• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

PKS: Bulan Ramadan Momentum Pendidikan, Bukan Libur Panjang

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 5 Januari 2025 - 12:07
in Nasional
Pelajar

Ilustrasi siswa saat mengikuti apel upacara di sekolah. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Idrus Salim Al-Jufri mengkritik wacana siswa sekolah diliburkan sebulan selama berpuasa. Pasalnya, bulan Ramadan adalah momentum menggali ilmu pendidikan formal.

“Sebagai seorang yang mendalami isu pendidikan dan kebijakan, saya berpandangan bahwa kebijakan ini perlu dikritisi secara mendalam. Ramadan bukanlah alasan untuk menghentikan proses belajar-mengajar. Sebaliknya, bulan suci ini adalah waktu yang tepat untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama ke dalam pendidikan formal di sekolah,” kata Idrus dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Minggu (5/1/2025).

BacaJuga:

Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka, 4.770 Formasi Disiapkan untuk Talenta Muda

Tangani Gempa M 7,7 Flores, BNPB: Fokus 8 Langkah Strategis Penanganan Darurat

Mendagri Pastikan Penanganan Pascagempa NTT Fokus Pulihkan Layanan Dasar dan Percepat Pendataan

Meliburkan siswa selama satu bulan penuh, lanjutnya, dapat membawa sejumlah dampak negatif.

“Pertama, rutinitas belajar yang terhenti terlalu lama dapat merugikan siswa. Pendidikan membutuhkan konsistensi, dan gangguan seperti libur panjang justru berpotensi menurunkan daya serap siswa terhadap materi pelajaran. Hal ini menjadi semakin riskan bagi anak-anak usia dini, yang sangat memerlukan pembelajaran berkelanjutan,” ungkap Idrus.

Kedua, sambungnya, kebijakan ini tidak sepenuhnya memperhatikan kesetaraan akses pendidikan.

“Tidak semua keluarga memiliki waktu atau sumber daya untuk menggantikan peran sekolah dalam mendidik anak-anak di rumah. Bagi keluarga pekerja atau mereka yang tidak memiliki akses pendidikan tambahan, libur panjang berpotensi meningkatkan ketimpangan pendidikan di masyarakat,” ujar legislator dai daerah pemilihan (dapil) Banten III ini.

Ketiga, ucap Idrus, Ramadan adalah bulan yang kaya dengan pelajaran moral, spiritual, dan sosial.

“Momen ini bisa menjadi kesempatan emas untuk memperkuat karakter siswa melalui kegiatan yang terarah di sekolah. Lomba keagamaan, diskusi nilai-nilai Ramadan, atau kajian keislaman dapat menjadi bagian dari kurikulum yang memperkuat iman sekaligus menjaga semangat belajar,” terangnya.

Alih-alih meliburkan, kata Idrus, sekolah dapat menyesuaikan jadwal dan pendekatan pembelajaran.

“Mengurangi jam belajar, memberikan waktu untuk ibadah bersama, atau mengintegrasikan nilai-nilai Ramadan ke dalam pembelajaran adalah solusi yang jauh lebih efektif. Dengan begitu, siswa tetap mendapatkan hak mereka atas pendidikan tanpa kehilangan esensi ibadah,” tuturnya.

Masa depan bangsa, tegasnya, terletak pada generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai moral dan spiritual.

“Kebijakan pendidikan selama Ramadan harus mencerminkan hal ini, bukan dengan libur panjang, tetapi dengan mendidik siswa untuk seimbang antara belajar dan beribadah,” tutup Idrus.

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar bicara soal wacana sekolah libur sebulan selama Ramadan. Nasaruddin mengatakan pondok pesantren sudah menerapkan libur selama Ramadan, tapi untuk sekolah-sekolah negeri maupun swasta masih menunggu pengumuman.

“Ya, sebetulnya sudah warga Kementerian Agama, khususnya di pondok pesantren, itu libur. Tetapi sekolah-sekolah yang lain juga masih sedang kita wacanakan, tetapi ya nanti tunggulah penyampaian-penyampaian,” ungkap Nasaruddin kepada wartawan, di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Senin (30/12/2024) malam.

Dia menerangkan yang terpenting selama Ramadan adalah kualitas ibadahnya, bukan soal sekolah diliburkan atau tidak. Nasaruddin menekankan lagi, wacana libur sebulan di sekolah masih menunggu perkembangan. (dil)

Tags: Kementerian AgamapksRamadansekolah

Berita Terkait.

cpns
Nasional

Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka, 4.770 Formasi Disiapkan untuk Talenta Muda

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:02
Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tinjau Langsung Provinsi NTT
Nasional

Tangani Gempa M 7,7 Flores, BNPB: Fokus 8 Langkah Strategis Penanganan Darurat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:42
Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tinjau Langsung Provinsi NTT
Nasional

Mendagri Pastikan Penanganan Pascagempa NTT Fokus Pulihkan Layanan Dasar dan Percepat Pendataan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:32
Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tinjau Langsung Provinsi NTT
Nasional

Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tinjau Langsung Provinsi NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:22
Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gempa NTT, 50 Ribu Paket Sembako Disalurkan
Nasional

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gempa NTT, 50 Ribu Paket Sembako Disalurkan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:12
Dorong Program SIDAYA, Kemendukbangga Hadirkan Lansia sebagai Tamu Kehormatan Upacara HUT ke-81 RI
Nasional

Dorong Program SIDAYA, Kemendukbangga Hadirkan Lansia sebagai Tamu Kehormatan Upacara HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:05

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1170 shares
    Share 468 Tweet 293
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3793 shares
    Share 1517 Tweet 948
  • Harga Emas Pekan Depan Bakal Berayun, Selisih Proyeksi Capai Rp300 Ribu

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    871 shares
    Share 348 Tweet 218
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.