalam membangun rantai pasok suku cadang yang kuat harus menjadi inspirasi bagi industri kendaraan listrik. Dengan strategi yang terintegrasi, kita dapat menciptakan ekosistem EV yang tangguh dan mendukung keberlanjutan industri dalam negeri,” pungkas Boyke. (srv)

Tags: ENTREVIndustri LokalKendaraan ListrikTKDN

Berita Terkait.

avtur
Ekonomi

Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

Minggu, 5 April 2026 - 01:11
bbg
Ekonomi

Dorong Kemandirian Energi, Komisaris Utama PGN Gunakan Dual Fuel BBM-BBG

Sabtu, 4 April 2026 - 22:02
Rinto-Pudyantoro
Ekonomi

Efek Berganda Hulu Migas: dari Penerimaan Negara hingga Penggerak Ekonomi Daerah

Sabtu, 4 April 2026 - 18:09
Perwira Pertamina
Ekonomi

Pertamina Dorong EBT di Tengah Gejolak Energi Dunia

Sabtu, 4 April 2026 - 02:49
Pertamina Dorong EBT di Tengah Gejolak Energi Dunia
Ekonomi

Perkuat Rantai Pasok Bioenergi, PLN EPI Gandeng Kalimantan Powerindo Dukung Ketahanan Energi

Sabtu, 4 April 2026 - 00:47
Tak Hanya Energi, BP BUMN Kini Bidik Dominasi Sektor Ayam
Ekonomi

Tak Hanya Energi, BP BUMN Kini Bidik Dominasi Sektor Ayam

Jumat, 3 April 2026 - 21:03

BERITA POPULER

  • darwati

    Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1092 shares
    Share 437 Tweet 273
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    913 shares
    Share 365 Tweet 228
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    698 shares
    Share 279 Tweet 175
  • Arus Balik Lebaran 2026 di Tol Cipali Capai 3.500 Kendaraan per Jam, Jelang Sore Lancar

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.