• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Dinilai Tak Beri Manfaat Banyak ke Masyarakat, Komisi II Dukung Pemerintah Evaluasi PSN PIK 2

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Minggu, 1 Desember 2024 - 10:28
in Ekonomi
Anggota Komisi II DPR RI Aus Hidayat Nur. (Dok. DPR)

Anggota Komisi II DPR RI Aus Hidayat Nur. (Dok. DPR)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota DPR RI Komisi II dari Fraksi PKS, Aus Hidayat Nur menyambut gembira dengan rencana Presiden Prabowo Subianto yang akan mengevaluasi Pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2).

“Saya mendukung rencana ini. Agar Presiden baru benar-benar mengkaji ulang apakah PIK 2 itu tepat dijadikan PSN. Karena sudah begitu banyak suara yang menggugat,” ujar Aus dalam keterangan persnya yang diterima Indopos.co.id, Minggu (1/12/2024).

BacaJuga:

Kemenkop Dorong Hilirisasi Kelapa di Halmahera Utara, Ubah Limbah Sabut Jadi Komoditas Bernilai Ekspor

Kolaborasi BTN dan Indosat Buka Jalan Baru Layanan Keuangan Digital Berbasis Ekosistem

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Penunjukkan PIK 2 sebagai PSN terjadi pada medio Maret 2024 oleh mantan Presiden Jokowi. Dalam proyek itu akan dikembangkan kawasan seluas 1.756 hektare yang direncanakan dengan nama ‘Tropical Coastland’ untuk tujuan parawisata baru berbasis hijau.

Tapi kemudian, menurut Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, proyek ini akan dikaji apakah memenuhi empat kategori PSN yang ditetapkan oleh Prabowo.

“Evaluasi ulang ini sekaligus menunjukkan bahwa Bapak Prabowo punya independensi menjalani jabatannya sebagai kepala negara. Ia punya hak untuk meninjau proyek presiden sebelumnya apakah dilanjutkan atau tidak,” tukas Aus.

Ia pun memberi catatan bahwa yang layak masuk sebagai PSN harusnya proyek yang benar-benar dampaknya akan dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Bukan hanya segelintir orang apalagi kelas atas,” tandasnya.

Diketahui, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo menetapkan kawasan PIK 2 sebagai PSN sejak Maret 2024. Rencananya, proyek Tropical Coastland ini akan jadi destinasi pariwisata baru berbasis hijau untuk meningkatkan daya tarik wisatawan.

Keputusan PSN inipun menuai penolakan publik. Forum Tanah Air (FTA) mendesak agar pemerintah mencabut status PSN kawasan PIK 2.

Hal itu merespons adanya sejumlah warga di kawasan pengembangan tersebut yang terpaksa menjual tanah mereka dengan harga lebih rendah dari pasar. Selain itu, PSN ini ditengarai menimbulkan ketimpangan sosial.

“Kami minta Menko Perekonomian segera mencabut Permenko tentang PSN tersebut,” ujar Sekjen FTA, Ida N Kusdianti, pada Selasa, (19/11/2024).

Menurut Ida, pembangunan di PIK 2 makin pesat setelah ditetapkan sebagai PSN. Ia menyebut keuntungan dari pembangunan PIK 2 hanya dirasakan kalangan tertentu, sementara masyarakat lokal justru terpinggirkan.

Tak Cuma Ida, Mantan Sekretaris (BUMN) Said Didu juga mengkritik penetapan PSN di PIK 2. Atas kritikan tersebut, Said Didu dilaporkan oleh Kepala Asosiasi Pemerintahan Desa Indonesia (APDESI) Kabupaten Tangerang sekaligus Kepala Desa Belimbing, Maskota, ke Polresta Metro Tangerang. Buntut pelaporan itu, Ida menyerukan agar kepolisian tidak melakukan kriminalisasi terhadap mereka yang membela kepentingan masyarakat. (dil)

Tags: DPR RIKomisi II DPR RIPIK 2Proyek Strategis NasionalPSN

Berita Terkait.

Kemenkop Dorong Hilirisasi Kelapa di Halmahera Utara, Ubah Limbah Sabut Jadi Komoditas Bernilai Ekspor
Ekonomi

Kemenkop Dorong Hilirisasi Kelapa di Halmahera Utara, Ubah Limbah Sabut Jadi Komoditas Bernilai Ekspor

Sabtu, 18 April 2026 - 19:43
Kolaborasi BTN dan Indosat Buka Jalan Baru Layanan Keuangan Digital Berbasis Ekosistem
Ekonomi

Kolaborasi BTN dan Indosat Buka Jalan Baru Layanan Keuangan Digital Berbasis Ekosistem

Sabtu, 18 April 2026 - 18:16
Nixon LP Napitupulu
Ekonomi

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Sabtu, 18 April 2026 - 15:25
miinuman
Ekonomi

Realisasi Cukai Minuman Berpemanis, YLKI Kritik Kebijakan Nutri Level Kemenkes

Sabtu, 18 April 2026 - 10:40
bumd
Ekonomi

BUMD Leaders Forum 2026: Sinergi Pembiayaan hingga Aset untuk Jakarta yang Tangguh

Sabtu, 18 April 2026 - 09:09
bpd
Ekonomi

Keterbatasan Fiskal Bukan Hambatan, BPD Diminta Jadi Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 18 April 2026 - 08:30

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2527 shares
    Share 1011 Tweet 632
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    907 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    797 shares
    Share 319 Tweet 199
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    848 shares
    Share 339 Tweet 212
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    765 shares
    Share 306 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.