• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Pengamat Sebut Ada “Tangan Halus” di Balik Thomas Lembong

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 30 Oktober 2024 - 12:12
in Headline
tomco

Eks Menteri Perdagangan Thomas Lembong usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung dalam dugaan kasus korupsi impor gula. (Dok Kejagung.)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penetapan eks Menteri Perdagangan Thomas Lembong sebagai tersangka dalam kasus impor gula membuka peluang bagi Kejagung untuk mengungkap jaringan korupsi yang terlibat.

Publik menanti, apakah kasus ini akan mengungkap nama-nama lain yang terlibat dalam skandal gula.

BacaJuga:

Temuan BPK Masalah Keuangan Rp49,28 Triliun, DPD Desak Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Dibenahi

BPK Audit Finds Rp49.28 Trillion in Financial Issues, DPD Calls for Reforms to Education and Health Budgets

Yusril Hemat Bicara soal Putusan MK terkait Polemik Ijazah Gibran

Para pengamat mendesak Kejagung untuk mengusut tuntas tanpa pandang bulu, serta menekankan pentingnya pengawasan ketat agar penyelidikan tidak terpengaruh oleh intervensi pihak berkepentingan yang dapat mengaburkan kebenaran.

“Penetapan Lembong sebagai tersangka membuka babak baru pemberantasan korupsi di sektor pangan strategis,” kata Pakar Hukum Universitas Trisaksi, Trubus Rahardiansyah dikonfirmasi INDOPOS.CO.ID pada Rabu (30/10/2024).

Menurutnya, pertanyaan besar tetap bergema apakah Thomas Lembong bertindak seorang diri, atau ada kekuatan lebih besar di balik layar yang ikut memanfaatkan skema impor gula ini.

“Mengingat betapa sensitifnya sektor pangan bagi stabilitas ekonomi dan sosial Indonesia, kasus ini diyakini melibatkan jaringan kuat yang memiliki akses tinggi,” ujarnya.

Ia mengatakan, di balik penetapan Lembong sebagai tersangka, ada kemungkinan bahwa skandal ini melibatkan ‘tangan tak terlihat’ dengan kepentingan ekonomi yang besar.

“Sulit membayangkan seorang pejabat publik bekerja sendiri dalam skandal sebesar ini tanpa dukungan atau arahan dari aktor lain di lingkaran kekuasaan,” kata dia.

Trubus menuturkan, skandal gula ini bukan hanya soal hukum, melainkan juga soal keberanian dan konsistensi dalam membongkar aktor-aktor besar di balik krisis pangan Indonesia.

Lanjutnya, Kejagung dihadapkan pada ujian besar untuk membuktikan keseriusannya dalam memberantas korupsi tanpa pandang bulu, terutama ketika berhadapan dengan tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh besar.

“Apakah Thomas Lembong sekadar bagian kecil dari skema yang lebih besar? Ataukah ia memang aktor utama di balik permainan ini?,” tuturnya.

Sejalan dengan pandangan tersebut, pakar ekonomi Salamudin Daeng menyoroti bagaimana skandal ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam kebijakan pangan nasional.

“Jika kasus ini terus diusut, bisa jadi kita akan menemukan lebih banyak nama besar yang terlibat. Mereka ini adalah orang-orang yang selama ini berada di balik kebijakan yang merugikan masyarakat luas,” tukasnya.

Sebelumnya, Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar mengatakan penetapan Thomas Lembong sebagai tersangka bukan tanpa dasar.

Bukti-bukti awal menunjukkan adanya indikasi manipulasi dalam proses pengadaan izin impor gula yang melibatkan sejumlah oknum di pemerintahan dan pihak swasta.

Qohar menuturkan bahwa skema korupsi ini tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga berdampak langsung terhadap petani gula lokal dan harga kebutuhan pokok masyarakat.

“Penelusuran kami mengungkap pola kolusi yang terstruktur dan masif, dengan aktor-aktor yang memiliki pengaruh kuat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Abdul Qohar menjelaskan bahwa pola tersebut melibatkan manipulasi kuota impor, pengaturan harga, hingga pengelolaan distribusi yang terpusat pada kelompok tertentu.

“Pada Januari 2016, Tersangka TTL menerbitkan Surat Penugasan bagi PT PPI untuk memenuhi stok dan stabilisasi harga gula nasional, dengan target pengolahan 300.000 ton GKM impor menjadi GKP melalui kerja sama dengan produsen gula dalam negeri,” ucapnya. (fer)

Tags: PengamatTangan HalusThomas Lembong

Berita Terkait.

Filep
Headline

Temuan BPK Masalah Keuangan Rp49,28 Triliun, DPD Desak Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Dibenahi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:28
Rupiah
Headline

BPK Audit Finds Rp49.28 Trillion in Financial Issues, DPD Calls for Reforms to Education and Health Budgets

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:28
yusril
Headline

Yusril Hemat Bicara soal Putusan MK terkait Polemik Ijazah Gibran

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:11
Buntut Putusan MK Soal Ijazah Gibran, KPU dan Bawaslu Dilaporkan ke DKPP
Headline

Buntut Putusan MK Soal Ijazah Gibran, KPU dan Bawaslu Dilaporkan ke DKPP

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:26
Bea Cukai Gresik Musnahkan 9,1 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp13,61 Miliar
Headline

700 Personel Aparat Gabungan Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan 

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:16
gibrann
Headline

Pascaputusan MK, DKPP Belum Terima Aduan Terkait KPU Soal Syarat Pendidikan Gibran

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:02

OLAHRAGA

Hadi-Tj
Olahraga

Hadi Tjahjanto Sebut Negara Eropa Jadi Pesaing Terberat Karateka Indonesia di Polandia

Editor Juni Armanto
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:48

INDOPOSCO.ID - Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Hadi Tjahjanto menyebut negara-negara di Eropa sebagai pesaing terberat kontingen karate...

SelengkapnyaDetails
forki

Bekal Juara di Vietnam, Hadi Tjahjanto Optimistis Timnas Karate Bidik 6 Emas di Polandia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:09
PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07
bri

Jelang MotoGP Mandalika, BRI Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:19
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2715 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1041 shares
    Share 416 Tweet 260
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    982 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    977 shares
    Share 391 Tweet 244
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.