• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Prof. Prudensius Maring Dikukuhkan Jadi Guru Besar Universitas Budi Luhur bidang Antropologi Lingkungan

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 9 Desember 2024 - 18:23
in Nasional
Pengukuhan-Guru-Besar
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Universitas Budi Luhur (UBL) mengukuhkan Prof. Dr. Prudensius Maring, MA sebagai Guru Besar bidang Antropologi Lingkungan. Prosesi pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Prudensius Maring, MA dilaksanakan di hadapan Sidang Senat Terbuka UBL yang dipimpin Ketua Senat UBL Prof. Dr. Selamet Riyadi, MSi di Grha Mahardika Bujana, UBL pada Senin (9/12/2024).

Prof Prudensius dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Antropologi Lingkungan berdasarkan SK Mendikbudristek tertanggal 4 Juli 2024. Hadir pada agenda rapat Sidang Senat Terbuka tersebut, Kepala LLDIKTI wilayah III Prof. Dr. Toni Toharudin, Ketua Yayasan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro, Rektor Universitas Budi Luhur Prof. dr. Agus Setyo Budi, M.Sc dan para Warek, Dekan Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif Dr. Rocky Prasetyo Jati serta sejumlah rektor dari perguruan tinggi lain.

BacaJuga:

Ketika Syarat Wakil Presiden Bermasalah, Jalur Hukum Apa yang Tersedia?

Wamendagri Pastikan Dana Otsus Papua Berdampak bagi Masyarakat

BAZNAS Petakan Potensi Zakat Pertanian Desa Capai Rp326,95 Miliar

Dalam orasi ilmiahnya berjudul Tapak Antropologi Merajut Kolaborasi Mengurai Konflik Ekologi, Prof Prudensius menyoroti tiga hal penting yakni gambaran peta jalan dalam mempelajari antropologi, gambaran kompleksitas paradigma pengelolaan sumber daya ekologi hingga implikasinya terhadap konflik dan kolaborasi serta gambaran kolaborasi sebagai pilihan jalan untuk penyelamatan sumber daya ekologi demi keutuhan satu bumi kehidupan.

“Penelitian ini adalah cara saya melihat masalah sumber daya alam/pertanian dari aspek pendekatan pembangunan pedesaan dan dimensi sosial lainnya untuk memperkaya basis pengetahuan pertanian yang saya kuasai,” kata Prof Prudensius.

Menurut Prof Prudensius, pengelolaan sumber daya alam tidak hanya sekadar urusan teknis, berbagai masalah sosial justru menentukan keberhasilan atau sebaliknya kegagalan. Misalnya terkait hak-hak dasar petani/masyarakat yang terlindas, keterbatasan akses lahan, jerat fragmentasi lahan, ketimpangan system penguasaan, kebijakan yang membelenggu, dominasi pendekatan top down dan coersive, revolusi hijau yang mendegradasi benih, tindakan represif, trauma dan resistensi, kolaborasi yang memudar, dan meluasnya eskalasi konflik sumber daya alam.

“Terlihat pula bahwa berbagai masalah lingkungan yang terjadi selalu bersumber dari kontestasi dan pertarungan kepentingan banyak pihak. Pertarungan kepentingan bersifat kompleks antarpihak tidak hanya melahirkan hubungan bernuansa kolaboratif, resistensi, dan konflik, tapi juga menimbulkan bencana alam seperti banjir, longsor, pandemi, dan kerusakan alam akibat perilaku eksploitatif,” terangnya.

Prof Prudensius berpendapat semua sistem penguasaan sumber daya alam serta cara-cara penyelesaian masalah sosial berupa konflik dan perlawanan selalu berhubungan dengan paradigma yang dianut oleh pemerintah/negara dan stakeholders lainnya.

“Saya memahami bagaimana banyak pihak memilih caranya masing-masing untuk menyelamatkan sumber daya alam. Banyak pihak masih menolak pilihan cara persuasif dan memilih berkonflik karena trauma pengalaman sebelumnya atau meyakini cara tersebutlah yang bisa mendorong perubahan,” tegasnya.

Jalan Kolaborasi

Adakah jalan lain yang lebih nyaman dan berkelanjutan selain konflik? Menurut Prof Prudensius, kolaborasi adalah jalan yang terbaik untuk menyelamatkan sumber daya alam. Sayangnya, kekuatan paradigma yang mengagungkan konflik sebagai instrumen perubahan kerap memandang remeh kolaborasi. Bahkan kolaborasi dan konsensus dipandang sebagai bagian subordinat dari konflik.

Menghadapi realitas ekologi yang bergolak akibat perubahan iklim dan kemunduran tatanan sosial menurut Prof Prudensius, maka dibutuhkan strategi penyelamatan yang lebih baik. “Kita tidak sedang bermain-main dalam urusan penyelamatan ekologi karena kesalahan memilih pendekatan berpotensi merusak tatanan sosial dan sumber daya alam,” tegasnya.

Pada tataran implementasi, kolaborasi sebagai suatu proses kerjasama jelas Prof Prudensius mengharuskan para pemangku kepentingan bersungguh-sungguh melakukan hal-hal berikut: 1) Proaktif mengartikulasikan kepentingan masing-masing pihak; 2) Proaktif mendiskusikan perbedaan kepentingan masing-masing pihak; 3) Proaktif membangun kepentingan bersama di atas kepentingan masing-masing pihak; 4) Proaktif merumuskan tujuan dan strategi yang harus dilakukan secara bersama; 5) Proaktif menentukan mekanisme pemantauan dan evaluasi untuk mengawal proses untuk mewujudkan tujuan bersama.

Menurutnya, kolaborasi harus dibangun dalam ikatan tujuan bersama agar semua pihak berkontribusi mewujudkan tujuan bersama. Kolaborasi yang dibangun bersama melahirkan rasa memiliki dan tangggung jawab untuk merawatnya secara berkelanjutan. “Mari kita bergandengan tangan mempraktekkan dan perkuat kolaborasi sebagai pendekatan jalan tengah untuk pelestarian lingkungan/ekologi demi keberlanjutan satu bumi kehidupan kita,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UBL Prof Agus Setyo Budi menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang diraih Prof Prudensius. Perjuangan yang dilalui oleh Prof Prudensius untuk meraih gelar guru besar amat panjang dimulai dari kampung halaman hingga akhirnya berada di UBL. “Saya berharap ini semacam peluru untuk menarik teman-teman dosen yang sudah doktor apalagi lector kepala untuk cepat-cepat menyusul langkah Prof Pridensius,” katanya.

Rektor mengingatkan kompetisi perguruan tinggi terutama swasta semakin berat dengan beralihnya perguruan tinggi negeri berubah status menjadi perguruan tinggi berbadan hukum. Hal ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi termasuk di wilayah 3. “Di wilayah 3 ada 7 perguruan tinggi negeri. Kalau perguruan tinggi swasta tidak waspada dan menjaga kinerja maka kita akan tergelincir,” jelasnya.

Karena itu, Rektor mendorong para dosen untuk segera mencapai gelar tertinggi di bidang akademik yakni professor. “Mudah-mudahan dua atau 3 tahun ke depan, akan semakin banyak dosen di Budi Luhur yang menjadi guru besar,” harapnya.

Senada juga disampaikan Ketua Yayasan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro. Dalam sambutannya ia berharap bahwa suatu saat tiap bulan ada dosen UBL yang mencapai gelar akademik tertinggi (professor). Lebih dari itu hal terpenting adalah bagaimana semua dosen memiliki karya nyata yang bermanfaat bagi banyak orang, bagi masyarakat luas. Tanpa partisipasi karya yang besar, mungkin UBL hanya akan menjadi bagian dari PTS lainnya.

“Hari ini kita tidak usah jauh-jauh cari role mode, cari panutan. Di hadapan kita ada orang hebat yang berangkat dari kampung dan kini menjadi professor yakni Prof. Prudensius,” katanya.

Kasih Hanggoro juga sepakat dengan Prof Prudensius terkait kolaborasi. Bahwa kolaborasi adalah bagian dari kesuksesan kita. “Jalan yang kita lalu tidaklah mudah, namun jika melakukan kolaborasi maka itu akan menjadi solusi,” tegasnya. (srv)

Tags: Guru Besar Universitas Budi Luhur bidang Antropologi LingkunganPengukuhan Guru BesarProf. Prudensius MaringUniversitas Budi Luhur

Berita Terkait.

Bea Cukai Gresik Musnahkan 9,1 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp13,61 Miliar
Nasional

Ketika Syarat Wakil Presiden Bermasalah, Jalur Hukum Apa yang Tersedia?

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:01
ribka
Nasional

Wamendagri Pastikan Dana Otsus Papua Berdampak bagi Masyarakat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:13
zainut
Nasional

BAZNAS Petakan Potensi Zakat Pertanian Desa Capai Rp326,95 Miliar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:03
mbg
Nasional

Tak Sekadar Masalah Tata Kelola, Komnas HAM Ungkap Pelanggaran HAM di Program MBG

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:22
Bima Arya Sugiarto
Nasional

Pesan Wamendagri kepada Peserta Masadagri: Perkuat Karakter dan Bangun Jejaring

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:35
jamaah
Nasional

DPR Soroti Biaya Haji 2027, Subsidi Dinilai Jadi Penahan Beban Jemaah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 03:33

OLAHRAGA

PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia
Olahraga

PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

Editor Ali Rachman
Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07

INDOPOSCO.ID - Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI), Hadi Tjahjanto, melepas kontingen karate Indonesia yang akan...

SelengkapnyaDetails
bri

Jelang MotoGP Mandalika, BRI Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:19
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23
novendra

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13
PB FORKI

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2714 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    991 shares
    Share 396 Tweet 248
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    975 shares
    Share 390 Tweet 244
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.