• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

PKL di Ancol Dikonfrontasi dengan Aparat, Komnas HAM: Itu Dialog atau Intimidasi

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 17 Oktober 2024 - 13:23
in Megapolitan
Anis-Hidayah

Komisioner Komnas HAM, Anis Hidayah. Foto: Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komisioner Komnas HAM, Anis Hidayah, menyoroti nasib pedagang kaki lima di Kawasan Wisata Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, yang dinilai merenggut hak-hak mereka sebagai warga setempat.

“Perubahan dalam tata kelola juga harus disampaikan dengan cara yang baik, tanpa menggunakan kekerasan atau intimidasi,” katanya dikonfirmasi INDOPOS.CO.ID pada Kamis (17/10/2024).

BacaJuga:

Peringatan Dini BMKG, Hujan Disertai Petir Berpotensi Mengguyur Wilayah Jakarta

Gubernur Pramono: Gedung Berlantai Empat Lebih di Jakarta Wajib Terhubung dengan CCTV DKI

Pramono Pantau Penanganan Medis 72 Siswa Korban Keracunan MBG di Jaktim

“Program penataan PKL di kawasan Wisata Ancol, Pademangan, Jakarta Utara harus bertujuan untuk kebaikan bersama bukan kebaikan sepihak,” imbuhnya.

Oleh karena itu, kata Anis, manajemen ancol harus melakukan pendekatan yang baik ke seluruh PKL khusus di Kawasan Wisata Ancol.

“Kebijakan yang diambil harus bersifat partisipatif, dengan melibatkan pedagang dalam sosialisasi dan pengumpulan masukan,” ujarnya.

Aktivis HAM ini pun mendesak manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol berkontribusi dalam kesejahteraan PKL yang tergabung dalam ormas FBR, yang merupakan warga setempat.

Selain itu, Anis menegaskan bahwa keberadaan PKL dijamin oleh undang-undang dan aturan gubernur DKI Jakarta, tanpa mengkonfrontasi mereka dengan aparat.

“Para PKL berhak atas kesejahteraan, sehingga pemerintah perlu mengedepankan dialog yang konstruktif, bukan satu arah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, mengkritisi program penataan pedagang kaki lima (PKL) di Kawasan Wisata Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, yang dianggap sepihak oleh para PKL yang tergabung dalam organisasi masyarakat Forum Betawi Rempug (FBR).

“Program penataan dilakukan dengan banyak mendengar pelaku UMKM. Jangan ada udang dibalik batu. Apalagi ada modal besar yang ingin masuk,” katanya kepada INDOPOS.CO.ID Rabu (16/10/2024).

Ia juga menyoroti keberadaan Aparat Penegak Hukum (APH) yang tergabung dalam satuan tugas pengamanan di Ancol, yang melakukan konfrontasi terhadap PKL.

Ia pun menenkankan, seharusnya, APH berperan untuk mengawal kepentingan masyarakat kecil.

“Semua aparat mesti membela rakyat,” ujarnya.

Legislator dari daerah pemilihan Jakarta ini juga mendorong para pelaku UMKM yang merasa dirugikan oleh PT Pembangunan Jaya Ancol untuk melapor ke DPR RI dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berpihak pada masyarakat kecil.

“Saya minta semua pelaku UMKM lapor ke kami di legislatif atau NGO yang pro dan ke media jika diperlalukan tdk adil. Apalagi intimidasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol, Ariyadi Ecko Nugroho, membenarkan adanya para aparat dikawasan yang berhadapan langsung dengan para PKL di kawasan wisata ancol.

“Pada dasarnya Ancol selalu berkoordinasi dengan APH Dan keberadaannya juga memang selalu ada di dalam kawasan wisata, area Ancol ini Masih merupakan area kerja mereka,” ucapnya. (fer)

Tags: AncolKomnas HAMPKLPT Pembangunan Jaya Ancol

Berita Terkait.

Hujan
Megapolitan

Peringatan Dini BMKG, Hujan Disertai Petir Berpotensi Mengguyur Wilayah Jakarta

Minggu, 5 April 2026 - 08:29
cctv
Megapolitan

Gubernur Pramono: Gedung Berlantai Empat Lebih di Jakarta Wajib Terhubung dengan CCTV DKI

Minggu, 5 April 2026 - 06:06
pramono
Megapolitan

Pramono Pantau Penanganan Medis 72 Siswa Korban Keracunan MBG di Jaktim

Sabtu, 4 April 2026 - 19:17
2
Megapolitan

Peradaban Baru Dunia, Peradaban Baru Betawi

Sabtu, 4 April 2026 - 15:16
Banjir
Megapolitan

Update Banjir di Jakarta, BPBD: 12 RT dan 4 Ruas Jalan Tergenang Air Hingga 50 Meter

Sabtu, 4 April 2026 - 11:02
Hujan
Megapolitan

Libur Panjang Akhir Pekan, Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Disertai Petir

Sabtu, 4 April 2026 - 08:19

BERITA POPULER

  • darwati

    Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1092 shares
    Share 437 Tweet 273
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    913 shares
    Share 365 Tweet 228
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    699 shares
    Share 280 Tweet 175
  • Arus Balik Lebaran 2026 di Tol Cipali Capai 3.500 Kendaraan per Jam, Jelang Sore Lancar

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.