• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Asa Sarini 75 Tahun Bisa Naik Haji, Berjualan dari Subuh dan Ikut Arisan Tiap Hari

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 30 Oktober 2024 - 12:02
in Ekonomi
sarinico

Sarini tengah berjualan di kios di Pasar Plered, Cirebon. (indopos.co.id/ Nasuha)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Adzan subuh baru saja selesai berkumandang. Rasa kantuk serasa mengikat tubuh Sarini. Usianya sudah tidak muda lagi. Perempuan genap berusia 75 tahun ini pun bergegas bangkit dari peraduannya.

Dengan tertatih-tatih Sarini melangkah ke luar kamar, untuk mengambil air wudhu. Usai menunaikan salat Subuh, perempuan yang tinggal di Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon pun melakukan aktivitas seperti pagi biasanya.

BacaJuga:

Respons Tingginya Permintaan, Geely Tambah Kapasitas Produksi EX2 di Purwakarta

PDC Andalkan Dual Fuel System untuk Pangkas Konsumsi Solar dan Tingkatkan Efisiensi

Investasi di CREC Dongkrak Nilai Pertamina NRE, Kapitalisasi Pasar Melonjak Hampir 50 Persen

“Ayo Rozak, anter mamak ke pasar,” kata Sarini memanggil puteranya untuk mengantarnya ke pasar.

Tampak motor Rozak penuh sesak dengan barang dagangan. Brum..Brum.. Brum.. Sarini pun terlihat berboncengan dengan Rozak berangkat ke pasar Plered untuk berjualan.

Setibanya di pasar, Sarini pun bergegas membuka kios miliknya. Kios berukuran 2×2 Meter milik Sarini terlihat sederhana dan bersih. Perempuan yang sudah menjanda ditinggal meninggal suaminya ini pun menyusun barang dagangannya.

Tangannya gemetar menyusun satu persatu makanan ringan dan aneka buah-buahan. Peluhnya tampak mengalir di wajah keriput Sarini. Dari makanan anak-anak hingga buah-buahan sudah tersusun rapi.

Menjelang pagi, Pasar Plered mulai ramai dikunjungi pembeli. “Sini bu, buahnya masih segar-segar,” kata Sarini sembari menawarkan dagangannya.

Semangat perempuan dengan tiga orang anak ini sungguh luar biasa. Di sisa hidupnya, ia ingin sekali berhaji. “Udah 4 tahun mendaftar haji,” kata Sarini kepada indopos.co.id, Rabu (30/10/2024).

Tekad Sarini berangkat ke Tanah Suci tidak mudah. Ia mengumpulkan uang dari berjualan selama belasan tahun untuk biaya pendaftaran haji. “Alhamdulillah ngumpulin sudah belasan tahun. Uang pendaftaran Rp25 juta,” kata Sarini.

Sarini tidak mengetahui kapan panggilan untuk memenuhi rukun Islam kelima itu datang. “Ya bersabar ajalah. Enggak tahu kapan berangkatnya. Saudara ada yang sudah mendaftar, 15 tahun belum berangkat,” ucap Sarini dengan wajah pasrah.

Ia mengaku untuk membayar kekurangan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) setiap hari menyisihkan uang Rp20.000 hasil berjualan. “Alhamdulillah berjualan pasang surut. Kalau lagi ramai bisa dapat Rp100 ribu-Rp200 ribu. Tapi kalau lagi sepi cuma Rp50 ribu,” bebernya.

“Untuk menutupi kekurangan biaya haji, sehari saya ikut arisan Rp20 ribu. Anggap aja menabung,” imbuhnya.

Sarini adalah satu dari ribuan calon jemaah haji yang antre untuk berangkat ibadah ke Tanah Suci. “Pasar Plered sekarang enggak seramai dulu. Sekarang jam 13.00 WIB sudah sepi pembeli, jadi kami tutup lapak jam 14.00 WIB,” ucap Sarini.

“Saya hanya bisa berdoa, semoga di sisa umur ini masih bisa berangkat haji,” imbuh Sarini sembari berharap dalam doanya.

Sementara itu, saat diskusi acara Forum Jurnalis Wakaf dan Zakat Indonesia (Forjukafi) di Jakarta belum lama ini, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengajak masyarakat untuk daftar haji di usia muda. Sebab, antrean haji reguler di Indonesia cukup panjang, sampai sekitar 20 tahun bahkan lebih.

“Kalau mendaftar haji di usia muda, kondisi fisik jemaah tetap prima saat berhaji kelak,” kata Anggota Badan Pelaksana BPKH Sulistyowati.

Pejabat yang akrab disapa Lilies itu mengatakan, haji adalah ibadah yang membutuhkan fisik prima. “Haji itu ibadah yang 80 persen aktivitas fisik,” katanya.

Dia menjelaskan, masih ada kecenderungan orang mendaftar haji ketika usia pensiun. Akibatnya saat berangkat haji nanti, usianya sudah cukup tua.

“Dengan simulasi usia pensiun di umur 60 tahun kemudian antreannya 30 tahun, maka yang bersangkutan akan haji di umur 90 tahun. Tentu sudah cukup tua,” katanya. (nas)

Tags: ArisanBerjualanNaik HajiSarini

Berita Terkait.

Geely
Ekonomi

Respons Tingginya Permintaan, Geely Tambah Kapasitas Produksi EX2 di Purwakarta

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:42
Meski Diunggulkan, Ancelotti Ingatkan Brasil Waspadai Kejutan Jepang
Ekonomi

PDC Andalkan Dual Fuel System untuk Pangkas Konsumsi Solar dan Tingkatkan Efisiensi

Senin, 29 Juni 2026 - 22:21
19 Tahun PHE, Perkuat Ketahanan Energi lewat Produksi Migas dan Investasi Strategis
Ekonomi

Investasi di CREC Dongkrak Nilai Pertamina NRE, Kapitalisasi Pasar Melonjak Hampir 50 Persen

Senin, 29 Juni 2026 - 22:01
Panas Bumi Tak Hanya Hasilkan Listrik, PGE Antar Kopi Kamojang Tembus Pasar Dunia
Ekonomi

Panas Bumi Tak Hanya Hasilkan Listrik, PGE Antar Kopi Kamojang Tembus Pasar Dunia

Senin, 29 Juni 2026 - 21:31
19 Tahun PHE, Perkuat Ketahanan Energi lewat Produksi Migas dan Investasi Strategis
Ekonomi

Panas Bumi Kamojang Jadi Motor Ketahanan Energi dan Penggerak Ekonomi Hijau Indonesia

Senin, 29 Juni 2026 - 21:02
19 Tahun PHE, Perkuat Ketahanan Energi lewat Produksi Migas dan Investasi Strategis
Ekonomi

Transformasi Digital Berlanjut, PDC Integrasikan AI dalam Proses Bisnis Strategis

Senin, 29 Juni 2026 - 20:41

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1727 shares
    Share 691 Tweet 432
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1694 shares
    Share 678 Tweet 424
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1643 shares
    Share 657 Tweet 411
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1017 shares
    Share 407 Tweet 254
Pemain-Maroko
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Bounou Jadi Pahlawan, Maroko Pulangkan Belanda via Tos-tosan

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 30 Juni 2026 - 11:23

INDOPOSCO.ID - Maroko memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Belanda melalui pertandingan yang berlangsung dramatis...

SelengkapnyaDetails
Julio-Enciso

Paraguay Singkirkan Jerman, Gustavo Gomez: Persatuan Jadi Kekuatan Kami

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:41
Pemain-Brasil

Hasil Piala Dunia: Brasil Susah Payah Bekuk Jepang, Paraguay Singkirkan Jerman

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:20
Ancelotti

Brasil Lolos ke 16 Besar, Carlo Ancelotti Sanjung Perlawanan Sengit Jepang

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:10
Meski Diunggulkan, Ancelotti Ingatkan Brasil Waspadai Kejutan Jepang

Meski Diunggulkan, Ancelotti Ingatkan Brasil Waspadai Kejutan Jepang

Senin, 29 Juni 2026 - 22:11
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.