• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Sebut Parcok Cawe-cawe di Pilkada 2024, Eks Tapol 2019: PDIP Harus Dewasa

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 3 Desember 2024 - 21:15
in Nasional
nyoblosco

Ilustrasi pelaksanaan Pilkada. Foto:dokumen indopos.co.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Berpolitik harus mengedepankan sikap kedewasaan, terlebih terkait dengan hasil kontestasi politik. Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo, H.Kurniawan menanggapi pernyataan kader PDIP Hasto Kristiyanto dan Dedi Sitorus terkait dugaan keterlibatan partai coklat (Parcok) dalam pilkada 2024 di Jakarta, Selasa (3/12/2024).

Dari opini yang dibangun Hasto maupun Dedi Sitorus, menurut dia, PDIP sebaiknya introspeksi diri. Sebab, Polri dan TNI adalah institusi negara yang independen. “Sudah ada aturan jelas yang melarang 2 institusi ini terlibat politik praktis,” tegasnya.

BacaJuga:

Ketua DPR RI Berduka atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon, Desak PBB Bertindak Tegas

Isu BBM Naik 1 April Dibantah! Dasco: Harga Tetap, Masyarakat Diminta Tak Panik

Komisi II Dukung 552 Pemda Terlibat Implementasi PP Tunas

Menurut eks tahanan politik (Tapol) 2019 ini, saat ini sesuatu mudah terdeteksi dan mengemuka di media. “Jika terjadi? Ini melukai, tapi jika tidak bisa dibuktikan maka ini fitnah yang keji, akan sangat berbahaya sekali bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

Munculnya rumor ini, lanjut dia, tentunya PDIP sendirilah yang memulainya dan lebih tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sebab selama 10 tahun sebelumnya PDIP yang menjadi partai berkuasa di negeri ini, dan PDIP dua kali memenangkan pemilu 2014 dan 2019.

“Yang kontroversi, di pemilu 2019 banyak sekali anak-anak bangsa yang masuk penjara karena menuntut transparansi pemilu yang jurdil. Kami ini adalah korban dari kebijakan politik kalian, jadi jangan juga kalian justru yang paling ribut ketika kalian kalah dalam pilpres 2024,” katanya.

“Pilkada serentak yang baru digelar kemarin, itu namanya nggak fair, dan menuduh institusi Polri dan TNI terlibat pengkondisian dan berpihak ke kelompok pemenang. Kami yang sudah jelas-jelas dikriminalisasi saja nggak seribut kalian kok,” imbuhnya.

Ia meminta dan mengajak kepada Hasto dan Dedi untuk bisa dewasa menyikapi kekalahan dan lebih introspeksi kenapa bisa ditinggalkan konstituen. “Kalian, kalau boleh saya ikut bicara kesombongan dan jumawa, elit-elit kalian sendirilah yang membuat kondisi seperti ini,” bebernya.

“Kalau bicara kecewa kami pun sampai saat ini masih sakit hati dan menyesal dengan pemerintahan PDIP saat itu. Jangan ketika kalah kalian buat opini Polri dan TNI nggak netral, kalau kami mau beropini pemilu 2019 itu pemilu terbrutal dan kontroversi, tapi kami nggak ribut kok kami terima dan jalani semua kenyataan yang terjadi,” imbuhnya.

Ia menuturkan, tetap setia kepada Bapak Prabowo dan berharap Presiden Prabowo membuka diri dan bersedia menerimanya. “Pada 2019 kami tetap setia dan akan tetap mengawal serta mendukung pemerintahan saat ini,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP, Puan Maharani menanggapi isu Partai Cokelat (Parcok) cawe-cawe dalam pemenangan pasangan calon kepala daerah pada Pilkada Serentak 2024.

Putri dari Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri itu justru meminta kader partainya membuktikan jika ada keterlibatan Parcok dalam kontestasi demokrasi.

Diketahui, Partai Cokelat yang dimaksudkan merujuk pada institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) maupun ASN yang turut membantu pemenangan salah satu pasangan calon kepala daerah yang di-endorse kekuasaan pada Pilkada Serentak 2024. (nas)

Tags: Eks Tapol 2019Parcok Cawe-cawePDIPpilkada 2024

Berita Terkait.

Tak Hanya ASN, WFH Juga akan Diberlakukan untuk Karyawan Swasta dan BUMN
Nasional

Ketua DPR RI Berduka atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon, Desak PBB Bertindak Tegas

Rabu, 1 April 2026 - 06:43
Isu BBM Naik 1 April Dibantah! Dasco: Harga Tetap, Masyarakat Diminta Tak Panik
Nasional

Isu BBM Naik 1 April Dibantah! Dasco: Harga Tetap, Masyarakat Diminta Tak Panik

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:29
Isu BBM Naik 1 April Dibantah! Dasco: Harga Tetap, Masyarakat Diminta Tak Panik
Nasional

Komisi II Dukung 552 Pemda Terlibat Implementasi PP Tunas

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:55
Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026
Nasional

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:47
Beli Obat Lebih Mudah melalui Super Apps BRImo, Hadirkan Layanan Pesanan Obat Antar ke Rumah
Nasional

Mengenal Desa BRILian Sumowono, Desa Sayur yang Tumbuh dan Berinovasi Bersama BRI

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:17
Perlindungan Remaja di Era Digital Jadi Sorotan, Begini Respons Pemerintah 
Nasional

Pembatasan Pusat UTBK Seleksi SNBT, Ketum SNPMB: Kami Ingin Cegak Praktik Perjokian 

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:05

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1240 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1073 shares
    Share 429 Tweet 268
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    790 shares
    Share 316 Tweet 198
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.