• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Warga Lebak Diminta Kembangkan Kerbau untuk Tingkatkan Ekonomi

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 2 Desember 2024 - 14:08
in Ekonomi
Kerbau

Pengembala ternak kerbau dilepasliarkan di perkebunan kelapa sawit untuk mencari rerumputan hijau sebagai pakannya. ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Kabupaten Lebak meminta masyarakat di daerah itu agar mengembangkan ternak kerbau untuk jadi andalan ekonomi dan dapat mewujudkan swasembada daging kerbau.

“Kita setiap tahun menyelenggarakan festival kerbau agar masyarakat termotivasi untuk mengembangkan ternak kerbau,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar seperti dikutip Antara, Minggu (1/12/2024).

BacaJuga:

Langkah Hijau DSLNG: dari Kepatuhan Menuju Inovasi Berkelanjutan

Lima Strategi Wajib Investor di Bear Market

Bea Cukai Perkuat Asistensi UMKM, Dorong Pelaku Usaha Siap Tembus Pasar Ekspor

Pemerintah Kabupaten Lebak mendorong masyarakat agar mengembangkan ternak kerbau untuk menjadi andalan ekonomi juga swasembada daging kerbau.

Pengembangan ternak kerbau di Kabupaten Lebak cukup berpeluang meningkatkan ekonomi masyarakat juga terwujud swasembada daging hewan ternak besar, karena didukung lahannya luas juga banyak areal perkebunan yang memiliki rerumputan sebagai pakan ternak.

Saat ini, populasi ternak kerbau di Kabupaten Lebak turun drastis dari sebelumnya menembus 35 ribu ekor hingga masuk kategori lima terbesar nasional, namun kini tinggal 5.000 ekor.

Penurunan populasi ternak kerbau itu berbagai faktor antara lain tingginya pemotongan, pencurian, penjualan, minimnya jantan, juga pembajakan sawah pada musim tanam menggunakan traktor.

Karena itu, pihaknya berharap masyarakat kembali mengembangkan ternak kerbau dan dapat dijadikan tabungan ekonomi keluarga serta terwujud swasembada pangan daging kerbau.

Permintaan daging kerbau pada hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha cukup tinggi sehingga menjadi peluang besar untuk peningkatan ekonomi keluarga.

Saat ini, kata dia, populasi ternak kerbau yang ada milik masyarakat tersebar di Kecamatan Rangkasbitung, Maja, Cileles, Banjarsari, Cijaku, Gunungkencana, Leuwidamar , Muncang, Malingping, Wanasalam, Panggarangan, Bayah, Sajira, Cibeber dan Cigemblong.

“Kami mendorong peternak kerbau bisa berkembang di 28 kecamatan dengan benih unggul sehingga harga di pasaran relatif baik kisaran Rp35-40 juta per ekor,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, dulu usaha ternak kerbau di Kabupaten Lebak dapat memenuhi ketersediaan daging kerbau dari peternak.

Bahkan, ekonomi peternak kerbau juga sejahtera dari penjualan kerbau bisa membangun rumah, biaya pendidikan anak hingga melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Mekkah.

“Kami berharap warga kembali mengembangkan ternak kerbau untuk peningkatan ekonomi keluarga dan swasembada pangan daging kerbau,” kata Rahmat.

Sarip (60) warga Desa Sindangmulya Kabupaten Lebak mengaku dirinya memiliki 30 ekor kerbau dan setiap tahun terus bertambah keturunan anak hingga tiga sampai empat ekor per tahun.

Peternak di wilayahnya kini berkurang menggeluti usaha ternak kerbau, karena banyak warganya yang bekerja ke luar daerah.

Ia dan sebagian warga lainnya masih mengembangkan ternak kerbau, karena terdapat perkebunan kelapa sawit dan tanah lapang.

Pengembangan ternak kerbau itu dilakukan secara tradisional dengan melepaskan hewan -hewan besar di sekitar perkebunan kelapa sawit dan memakan rerumputan hijau sebagai pakan ternak.

Selain itu juga ada ternak kerbau yang dilepas di tanah lapang yang terdapat rerumputan hijau.

“Kami sendiri jika memerlukan biaya pendidikan anak, membeli sepeda motor dan membangun rumah dari hasil menjual kerbau antara tiga sampai lima ekor,” katanya menjelaskan.

Begitu juga peternak kerbau lainnya, Jaka (65) mengaku dirinya puluhan tahun mengembangkan usaha peternakan kerbau karena memanfaatkan rerumputan hijau yang ada di perkebunan kelapa sawit dan tanah lapang.

Sebab, usaha peternakan kerbau cukup membantu ekonomi keluarga, bahkan jika membutuhkan uang bisa langsung dijual.

“Kami sekarang memiliki 35 ekor kerbau dan bisa menjual lima ekor per tahun dengan menghasilkan pendapatan Rp100 juta,” katanya. (wib)

Tags: erbaulebakTernk

Berita Terkait.

Anugerah
Ekonomi

Langkah Hijau DSLNG: dari Kepatuhan Menuju Inovasi Berkelanjutan

Jumat, 10 April 2026 - 21:43
Bear-Market
Ekonomi

Lima Strategi Wajib Investor di Bear Market

Jumat, 10 April 2026 - 21:33
Edukasi
Ekonomi

Bea Cukai Perkuat Asistensi UMKM, Dorong Pelaku Usaha Siap Tembus Pasar Ekspor

Jumat, 10 April 2026 - 18:30
MRO
Ekonomi

GDPS Kembali Kirim Tenaga Profesional untuk Proyek MRO di Korea Selatan

Jumat, 10 April 2026 - 18:00
Kapal-Nelayan
Ekonomi

Ambisi Hijau vs Realitas Lapangan: Jalan Terjal Transisi Energi Indonesia

Jumat, 10 April 2026 - 16:38
btn
Ekonomi

BTN Perkuat Peran, 6 Juta KPR Jadi Fondasi Ekonomi dan Sosial

Jumat, 10 April 2026 - 14:58

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Jakarta Mati Lampu Massal, Operasional MRT Sempat Lumpuh Total

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.