• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Ekonom Nilai Perlu Evaluasi Kebijakan yang Ditempuh BI, Pasca Depresiasi Rupiah

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 12 Januari 2025 - 00:30
in Ekonomi
uang

Ilustrasi uang. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Nilai tukar rupiah yang berada di level Rp16.150 per dolar AS pada Jumat (10/1/2025) kemarin perlu dilakukan evaluasi mendalam terhadap efektivitas langkah-langkah yang selama ini diambil Bank Indonesia (BI).

Pernyataan tersebut diungkapkan Ekonom Achmad Nur Hidayat dalam keterangan, Sabtu (11/1/2025). Ia mengatakan, kebijakan mempertahankan suku bunga kebijakan di level yang cukup tinggi belum mampu menahan depresiasi rupiah. Sekaligus memberikan tekanan besar pada sektor riil, termasuk pengusaha dan kelas menengah.

BacaJuga:

Rakornas SP Pegadaian 2026: Perkuat Soliditas, Kapabilitas, dan Sinergi Strategis Menuju Pegadaian 2030

Menkop: ODA Smart Factory Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Minerba Convex 2026 Dibuka, Dorong Pengusaha Daerah Terlibat Hilirisasi

“BI dan pemerintah telah identifikasi beberapa faktor global, seperti terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat dan penguatan indeks dolar (DXY), sebagai penyebab pelemahan rupiah,” ungkapnya.

Namun, lanjut dia, ada beberapa strategi yang dapat diterapkan oleh BI dan pemerintah untuk menjaga stabilitas rupiah. Langkah BI mempertahankan suku bunga kebijakan di level tinggi, menurutnya, bertujuan menarik modal asing dan menekan inflasi.

“Langkah ini tampaknya sudah mencapai titik jenuh dalam efektivitasnya. Ketergantungan pada suku bunga tinggi justru memperlambat laju pertumbuhan ekonomi, menekan daya beli masyarakat, dan membebani dunia usaha,” jelasnya.

Ia menyebut, jika dibandingkan dengan negara-negara kawasan, seperti Thailand yang mempertahankan suku bunga acuan di level 2.50 persen dan Malaysia di 3.00 persen, suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) yang saat ini berada di level 6.00 persen menunjukkan perbedaan yang signifikan.

Meski suku bunga ini bertujuan menarik arus modal asing dan menahan inflasi, menurut dia, efektivitasnya dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah tetap diragukan. Mengingat nilai tukar masih melemah hingga Rp16.120 per dolar AS. “Kebijakan ini menambah tekanan pada sektor riil tanpa hasil yang sebanding dalam stabilitas pasar valuta asing,” ucapnya.

Dalam konteks ini, masih ujar dia, Bank Indonesia perlu berinovasi dan keluar dari pendekatan konvensional. Kebijakan moneter harus lebih fleksibel dan adaptif terhadap perubahan situasi global.

Misalnya, dikatakan dia, BI dapat lebih proaktif dalam mendorong penggunaan instrumen derivatif valas untuk manajemen risiko bagi pelaku usaha. Kemudian memperluas penerapan sistem pembayaran yang sederhana untuk menarik investasi langsung. Atau menjalin kerja sama dengan bank sentral di negara-negara mitra dagang untuk memperkuat likuiditas rupiah dalam perdagangan internasional.

“Langkah intervensi pasar valas yang dilakukan BI perlu diimbangi dengan diversifikasi cadangan devisa ke instrumen yang lebih likuid dan strategis. Pendekatan ini akan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi BI dalam menghadapi volatilitas pasar,” ujarnya.

Di sisi lain, masih ujar dia, pemerintah harus mengambil langkah konkret untuk mendukung stabilitas rupiah. Mengandalkan fundamental ekonomi yang kuat saja tidak cukup, jika tidak diiringi dengan kebijakan yang mendukung efisiensi dan daya saing.

Menurutnya, dengan neraca perdagangan yang saat ini tertekan oleh ketergantungan pada barang impor, diversifikasi ekonomi menjadi langkah yang sangat mendesak. Pemerintah perlu mendorong hilirisasi industri yang berbasis sumber daya alam lokal untuk meningkatkan nilai tambah ekspor.

“Investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) juga perlu difokuskan pada sektor-sektor strategis yang memberikan dampak jangka panjang terhadap perekonomian,” bebernya.

Ia menambahkan, reformasi birokrasi dan penyederhanaan regulasi harus lebih diarahkan untuk mendorong kolaborasi antara investor asing dan lokal. Juga untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi ketergantungan pada barang impor.

“Pemerintah bisa mengeksplorasi instrumen fiskal baru untuk mendukung stabilitas rupiah. Misalnya, penerapan insentif fiskal berbasis kinerja bagi eksportir yang mampu meningkatkan penerimaan devisa secara signifikan atau pemberlakuan kebijakan wajib valas bagi perusahaan yang memiliki penghasilan dalam dolar,” ujarnya. (nas)

Tags: BIDepresiasi Rupiahekonomkebijakan

Berita Terkait.

gadai
Ekonomi

Rakornas SP Pegadaian 2026: Perkuat Soliditas, Kapabilitas, dan Sinergi Strategis Menuju Pegadaian 2030

Selasa, 3 November 2026 - 16:46
ferry
Ekonomi

Menkop: ODA Smart Factory Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 3 November 2026 - 16:16
bahlil
Ekonomi

Minerba Convex 2026 Dibuka, Dorong Pengusaha Daerah Terlibat Hilirisasi

Selasa, 3 November 2026 - 15:45
migas
Ekonomi

Searah Mulai Produksi Gas Lapangan Maha, Bidik 230 MMSCFD

Selasa, 3 November 2026 - 15:35
dtif
Ekonomi

Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN, Perkuat Pengembangan Bioenergi Nasional

Selasa, 3 November 2026 - 15:05
Bank Mandiri Perluas Akses Investasi Emas di Bogor melalui Layanan Terintegrasi Livin’ by Mandiri
Ekonomi

Bank Mandiri Perluas Akses Investasi Emas di Bogor melalui Layanan Terintegrasi Livin’ by Mandiri

Selasa, 3 November 2026 - 13:53

OLAHRAGA

sty
Olahraga

Tanpa Shin Tae-yong di Awal League Cup, Persija Tetap Optimistis Hadapi PSMS

Editor Dilianto
Selasa, 3 November 2026 - 16:26

INDOPOSCO.ID - Persija Jakarta mengawali kiprahnya di League Cup 2026/2027 dengan ujian tandang melawan PSMS Medan. Duel yang berlangsung di...

SelengkapnyaDetails
Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

Senin, 2 November 2026 - 21:22
bca

Runvestasi 2026 Dimulai, BCA Ajak Masyarakat Lari Sehat Sekaligus Belajar Investasi

Senin, 2 November 2026 - 04:14
Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar

Hadapi Duel Papan Atas, Stjepan Loncar Pastikan Persija Siap Tempur

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:13
Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:39

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    2132 shares
    Share 853 Tweet 533
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1865 shares
    Share 746 Tweet 466
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1156 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1011 shares
    Share 404 Tweet 253
  • Sambut Musim Hujan, BNPB Minta Pemda Bersihkan Drainase dan Petakan Rawan Banjir

    803 shares
    Share 321 Tweet 201
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.